Penerimaan proposal inovasi teknologi

20/03/2010

Rekan-rekan yth:

Kami dari Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia sedang menerima proposal inovasi teknologi dibidang air, energi, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan dan keanekaragaman hayati. Proposal harus berisi inovasi teknologi baru, atau pengembangan dari teknologi yang sudah ada. Inovasi harus memiliki dampak untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Proposal yang memenuhi kriteria akan di survey untuk ditindaklanjuti kelayakan usahanya. Bila lolos uji kelayakan akan menerima fasilitas mentoring. Mentoring dibagi menjadi dua yaitu inkubasi teknologi untuk menciptakan prototipe dan inkubasi bisnis untuk mengkomersialkan inovasi. Pemberian dana baik hibah atau pinjaman tanpa resiko adalah bagian dari fasilitas yang diberikan oleh Yayasan Inotek. Program ini adalah bagian dari RAMP Indonesia, sebuah program yang diimplementasikan oleh Yayasan Inotek dan IPB. Untuk keterangan lebih lanjut silakan kunjungi website kami: www.inotek.or.id atau www.ramp-indonesia.org untuk mendownload form proposal untuk mentoring.

Mari membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui inovasi teknologi. Kami tunggu proposal anda.


Manajemen Teknologi

08/03/2010

Management of (new) technology links engineering, science and management disciplines to address the planning, development and implementation of technological capabilities to shape and accomplish the strategic and operational objective of an organization.

Atau dengan kata lain, manajemen teknologi merupakan sebuah kajian atau bahasan yang menghubungkan disiplin ilmu rekayasa / teknik, ilmu pengetahuan dan manajemen dalam menempatkan perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan untuk membentuk dan menyelesaikan tujuan operasional dan strategis perusahaan. Jadi sebenarnya bukan semata berkaitan dengan kajian teknis, misalnya di lantai produksi. Tetapi juga mengenai bagaimana menciptakan atau membuat teknologi (sciences) dan pengelolaannya (manajemen) di sebuah organisasi. Maksud dari pengelolaan juga bukan berarti hanya pad atakaran dimana bagaimana agar proses pembuatan teknologi itu berhasil, tetapi juga bagaimana implementasi kemanfaatannya terasa di perusahaan. Seperti dijelaskan dalam pengertian di atas, ada dua tujuan dari kajian atau ilmu manajemen teknologi. Yakni dipandang secara strategis dan operasional. Strategis maksudnya berada pada posisi manajemen menengah ke atas dalam perusahaan. Operasional berkaitan dengan teknis keilmuan teknologi.

Teknologi

Teknologi dapat diartikan bermacam-macam. Mulai dari tangible (nampak) sampai intangible (tidak nampak). Yang nampak adalah alat atau tool dan bahkan produk itu sendiri. Sedangkan yang seolah tidak nampak adalah berupa metode, cara atau apapun yang mungkin tidak berupa fisik. Jika dianalogikan dengan komputer, maka teknologi bisa diartikan sebagai hardware dan software.

Kajian Manajemen Teknologi dan Ruang Lingkup Manajemen Teknologi

Manajemen teknologi adalah ilmu yang menjembatani antara kajian manajemen, rekayasa / teknik dan ilmu pengetahuan (sciences). Manajemen teknologi merupakan pengerahan (deployment) upaya (sumber daya) secara efektif (multidisiplin) dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan teknologi untuk pencapaian tujuan strategik dan operasional organisasi. Jika dilihat dari segi tingkatan ukuran organisasinya adalah sebagai berikut :

v Tingkat MAKRO

Satuan analisis: negara
Tujuan: pemfungsian teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa
Sasaran: berbentuk kebijaksanaan pemerintah yang berlaku secara nasional
v Tingkat MESO

Satuan analisis: sektor atau sub sektor ekonomi (sektor industri, sub sektor industri otomotif)
Instrumen manajemen: kebijaksanaan pemerintah atau kebijaksanaan suatu departemen atau kementrian yang berkaitan dengan sektor yang bersangkutan
v Tingkat MIKRO

Satuan analisis: tingkat perusahaan
Kajian manajemen teknologi pada tingkat perusahaan tidak dapat dipisahkan dari masalah teknologi pada tingkat meso dan makro
Tujuan manajemen teknologi: menciptakan surplus melalui penciptaan dan pemfungsian teknologi


Ruang lingkup sesuai gambar di atas adalah :

— Pemilihan teknologi yang akan digunakan oleh suatu unit organisasi

— Transfer & adaptasi teknologi

— Implementasi teknologi

— Pengembangan teknologi

Pembahasan lebih lanjut mengenai manajemen teknologi dapat diperoleh dari rujukan referensi berikut ini :

Atlas Technology Project, United Nations, Economic and Social Commission for Asia and The Pacific, vol. 1 – 6, 1989.

Betz, F., Strategic Technology Management, Mc Graw Hill, Inc., 1994.

Chen, M., Managing International Technology Transfer, International Thomson Business Press, 1996.

Dussauge, P., Stuart, H. & Ramanantsoa, B., Strategic Technology Management, John Wiley & Sons, Inc., 1997.

Drouvot, H., & Verna, Politique du Developement Technologique : L’example Bresilien, 1995.

Noori, H., Managing the Dynamics of New Technology, NJ, Printice-Hall, 1990.

Khalil, T., Management of Technology: The Key to Competitiveness and Wealth Creation, McGraw-Hill International Edition, 2000.

Lowe, P., The Management of Technology : Perception and Opportunities, Chapman & Hall, 1995.

Martin, M., Managing Innovation and Entrepreneurship in Technology Based Firms, John Wiley & Sons, Inc., 1994

Nazruddin. Manajemen Teknologi. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2008.


susah, jadi orang tinggi

06/03/2010
ini masalah ukuran badan, saya nggak berani ngomong tentang ‘besar – gemuk – gendut – obe’, ntar ada yang tersinggung, bisa fatal, jadi ya ngomong soal tinggi badan saja.
saya tidak tahu berapa ukuran tinggi rata-rata orang Indonesia, silahkan di teliti deh bagi teman-2 yg suka meneliti.  tapi ketika dulu saya mengantar anak saya sekolah, saya perhatikan secara visual saja, ternyata anak-2 SMP laki-laki tuh tingginya sudah sekitar 170 cm, ini di SMP swasta di Surabaya.  mungkin kalau sekolahannya mengadakan pengukuran, bisa diperoleh data akurat.   dalam keluarga saya, ternyata kami juga termasuk golongan jangkung, saya (183 cm), istri (168 cm), son (184 cm), daughter (170 cm).   kenapa saya sebut jangkung? karena jika kami berada dalam kumpulan orang-2, dalam keramaian, maka kepala kami ber-empat termasuk yang ‘nongol’.
nah, duluuuu kami punya mobil kecil katana, kalau kami ber-empat naik mobil itu, wahhhh …lucu ….orang gede-gede..tinggi-tinggi naik mobil mungil … tapi ya gimana lagi, punya-nya ya cuma itu.   trus bayangin deh yang duduk di kursi belakang (GX, menghadap depan) , wuiiihhhhh setengah mati broooo …. , dengkul ketekuk-tekuk, mata nggak bisa lihat jalan, cuma bisa lihat atap mobil bagian dalam, hehehe, sengsara dehhh …pengennya cepet sampai ….padahal kami sering jarak jauh surabaya-jogja …he he he ..nekad …kepepet sih.   karimun lama (2001) masih mendingan, walau kecil dan kayak kaleng krupuk tapi kami ber-empat bisa duduk lumayan enak ..lah, walau yg belakang masih kurang nyaman.
kalau punya Alphard sih …hmmmm …pasti nyaman ….mimpi kali yeeeee …mo korupsi dr mane …
terus …kalau naik angkutan umum, lha ini lebih sengsara.  dulu tahun 90-an kadang-2 saya mondar-mandir antara depok-salemba,  kuliah di depok ngurus administrasi di salemba.  sbg mahasiswa perantauan dan miskin, saya tidak punya kendaraan pribadi.  jadilah saya  naik angkot. (naik sepur jabotabek kecopetan terus sih).  penderitaan pertama, naik bus kecil miniarta, depok-pasar minggu,   ukuran tubuh seperti saya, sudah pasti tidak bisa duduk, karena kaki nggak bisa masuk,  jarak antar tempat duduk terlalu sempit, tidak bisa utk saya yg jangkung ini.   tempat yg paling nyaman berdiri di dekat pintu, karena mata masih bisa lihat luar…. kalau penuh, wahhh ini dia, disuruh masuk ke tengah,  jadinya leher ini ketekuk, kepala menunduk terus melihat kaki-2 penumpang, sengsara dan pegel blehhhh …  ada lagi tempat yang ‘lumayan’, yaitu pas lubang angin atap bus, kepala di ‘pas’ kan situ, jadinya leher bisa tegak !   tapi ya nggak bisa lihat apa-apa ..
sampai pasar minggu, naik M16 kalau nggak salah, itu toyota-kijang, duduk berhadap-hadapan, nah angkot ini nggak masalah, saya bisa duduk dgn lumayan nyaman.   tapi pernah juga, kami pakai jalur lain, sampai manggarai naik bemo ke salemba….bemo saudara-saudara …pernah tahukah anda?   itu lho yang roda tiga, satu depan dua belakang, tempat duduk belakang berhadap-hadapan, dan tidak  pakai AC hehehe …   entah sekarang masih ada atau tidak bemo ini di jakarta …  nah naik bemo ini ada suka-dukanya,  dukanya adalah berimpit-impitan, apalagi kalau pas penumpangnya gede-gede, tinggi-tinggi, wahhhhh bener-bener sengsara, manggarai-salemba serasa madiun-surabaya.   tapi kadang-kadang dapat rejeki juga …. kalau pas yg duduk depan kita adalah cewek cantik pakai rok, nahhh ini dia, mau tak mau – suka tak suka, dengkul saya ini masuk disela-sela kaki sang cewek ….bayangin deh …nggak ada posisi lain yang memungkinkan utk mencapai keadaan yang nyaman bagi semua pihak …coba sendiri kalau nggak percaya …jarak manggarai-salemba penginnya diperpanjang …  :)
naik bus AKAP juga sama saja, bisa duduk tapi tak nyaman, dengkul ini masih kepanjangan, apalagi kalau yg duduk depan kita kursinya di rebahkan, wahhhh kecepit mek….  bisa lecet.   lha ternyata, saya naik apa-apa (yg kelas ekonomi tentunya), selalu sengsara…  naik pesawat justru paling sengsara, udah sempit, kejepit, masih diiket lagi, huee heheheh ….sampai-sampai saya harus menghafalkan nomor kursi, kalau naik airbus a300, pilih nomor 12, itu dekat pintu darurat, jarak antar kursi lebih kebar, hehehe….  tapi sekarang, milih tempat duduk harus bayar tambahan (airasia.com) …sialan memang …
jangankan naik pesawat, naik becak saja …saya juga susah …becak jogja itu lho, kliatannya bodynya besar, tapi kalau dua orang dewasa yg naik tetep sesak …(saya 85 kg, istri 65 kg) …apalagi kalau tutup/atap becak dipasang, wahhhhh tambah sengsara dueehhh …
kalau sepeda motor?  …naik honda kharisma – lah andalan kami ….yang lain ketinggalan .. eh nggak enak …
jadi, saya sarankan, untuk anda yg tinggal di Indonesia dan tidak kaya, tinggi tubuh anda jangan melebihi 165 cm deh, supaya nyaman kalau naik kendaraan … kalau kaya, bisa beli Alphard ..atau naik di kelas executive baru deh …boleh jangkung ..hehehe.
(* heran gue, banyak pakar ergonomi tapi nggak ngaruh pada sistem transportasi masal di negri ini *)
salam,
harisxyz
yg mendambakan transportasi massal yg nyaman-aman-tepatwaktu

Sindrom Menelan Gunung

19/08/2009

Seorang kawan lama tiba-tiba datang ke rumah, pada sore yang berhias langit jernih. Mengenakan pakaian kausal dan bercelana pendek, senyum­nya masih selebar dulu. Yang berubah, body-nya tak seindah dulu lagi; lemak mengendap di balik lapisan kulit dan perutnya. Saya tidak bisa memastikan sebabnya. Mungkin karena kecintaannya pada kuliner yang memang dahsyat. Tapi barang­kali karena kemakmuran…

Setelah larut dalam nostalgia yang bertabur tawa renyah, tiba tiba dia mengeluh, “Sobat, hidupku sudah tidak berguna lagi…”
Saya tertegun. Kalau menyimak caranya berkelakar dan peningkatan signifikan pada taraf kemakmurannya, semua terlihat baik-baik saja. Tapi memang ada satu hal yang selalu ditakuti­nya. Jawabannya datang tidak lama.

“Aku baru pulang dari Jogja, check up.”
“Lho, bukannya rumah sakit di Jakarta lebih Ok?” ujar saya bingung.
“Bukan check up di rumah sakit, tapi di angkringan,” jawab beliau pendek.

Angkringan, adalah warung makan kelas ekonomi khas Jogjakarta. Bertebaran hampir di seluruh pinggir jalan, ujung gang, dan sudut-sudut gelap seantero kota budaya itu, angkringan menyajikan menu khas: ceker bakar dan nasi kucing. Disebut begitu karena materinya cuma sekepal nasi dengan lauk sambal teri, tumis tempe, atau bakmi goreng yang dibungkus daun pisang. Mirip menu buat si meong.

Lebih eksotis lagi jika sebungkus nasi kucing itu disantap dengan lauk ceker ayam potong yang dibacem. Sebelum menjadi lawan nasi, ceker bacem nan legit itu dibakar dulu di atas tungku arang. Bunyi gemeretak dan aroma lemak hangus yang menguar memang sangat mengundang selera.
Kawan kita ini, dulu sewaktu masih menjadi reporter sebuah digest Islami, adalah pemuja angkringan. “Aku sudah berkeliling Nusantara dan selalu mencicipi makanan terbaik yang ada di setiap kota. Tapi ceker bakar angkringan Jogja tetap yang nomor satu!” Demikian ia memproklamasikan konklusi kulinernya. So? “Aku tidak bisa merasakan kelezatan ceker bakar seperti dulu lagi,” ia bergumam sedih.

Jamaah Taushiyah Online yang dimuliakan Allah…

Apakah sebenarnya yang kita cari di dunia ini? Sejak lepas subuh hingga jelang maghrib (bahkan lebih banyak lagi yang membutuhkan waktu hingga jauh melewati isya) dalam barisan manakah kita berada? Alih-alih berada di barisan “para pencari Tuhan”, sebagian besar, bahkan hampir semua dari kita bergegap gempita dalam dalam barisan “para pencari dunia”. Saya tidak malu mengakui­nya.

Hari demi hari berlalu, dan kesibukan memburu rizki duniawi itu seolah tidak berjeda. Lalu apa yang kita dapat? Mari kita telisik lagi rekam jejak perjalanan hidup kita. Saya memastikan, di masa lalu kita begitu banyak hal-hal sepele yang mampu menghadirkan kebahagiaan tak terkira. Anda yang berasal dari dusun yang murni, masihkah bisa merasakan bahagianya berenang-renang di sungai yang airnya berkilau jernih? Ingatkah kita bahwa belajar naik sepeda dan menerbangkan layang-layang pada masa kecil dulu demikian berharga sehingga kalau mungkin, 24 jam kita habiskan saja untuk kesenangan yang bentuknya sangat sederhana itu. Bahkan, waktu itu saya mau menukar apa saja seluruh isi dunia ini dengan waktu berenang di kali, naik sepeda, dan menerbangkan layangan.

Lalu mari kita uji, apakah hal-hal “sepele” itu masih mampu membuat hati kita bahagia? Apakah perubahan karir, kedudukan, taraf ekonomi, pergaulan, dan semua yang dengan susah payah kita perjuangkan mati-matian ini bisa menghadirkan kebahagiaan serupa?

Sahabat saya yang lain baru pulang dari penjelajahan singkat di Borneo. Dia bercerita dengan sangat geram tentang tentang eksploitasi alam yang “gila-gilaan” dan benar-benar menghancurkan keseimbangan alam. Apa yang diburu mahluk Allah yang cerdas ini dengan menghancurkan mahluk lain yang mestinya dikelolanya dengan bijak sebagai khalifatullah?

Saya jadi teringat seorang preman yang biasa mangkal di kawasan Senen. Di dunianya yang keras, entah berapa kali peristiwa mengerikan menimpanya. Itu bukan omong kosong; dia akan dengan senang hati berkisah tentang sebab pitak-pitak di kepalanya yang permanen: “Dulu, waktu musim petrus (penembak misterius), aku ditangkap sekelompok orang bersenjata. Aku melawan, dan kepalaku dihujani bayonet. Jadinya ya pitak-pitak begini.”

“Abang hebat ya…, belajar kesaktian di mana?”
“Oh, Dik, Abang bukan sakti, Cuma beruntung saja tidak mati-mati. Tak usah belajar macam-macam pun, manusia seperti kita ini memang dibekali kesaktian yang tiada tandingan. Coba Adik pikir, jangankan sepiring nasi, bahkan gunung pun sanggup kita telan bukan?” ujar Sang Preman berfilsafat.
Ucapan dia itu menjustifikasi sabda Rasulullah betapa keserakahan manusia nyaris tidak ada batasnya, “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah yang dipenuhi harta kekayaan, dia pasti menginginkan lembah yang ketiga” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

Mengapa tidak berbatas? Sebab keserakahan itu adiktif. Sedangkan ciri khas kecanduan adalah kebutuhan akan dosis yang lebih besar lagi, lagi, lagi… Kalau kita sudah terbiasa menyantap hutan, gunung, dan meminum samudera raya. Jangan harap bisa terpuaskan oleh sepotong cakar ayam dan segelas teh jahe hangat dalam suasana egaliter.

Makanya, Tuhan kita mewajibkan ummatNya menjalani simulasi perang melawan keserakahan selama satu bulan penuh setiap tahun. Kita diwajibkan merasakan kembali kelaparan sepanjang hari dan betapa nikmat makanan paling sederhana kala berbuka puasa. Kita diingatkan pada kodrat kita dengan timbulnya gejala psikologis saat berpuasa yang saya namakan saja “sindrom menelan gunung”.

Mari kita uji diri kita sendiri (dan tidak usah malu melakukan hal ini, karena hanya Anda dan Tuhan yang tahu). Di tengah sengatan terik mentari, didera lapar dan dahaga di tengah waktu berpuasa, bayangkan jenis dan berapa banyak makanan enak dan minuman menyegarkan yang menurut kata hati Anda sanggup kita telan? Cukupkah segelas teh hangat dan sebutir kurma memuaskan dahaga dan lapar kita?

Kemudian, mari kita buka daftar belanja buka puasa kita, terutama di awal-awal Ramadan. Sebagai appetizer, biasanya ada kolak pisang dan pacar cina (yang ekonominya lebih mapan boleh memilih puding aneka rasa), dan masih banyak ragam penganan lainnya. Menu utamanya jangan sayur lodeh yang sudah biasa dong, karena ini bulan istimewa, aneka masakan istimewa pun tentunya ingin kita hidang. Desert-nya? Aneka buah-buahan nampaknya menjadi pilihan ketimbang sekadar air putih yang sebelum ditelan dipakai kumur-kumur dulu.

Tidak heran kalau disinyalir bahwa memasuki bulan Ramadan ini, kesibukan di pasar lebih hebat ketimbang di masjid.
So, walau belum ada penelitian sahih mengenai ini, tapi barangkali sesaknya meja makan dengan berbagai makanan dan minuman kala buka puasa di awal Ramadan karena ibu atau istri-istri kita juga terserang “sindrom menelan gunung” itu.

Lalu apa yang terjadi begitu adzan maghrib berkumandang? Ternyata, segelas teh hangat (mungkin kolak pisang) dan dua tiga potong kurma lebih dari cukup untuk meringkas luasnya ruang imajiner dalam lambung akibat nafsu serakah kita. Sisa hidangan yang melimpah ruah pun mubadzir.
Kita memang mahluk aneh. Disuruh belajar hidup sederhana, eh.., malah foya-foya. Diminta menikmati rasa lapar dan memperbanyak ibadah, malah balas dendam di meja makan dan lalai beribadah karena kekenyangan. Apa boleh buat, keserakahan memang tidak berbatas.

Tapi, kalau kita tidak mau menderita batin seperti kawan saya yang gelisah karena tidak lagi bisa mensyukuri nikmat Allah paling sederhana, belajarlah mengendalikan hawa nafsu kita. Hati-hati lho.., kalau Anda terbiasa rehat sejenak di café, menikmati sajian espresso sambil ngutak atik PR di laptop, bisa-bisa kopi tubruk buatan istri jadi hambar rasanya.

Kalau Anda terpaksa atau sukarela mengimbangi limpahan rizki dengan gaya hidup yang juga semakin berbiaya tinggi, jangan-jangan Anda sedang mendevaluasi nilai kenikmatan yang diberikan Tuhan. Bukankah udara segar yang semestinya gratis kini harus Anda bayar mahal karena untuk memperolehnya mesti pergi ke Puncak di akhir pekan? Bukankah ongkos ke Dufan untuk memenuhi kebutuhan bermain anak-anak kita sebenarnya bisa kita tekan andai kita bisa mengajari mereka cara membuat dan menerbangkan layangan?

Maka, ketika kawan kita yang gundah gulana karena tidak bisa lagi merasakan nikmatnya ceker bakar di warung angkringan Yogyakarta pamit pulang, saya memberi advis sederhana, “Berpuasa­lah.” Marhaban yaa Ramadan.

*) Terimakasih kepada Bapak M Anwar Sani, Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat.


Kode Area GSM Indonesia

15/08/2009

Anda menerima telpon/sms gelap? tapi nomornya tercatat?
Silahkan cek, daftar di bawah ini, bisa anda lokalisir darimana kira-kira sang penelpon gelap berada.

Banda Aceh, Sabang

Telkomsel
0811 0812 0813 0852
Kode area yang biasa digunakan:
0811 68 0812 69 0813 60 0852 60
0813 77 0852 77

Lhokseumawe, Arun

Telkomsel
0811 0812 0813 0852
Kode area yang biasa digunakan:
0811 67

Sumatra Utara
Medan dan sekitarnya

Telkomsel
0811 0812 0813 085262 085297
0811 60 0812 60 0813 61 0852 61
0811 61 0812 63 0813 62 0852 62
0811 63 0812 64 0813 70 0852 70
0811 64 0812 65 0813 75 0852 75
0811 65 0812 66 0813 76 0852 76
0813 96
0813 97

Brastagi, Kabanjahe

Telkomsel
0811 624 0812 627

Prapat, Tebing Tinggi, Pematang Siantar

Telkomsel
0811 601 0812 620 0813 628
0811 620 0812 621 0813 629
0811 621

Indosat
* 0816 336 xxx
* 0815 336 xxxx
* 0815 344 xxxxx
* 0815 3340 xxxx
* 0815 3341 xxxx
* 0815 3342 xxxx
* 0815 3343 xxxx
* 0815 3344 xxxx
* 0858 33

Three
0898 397 1331

Sibolga dan sekitarnya
Telkomsel
* 0811 626 xxx
* 0812 626 xxxx
* 0813 625 xxxx

Indosat
Berikut ini adalah nomor wilayah Sibolga, Porsea, Laguboti, Siborong-Borong, Tarutung,Sipolohon, Balige, dan Padang Sidempuan
* 0816 337 xxx
* 0814 337 xxxxx
* 0815 3347 xxxx
* 0815 3348 xxxx
* 0815 3349 xxxx

P. Brandan, P. Susu, Langsa, Tanjungpura
Indosat
* 0816 338 xxx
* 0815 3345 xxxx
* 0815 3346 xxxx

Tanjung Balai, Kisaran, Rantau Prapat
Indosat
* 0816 339 xxx
* 0815 339 xxxx
* 0815 330 xxxx
* 0815 345 xxxxx

Sumatera Barat
Telkomsel

* simPATI:
o 0813 63
o 0813 74

* kartuAS:
o 0852 63
o 0852 74

Indosat

* IM3:
o 0856 69

* Mentari:
o 0815 35

Riau
Pekanbaru
Telkomsel
0811 0812 0813 0852
0811 707 0812 68 0813 65 0852 65
0811 708 0812 751 0813 71 0852 71
0811 709 0812 752 0813 78 0852 780
0811 752 0812 753 0813 66 0852 68
0811 753 0812 754 0813 73 0852 730
0811 754 0812 755 0813 68 0852 733
0811 755 0812 756
0811 756 0812 757
0811 757 0812 758
0811 758 0812 76
0811 759 0812 74
0811 76

Indosat
Meliputi areal Pekanbaru, Rumbai, Minas, Bangkinang
* 0816 370 xxx
* 0816 371 xxx
* 0816 372 xxx
* 0816 373 xxx
* 0816 374 xxx
* 0816 375 xxx
* 0816 376 xxx
* 0816 377 xxx
* 0815 36 xxxx
* 0815 368 xxxxx
* 0815 370 xxxx
* 0815 371 xxxx
* 0815 372 xxxx
* 0815 373 xxxx
* 0815 374 xxxxx
* 0815 375 xxxxx

Indragiri Hulu dan Hilir
Indosat
* 0815 377 xxxx
* 0815 376 xxxxx

Dumai, Duri
Indosat

* 0816 378 xxx
* 0816 379 xxx
* 0815 378 xxxx
* 0875 379 xxxx
* 0815 341 xxxxx

Kepulauan Riau
Batam
Indosat
* 0816 360 xxxx
* 0816 361 xxxx
* 0816 365 xxxx
* 0816 366 xxxx
* 0816 367 xxxx
* 0816 368 xxxx
* 0815 360 xxxxx
* 0815 361 xxxxx
* 0815 362 xxxxx

Telkomsel
* 0812 705 xxxx
* 0812 715 xxxx

Bintan, Tanjung Pinang, Tanjung Uban
Indosat
* 0816 362 xxxx
* 0816 363 xxxx
* 0816 364 xxxx
* 0815 3638 xxxx
* 0815 3639 xxxx

Karimun
Indosat
* 0816 369 xxxx
* 0815 369 xxxxx

Natuna
Indosat
* 0815 3640 xxxx
* 0815 3641 xxxx
* 0815 3642 xxxx

Lingga
Indosat
* 0815 3646 xxxx
* 0815 3647 xxxx
* 0815 3648 xxxx

Jambi
Telkomsel
* 0852 66xxxxxx

indosat
im3 = 085664xxx, 085764xxx

xl = 081919xxx, 081994xxx

Sumatra Selatan
Telkomsel
0811 0812-73XXX 0812-78XXX 0813-67XXX 0852

Kartu AS
0852-68xxx

Bangka-Belitung
Bengkulu
Telkomsel
·081173

·0813732

·085267 ·085268

XL
·0819770 ·0819771

Indosat
·0858378

Lampung
Indosat
* 0815 40xxxxxx
* 0815 41xxxxxx

Telkomsel
* 0812 79xxxxxx
0813 0813
* 0852 79xxxxxx

XL
* 0819 79xxxxxx

DKI Jakarta
Jabodetabek & Banten
Telkomsel
0811
* 0811 10 xxxxxx
* 0811 11 xxxxxx
* 0811 12 xxxxxx
* 0811 13 xxxxxx
* 0811 14 xxxxxx
* 0811 15 xxxxxx
* 0811 16 xxxxxx
* 0811 17 xxxxxx
* 0811 18 xxxxxx
* 0811 19 xxxxxx
* 0811 80 xxxxxx
* 0811 81 xxxxxx
* 0811 82 xxxxxx
* 0811 83 xxxxxx
* 0811 84 xxxxxx
* 0811 85 xxxxxx
* 0811 86 xxxxxx
* 0811 87 xxxxxx
* 0811 88 xxxxxx
* 0811 89 xxxxxx
* 0811 97 xxxxxx

0812
* 0812 10 xxxxxxx
* 0812 13 xxxxxxx
* 0812 18 xxxxxxx
* 0812 19 xxxxxxx
* 0812 80 xxxxxxx
* 0812 81 xxxxxxx
* 0812 82 xxxxxxx
* 0812 83 xxxxxxx
* 0812 84 xxxxxxx
* 0812 85 xxxxxxx
* 0812 86 xxxxxxx
* 0812 87 xxxxxxx
* 0812 88 xxxxxxx
* 0812 89 xxxxxxx
* 0812 90 xxxxxxx
* 0812 91 xxxxxxx
* 0812 92 xxxxxxx
* 0812 93 xxxxxxx
* 0812 94 xxxxxxx
* 0812 95 xxxxxxx
* 0812 96 xxxxxxx
* 0812 97 xxxxxxx
* 0812 98 xxxxxxx
* 0812 99 xxxxxxx

0813
* 0813 10 xxxxxxxx
* 0813 110 xxxxxxx
* 0813 111 xxxxxxx
* 0813 112 xxxxxxx
* 0813 113 xxxxxxx
* 0813 114 xxxxxxx
* 0813 115 xxxxxxx
* 0813 116 xxxxxxx
* 0813 14 xxxxxxxx
* 0813 15 xxxxxxxx
* 0813 16 xxxxxxxx
* 0813 17 xxxxxxxx
* 0813 18 xxxxxxxx
* 0813 19 xxxxxxxx
* 0813 56 xxxxxxxx
* 0813 80 xxxxxxxx
* 0813 81 xxxxxxxx
* 0813 82 xxxxxxxx
* 0813 83 xxxxxxxx
* 0813 84 xxxxxxxx
* 0813 85 xxxxxxxx
* 0813 86 xxxxxxxx
* 0813 87 xxxxxxxx
* 0813 88 xxxxxxxx
* 0813 89 xxxxxxxx
* 0813 98 xxxxxxxx
* 0813 99 xxxxxxxx

0852
* 0852 10 xxxxxxxx
* 0852 13 xxxxxxxx
* 0852 14 xxxxxxxx
* 0852 15 xxxxxxxx
* 0852 16 xxxxxxxx
* 0852 17 xxxxxxxx
* 0852 18 xxxxxxxx
* 0852 19 xxxxxxxx
* 0852 80 xxxxxxxx
* 0852 81 xxxxxxxx

Indosat
0815
* 0815 10 xxxxxx
* 0815 11 xxxxxx
* 0815 13 xxxxxx
* 0815 14 xxxxx
* 0815 16 xxxxx
* 0815 18 xxxxx
* 0815 80 xxxxx
* 0815 81 xxxxx
* 0815 82 xxxxx
* 0815 83 xxxxx
* 0815 84 xxxxx
* 0815 85 xxxxx
* 0815 86 xxxxx
* 0815 87 xxxxx
* 0815 88 xxxxx
* 0815 89 xxxxx
* 0815 90 xxxxx
* 0815 91 xxxxx
* 0815 92 xxxxx
* 0815 93 xxxxx
* 0815 94 xxxxx
* 0815 95 xxxxx
* 0815 96 xxxxx
* 0815 97 xxxxx
* 0815 98 xxxxx
* 0815 99 xxxxx
* 0815 42 xxxxx

0816
* 0816 10 xxxx
* 0816 11 xxxxx
* 0816 13 xxxxx
* 0816 14 xxxxx
* 0816 16 xxxxx
* 0816 18 xxxxx
* 0816 19 xxxxx
* 0816 480 xxxx
* 0816 481 xxx
* 0816 481 xxxx
* 0816 482 xxx
* 0816 482 xxxx
* 0816 483 xxx
* 0816 483 xxxx
* 0816 484 xxx
* 0816 484 xxxx
* 0816 485 xxx
* 0816 485 xxxx
* 0816 7 xxxxx
* 0816 8 xxxxx
* 0816 9 xxxxx

0855
* 0855 10 xxxxx
* 0855 11 xxxxx
* 0855 12 xxxxx
* 0855 13 xxxxx
* 0855 14 xxxxx
* 0855 15 xxxxx
* 0855 16 xxxxx
* 0855 17 xxxxx
* 0855 18 xxxxx
* 0855 19 xxxxx
* 0855 207 xxxx
* 0855 70 xxxxx
* 0855 71 xxxxx
* 0855 72 xxxxx
* 0855 73 xxxxx
* 0855 74 xxxxx
* 0855 75 xxxxx
* 0855 76 xxxxx
* 0855 77 xxxxx
* 0855 78 xxxxx
* 0855 79 xxxxx
* 0855 80 xxxxx
* 0855 81 xxxxx
* 0855 82 xxxxx
* 0855 83 xxxxx
* 0855 84 xxxxx
* 0855 85 xxxxx
* 0855 86 xxxxx
* 0855 87 xxxxx
* 0855 88 xxxxx
* 0855 89 xxxxx

0856
* 0856 10 xxxxx
* 0856 11 xxxxx
* 0856 12 xxxxx
* 0856 13 xxxxx
* 0856 14 xxxxx
* 0856 15 xxxxx
* 0856 16 xxxxx
* 0856 17 xxxxx
* 0856 18 xxxxx
* 0856 19 xxxxx
* 0856 207 xxxx
* 0856 78 xxxxx
* 0856 79 xxxxx
* 0856 71 xxxxx
* 0856 80 xxxxx
* 0856 90 xxxxx
* 0856 91 xxxxx
* 0856 92 xxxxx
* 0856 93 xxxxx
* 0856 94 xxxxx

0858
* 0858 10 xxxxx
* 0858 11 xxxxx
* 0858 46 xxxx
* 0858 80 xxxxx
* 0858 85 xxxxx
* 0858 88 xxxxx

XL
0817
10 DIGIT
* 0817 11 0000 s/d 19 9999
* 0817 70 0000 s/d 89 9999

11 DIGIT
* 0817 00 00000 s/d 01 99999
* 0817 07 00000 s/d 09 99999
* 0817 48 00000 s/d 49 99999
* 0817 60 00000 s/d 60 99999
* 0817 63 00000 s/d 69 99999
* 0817 91 00000 s/d 91 99999
* 0817 98 00000 s/d 99 99999

0818
10 DIGIT
* 0818 11 0000 s/d 19 9999
* 0818 40 0000 s/d 41 9999
* 0818 47 0000 s/d 49 9999
* 0818 60 0000 s/d 60 9999
* 0818 65 0000 s/d 69 9999
* 0818 70 0000 s/d 99 9999

12 DIGIT
* 0818 0600 0000 s/d 0699 9999
* 0818 0700 0000 s/d 0799 9999
* 0818 0800 0000 s/d 0899 9999

0878
* 0878 7xxxx
* 0878 8xxx xxxx

0819
10 DIGIT (LIMITED)
* 0819 70 xxxx s/d 71 xxxx

12 DIGIT
* 0819 0500 0000 s/d xxxx xxxx
* 0819 0800 0000 s/d 0899 9999
* 0819 3200 0000 s/d 3299 9999

0859
12 DIGIT
* 0859 20xx xxxx s/d 21xx xxxx
* 0859 59xx xxxx

* 0858 10 xxxxx
* 0858 11 xxxxx
* 0858 46 xxxx
* 0858 80 xxxxx
* 0858 85 xxxxx
* 0858 88 xxxxx

Three
* 0899 99 xxxx

Jawa Barat
Bogor, Ciawi, Cisarua
Telkomsel
* 0811 11 xxxx
* 0812 11 xxxxx
* 0813 117 xxxxx
* 0813 118 xxxxx
* 0813 119 xxxxx

Indosat
* 0855 2035 xxx
* 0855 2036 xxx
* 0855 2037 xxx
* 0855 2038 xxx
* 0855 2039 xxx
* 0855 204 xxxx
* 0855 205 xxxx
* 0855 206 xxxx
* 0855 209 xxxx
* 0816 63 xxxx
* 0815 460 xxxxx
* 0815 461 xxxxx
* 0815 462 xxxxx

XL
* 0817 10 xxxx
* 0817 40 xxxx
* 0817 900 xxxx
* 0817 901 xxxx
* 0817 902 xxxx
* 0817 903 xxxx
* 0817 904 xxxx
* 0817 905 xxxx
* 0818 10 xxxx
* 0818 0290 xxxx
* 0818 0291 xxxx
* 0818 062 xxxx
* 0818 08xx xxxx

Bandung
Indosat
0856 IM3
* 0856 21 xxxx
* 0856 24 xxxx
* 0857 21 xxxx
* 0857 24 xxxx

Telkomsel
* 0811 20 xxxx
* 0811 22 xxxx

XL
0818
* 0818 20 xxxx
* 0818 21 xxxx
* 0818 22 xxxx
* 0818 42 xxxx
* 0818 43 xxxx
* 0818 61 xxxx
* 0818 62 xxxx
* 0818 63 xxxx
* 0818 64 xxxx
* 0818 0200 xxxx
* 0818 0201 xxxx
* 0818 0202 xxxx
* 0818 0203 xxxx
* 0818 0204 xxxx
* 0818 0205 xxxx
* 0818 0206 xxxx
* 0818 0207 xxxx
* 0818 0208 xxxx
* 0818 0209 xxxx
* 0818 0210 xxxx
* 0818 0211 xxxx
* 0818 0212 xxxx
* 0818 0213 xxxx
* 0818 0214 xxxx
* 0818 0219 xxxx
* 0818 0220 xxxx
* 0818 0221 xxxx
* 0818 0222 xxxx
* 0818 0223 xxxx
* 0818 0224 xxxx
* 0818 0225 xxxx

0817
* 0817 20 xxxx
* 0817 21 xxxx
* 0817 22 xxxx
* 0817 42 xxxx
* 0817 43 xxxx
* 0817 61 xxxx
* 0817 62 xxxx
* 0817 920 xxxx
* 0817 921 xxxx
* 0817 922 xxxx
* 0817 923 xxxx
* 0817 924 xxxx
* 0817 925 xxxx
* 0817 926 xxxx
* 0817 230 xxxx
* 0817 231 xxxx
* 0817 232 xxxx
* 0817 233 xxxx
* 0817 234 xxxx
* 0817 235 xxxx
* 0817 236 xxxx
* 0817 237 xxxx
* 0817 238 xxxx
* 0817 239 xxxx
* 0817 020 xxxx
* 0817 021 xxxx
* 0817 024 xxxx
* 0817 025 xxxx
* 0817 026 xxxx
* 0817 027 xxxx
* 0817 028 xxxx
* 0817 029 xxxx
* 0817 927 xxxx
* 0817 928 xxxx
* 0817 929 xxxx
* 0817 022 xxxx
* 0817 023 xxxx

Cirebon dan sekitarnya
XL
* 0818 23 xxxx
* 0818 0230 xxxx
* 0818 0231 xxxx
* 0818 0232 xxxx
* 0818 0233 xxxx
* 0817 906 xxxx
* 0817 907 xxxx
* 0817 908 xxxx
* 0817 909 xxxx
* 0817 92 xxxxx
* 0817 046 xxxx
* 0817 068 xxxx
* 0817 069 xxxx

Jawa Tengah
Semarang
Telkomsel
0811
* 0811 27 xxxx
* 0811 280 xxx
* 0811 288 xxx
* 0811 289 xxx
* 0811 290 xxx
* 0811 296 xxx
* 0811 297 xxx
* 0811 298 xxx
* 0811 299 xxx

0812
* 0812 250 xxxx
* 0812 251 xxxx
* 0812 252 xxxx
* 0812 253 xxxx
* 0812 254 xxxx
* 0812 255 xxxx
* 0812 256 xxxx
* 0812 257 xxxx
* 0812 28 xxxxx
* 0812 290 xxxx
* 0812 291 xxxx
* 0812 292 xxxx
* 0812 293 xxxx

0852
* 0852 25 xxxxx
* 0852 92 xxxxx
* 0852 23

0813
* 0813 25 xxxxx
* 0813 260 xxxx
* 0813 261 xxxx
* 0813 262 xxxx
* 0813 263 xxxx
* 0813 264 xxxx
* 0813 265 xxxx
* 0813 266 xxxx
* 0813 267 xxxx
* 0813 90 xxxxx
* 0813 91 xxxxx
* 0813 92 xxxxx
* 0813 93 xxxx

XL
* 0818 29 xxxx
* 0818 24 xxxx
* 0818 45 xxxx
* 0818 0240 xxxx
* 0818 0241 xxxx
* 0818 0242 xxxx
* 0817 24 xxxx
* 0817 29 xxxx
* 0817 45 xxxx
* 0817 950 xxxx
* 0817 951 xxxx
* 0817 952 xxxx
* 0817 953 xxxx
* 0817 954 xxxx
* 0817 955 xxxx
* 0817 956 xxxx
* 0817 957 xxxx
* 0817 054 xxxx
* 0817 055 xxxx
* 0817 056 xxxx
* 0817 058 xxxx
* 0817 059 xxxx
* 0817 415 xxxx
* 0817 416 xxxx
* 0817 417 xxxx
* 0817 418 xxxx

Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes
Telkomsel
* 0813 268 xxxx
* 0813 269 xxxx
* 0852 268 xxxx

Purwokerto, Purbalingga, Cilacap dsk
Telkomsel
* 0811 260 xxx
* 0811 261 xxx
* 0811 281 xxx
* 0811 291 xxx
* 0812 266 xxx
* 0812 267 xxx
* 0812 289 xxx
* 0812 299 xxx
* 0813 27 xxxxx
* 0813 91xxxxx
* 0852 27 xxxx
* 0852 91 xxxx

DI Yogyakarta
AS
* 085228***
* 085246***
* 085252***
* 085257***
* 08528***
* 08529***

Simpati
0812: / 0813:
* 0812270***
* 0812277***
* 0812279***
* 0812158***
* 08132833***
* 08132925***
* 08139178***
* 08139221***

Mentari/matrix
0815: / 08166:
* 081578***
* 081568***
* 081668***

Im3
0856: / 0858:
* 085628***
* 085629***
* 085639***
* 085643***
* 085868***

Xl
0817: / 0818:
* 081704***
* 081727***
* 081760***
* 081794***
* 081806***
* 081808***
* 081826***
* 081825***
* 08195***
* 081931***

Jawa Timur
Surabaya
Telkomsel
0811
* 0811 30 xxxx
* 0811 31 xxxx
* 0811 32 xxxx
* 0811 33 xxxx
* 0811 34 xxxx

0812
* 0812 30 xxxx
* 0812 31 xxxx
* 0812 32 xxxx
* 0812 35 xxxx
* 0812 16 xxxx
* 0812 17 xxxx

0813
* 0813 30 xxxx
* 0813 31 xxxx
* 0813 32 xxxx
* 0813 57 xxxx

0852
* 0852 30 xxxx
* 0852 31 xxxx
* 0852 32 xxxx
* 0852 33 xxxx
* 0852 57 xxxx

XL
0817
* 0817 030
* 0817 031
* 0817 032
* 0817 033
* 0817 036
* 0817 039
* 0817 30
* 0817 31
* 0817 32
* 0817 33
* 0817 37
* 0817 39
* 0817 50
* 0817 51
* 0817 52
* 0817 58
* 0817 59

0818
* 0818 030
* 0818 031
* 0818 032
* 0818 033
* 0818 30
* 0818 31
* 0818 32
* 0818 33
* 0818 37
* 0818 39
* 0818 50
* 0818 51
* 0818 52
* 0818 57
* 0818 58
* 0818 59

0819
* 0819 310
* 0819 315
* 0819 380
* 0819 381
* 0819 383

0859
* 0859 31

Lippo Tel / Axis
* 0831 540
* 0831 541
* 0831 542
* 0831 543
* 0831 544
* 0831 57
* 0831 58

Indosat
0815
* 0815 50
* 0815 51
* 0815 52
* 0815 53

0816
* 0816 15
* 0816 50
* 0816 51
* 0816 52

* 0816 53
* 0816 54

0858
* 0858 5

0856
* 0856 30
* 0856 31
* 0856 32
* 0856 33
* 0856 34
* 0856 36
* 0856 450
* 0856 451
* 0856 452
* 0856 453
* 0856 454
* 0856 455
* 0856 456
* 0856 48
* 0856 491
* 0856 550
* 0856 551
* 0856 552
* 0856 553
* 0856 554
* 0856 460
* 0856 461
* 0857 30
* 0857 31
* 0857 32

Three
* 0899 33
* 0899 37
* 0899 38
* 0899 39
* 0899 36

Malang
Indosat
* 0816 55
* 0815 55
* 0856 35
* 0856 49

Lippo Tel
* 0831 56

Three
* 0899 03

XL
* 081 853

Halo
* 081 136

Simpati
* 081 2338
* 081 2339

Bali
XL
081755 081855

Nusa Tenggara Barat
Bima
Kartu AS
* 085237
* 085228
* 085239
* 085253

Simpati
* 081339
* 081353

Kartu Halo
* 081237

ProXL
* 081917

Nusa Tenggara Timur
Telkomsel
* 085226***
* 085231***
* 085239***
* 085253***
* 081237***
* 081239***
* 081246***
* 081339***
* 081342***
* 081353***
* 081357***

Indosat
* 081529***
* 085739***

Kalimantan Barat
Pontianak
Telkomsel
0812 0813 0852
081256 081345 085245
081257 081352 085252
line3 line3 085246
line4 line4 085253

Indosat
0815 0856 head3
081579 085650 line1
081522 line2 line2

Kalimantan Tengah
Telkomsel
* 0811 52 xxxx

Kalimantan Selatan
Indosat
* 0815 215 xxxxx
* 0815 216 xxxxx
* 0816 456 xxxx
* 0856 512 xxxxx
* 0857 501 xxxxx
* 0857 504 xxxxx
* 0857 512 xxxxx
* 0857 514 xxxxx

Telkomsel
* 0811 50 4xxx
* 0811 50 5xxx
* 0811 50 6xxx
* 0811 50 7xxx
* 0811 50 8xxx
* 0811 50 9xxx
* 0811 51 xxxx
* 0811 500 xxxx
* 0812 500 xxxx
* 0812 502 xxxx
* 0812 503 xxxx
* 0812 504 xxxx
* 0812 506 xxxx
* 0812 510 xxxx
* 0812 511 xxxx
* 0812 512 xxxx
* 0812 513 xxxx
* 0812 517 xxxx
* 0812 518 xxxx
* 0813 480 xxxxx
* 0813 481 xxxxx
* 0813 482 xxxxx
* 0813 484 xxxxx
* 0813 485 xxxxx
* 0813 486 xxxxx
* 0813 487 xxxxx
* 0813 488 xxxxx
* 0813 489 xxxxx
* 0813 490 xxxxx
* 0813 494 xxxxx
* 0813 495 xxxxx
* 0813 496 xxxxx
* 0813 497 xxxxx
* 0813 511 xxxxx
* 0813 512 xxxxx
* 0813 513 xxxxx
* 0813 514 xxxxx
* 0813 515 xxxxx
* 0813 516 xxxxx
* 0813 517 xxxxx
* 0813 518 xxxxx
* 0813 519 xxxxx
* 0852 480 xxxxx
* 0852 481 xxxxx
* 0852 482 xxxxx
* 0852 483 xxxxx
* 0852 486 xxxxx
* 0852 487 xxxxx
* 0852 488 xxxxx
* 0852 510 xxxxx
* 0852 511 xxxxx
* 0852 512 xxxxx
* 0852 513 xxxxx
* 0852 514 xxxxx
* 0852 515 xxxxx
* 0852 516 xxxxx
* 0852 517 xxxxx
* 0852 518 xxxxx

Kalimantan Timur
Samarinda
Telkomsel
* 0811 55 xxxx
* 0811 58 xxxx
* 0812 55 xxxx
* 0812 58 xxxxx
* 0813 467 xxxxx
* 0813 468 xxxxx
* 0813 469 xxxxx

Indosat
* 0816 20 xxxx
* 0815 20 xxxx
* 0815 45 xxxx
* 0816 45 xxxx

XL
* 0819 540 xxxx
* 0819 501 xxxx
* 0819 502 xxxx
* 0819 503 xxxx

Balikpapan
Telkomsel
* 0811 53 xxxx
* 0811 54 xxxx
* 0811 59 xxxx
* 0812 53 xxxx
* 0812 54 xxxx
* 0812 58 xxxx
* 0813 46 xxxx
* 0813 47 xxxx
* 0813 50 xxxx
* 0852 46 xxxxx

Sulawesi Utara
MANADO
XL
* 0878 46xxxxxxx

Gorontalo
* 0878 45xxxxxxx

Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan

Telkomsel
* 0811 41 xxxx
* 0811 42 xxxx
* 0811 44 xxxx
* 0811 46 xxxx
* 0812 41 xxxxx
* 0812 42 xxxxx
* 0813 421 xxxxx
* 0813 422 xxxxx
* 0813 423 xxxxx
* 0813 424 xxxxx
* 0813 425 xxxxx
* 0813 426 xxxxx
* 0813 427 xxxxx
* 0813 429 xxxxx
* 0813 436 xxxxx
* 0813 438 xxxxx
* 0813 439 xxxxx
* 0813 550 xxxxx
* 0813 551 xxxxx
* 0813 552 xxxxx
* 0813 553 xxxxx
* 0813 554 xxxxx
* 0813 555 xxxxx
* 0813 556 xxxxx
* 0813 550 xxxxx
* 0813 464 xxxxx

Indosat
* 0816 27 xxxx
* 0816 43 xxxxx
* 0815 25 xxxxx
* 0815 240 xxxxx
* 0815 242 xxxxx
* 0815 243 xxxxx
* 0815 244 xxxxx
* 0815 249 xxxxx
* 0815 431 xxxxx

XL
* 0819 41 xxxxx
* 0819 42 xxxxx
* 0819 442 xxxxx
* 0878 41 xxxxx
* 0878 42 xxxxx

Papua dan Irian Jaya Barat
Jayapura
Telkomsel
* 0811 480 xxx
* 0811 481 xxx
* 0811 482 xxx
* 0811 483 xxx
* 0811 484 xxx
* 0811 487 xxx
* 0811 488 xxx
* 0811 489 xxx
* 0812 480 xxx
* 0812 481 xxx
* 0812 484 xxx
* 0812 485 xxx
* 0812 486 xxx
* 0812 487 xxx
* 0812 488 xxx
* 0812 489 xxx
* 0813 44 xxxxx
* 0813 54 xxxxx
* 0852 44 xxxxx

Timika
Telkomsel
* 0811 49 xxx
* 0812 40 xxxx
* 0813 54 xxxx
* 0852 44 xxxx
* 0852 45 xxxx
* 0853 54 xxxx

Indosat
* 0856 96 xxxx
* 0857 96 xxxx

XL
Biak, Merauke
Telkomsel
* 0811 487 xxx
* 0812 482 xxxx

Manokwari
Telkomsel
* 0812 483 xxxx

Bila anda mempunyai Daftar Kode Area Telepon Operator Selluler yang belum tercantum pada daftar diatas silakan dilengkapi dengan menuliskannya di kotak komentar

Semoga Informasi Kode Area Nomor Selluler GSM diatas dapat memberikan manfaat bagi anda semua.


Tujuh Belasan

13/08/2009

Bulan Agustus datang, orang ramai-ramai menulis tentang kemerdekaan, arti kemerdekaan, merebut kemerdekaan, mengisi kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, pokoknya ada kata ‘kemerdekaan’.

Saya juga ikutan !

Bulan Agustus, selalu datang setiap tahun, dan setiap kali, pasti ada keramaian berbagai pihak ‘memperingati’ hari kemerdekaan.   Namun sejauh yang saya amati, ternyata kebanyakan yang terjadi adalah bukan ‘memperingati’, melainkan mengadakan kegiatan untuk bersenang-senang, meriah, dapat hadiah dalam lomba ini-itu.    Membuat gapura, membuat tulisan dirgahayu, pasang lampu warna-warni, mengecat sana-sini.   Ada juga karnaval, mulai dari jalan kaki, bersepeda roda dua, sampai kendaraan kelas berat roda enam-belas.    Lalu di berbagai instansi dan sekolah, ada upacara bendera, yang formatnya sudah tertentu.   Bahkan kadang-2 upacara dilakukan secepat-kilat, karena para boss mau ikut upacara lagi di level lebih tinggi.    Anak-2 sekolah habis upacara bisa jadi langsung bertebaran entah kemana, yg jelas tidak melanjutkan pelajaran di sekolah.

Setelah hiruk pikuk ‘memperingati’ hari kemerdekaan usai, maka kita semua kembali ke dalam rutinitas seperti biasa.    Anak sekolah ya tetap bersekolah dgn segala tetek-bengeknya, dgn UAN-nya yang menakutkan misalnya.  Orang tua kembali sibuk dengan pekerjaannya, dengan kepusingannya mengelola penghasilan yang tak sebanding dgn pengeluarannya, sibuk mencari peluang, baik yang halal maupun yang agak halal.   Dalam hati saya bertanya, “apa yang kita dapatkan, baik secara tangible maupun intangible, dari hiruk pikuk memperingati kemerdekaan itu, berkaitan dengan kehidupan kita berbangsa dan bernegara?”.

Saya pribadi – yg sudah tua ini -, tidak merasakan manfaat dari hiruk-pikuk ‘memperingati kemerdekaan’ itu.

—ooOoo—

Duluu, ketika masih SD, diajari menyanyikan lagu-2 cinta tanah air (kami sebut lagu-2 wajib kala itu), cukup banyak.  Setiap Senin ada upacara, menaikkan bendera merah-putih, menyanyikan lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’ dengan khidmat.  Membaca Pancasila, Pembukaan UUD 45, bahkan saya termasuk salah satu yang hafal Pembukaan UUD 45 itu (sampai sekarang lho).    Setelah mendengar wejangan dari bapak kepsek, upacara selesai, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu cinta tanah air tadi.     Saya (yg masih anak-anak) waktu itu, sangat ‘terpengaruh’ oleh kegiatan/suasana saat itu.   Pendek kata, sadar menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Di SMP , dan SMA juga demikian.   Kami bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan baik, juga lagu-lagu lainnya.   Puncaknya biasanya pada saat upacara 17-an tiba.   Semua berkumpul di lapangan utk upacara di tingkat kabupaten.    Hampir semua sekolah mengirimkan wakil siswa-siswinya dalam upacara tersebut.   Dan saya? tidak pernah absen, bahkan boleh dikatakan hampir selalu menjadi petugas upacara.  Misalnya petugas menaikkan bendera dll.    Rasanya bangga betul, walau di tingkat kabupaten.   Dan rasanya ‘Indonesia’ banget gitu lho.    Apalagi, ketika saya melihat bapak saya (yg pahlawan itu) lengkap dgn pakaian dinas upacaranya, berdiri di deretan depan.  Dan juga tak jarang kakak saya yg alumnus akabri itu, berdiri tegap menjadi komandan upacara.    Lebih-lebih, ketika saya diberi penghargaan dalam upacara 17-an tersebut, sebagai pelajar teladan.  WUihhhhh rasanya Indonesia ini menjadi milik saya, bangga betul jadi anak Indonesia.

Itu cerita duluuuu sekali, waktu jadi anak sekolah.

–ooOoo–

Ketika kuliah?  wah…. saya kehilangan moment-2 istimewa di hari kemerdekaan, mungkin pas angkatan saya saja yang tidak terlibat.   Seingat saya, selama kuliah saya tidak pernah hadir upacara bendera 17-an di kampus saya., padahal pengin banget ikut kalau ada.

Ketika bekerja juga sama saja, bahkan karena kesibukan mencari uang ini, sudah tidak memperdulikan lagi ttg hal-hal seperti itu, lagu Indonesia Raya mulai jarang, amat jarang saya nyanyikan.   Semoga saja tidak lupa syairnya.   Pancasila dan Pembukaan UUD 45 memang masih hafal, tapi cuma hafal doang, tidak lagi ‘concern’ dgn makna yang tersirat di dalamnya, itu buang-2 waktu saja.      Makin lama rasa kebanggaan thdp tanah air, makin tidak jelas, masih ada atau tidak.   Terjun dalam masyarakat, semakin ruwet melihat kenyataan yang ada.

Makin hari kenyamanan dan kesejahteraan tidak meningkat, jumlah kendaraan dan polusi yang jelas meningkat! Kayaknya makin jauh dari cita-cita di Pembukaan UUD 45.   Ranking korupsi masih tinggi, human development index masih jelek.   Kerukunan bagai api dalam sekam.   Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.   Mbah Surip yang biasa itu jadi terkenal, sementara orang Indonesia pasti banyak yang nggak kenal sama cewek yang bernama Soetjen Marching.

–ooOoo–

Memperingati kemerdekaan, sudah tanpa makna. Setelah selesai memperingati hari keramat ini, kita kembali ‘eker-ekeran’ dhewe.   Terus kemana rasa kebangsaan kita ini?  Lihat saja perilaku para elit politik, lihat saja KPK vs POLRI, atau KPU vs MK, kapan kita bisa ‘rangkulan’ utk membangun negri ini ke arah yang lebih baik ya?

Barangkali, kita harus mendeklarasikan, perang, mengangkat senjata melawan negara lain,  ostrali umpamanya, baru kita bisa ‘rangkulan’.

gitu kali ya …

salam,

harisxyz di luar negri, bukan ostrali.


Saat engkau cemberut

10/08/2009

Saat engkau cemberut, engkau telah membungkus senyuman ramahmu untuk sahabat dan saudaramu! Padahal Tuhan menaruh harapan, melalui dirimu, saudaramu yang sedih akan merasa nyaman tinggal di hatimu!

Saat engkau muram dan memalingkan wajahmu kepada orang yang berada dalam kesulitan hidupnya, engkau sebenarnya telah menyembunyikan cinta Tuhan yang engkau percayakan kepadamu. Padahal kehadiranmu diharapkan menjadi tanda cinta-Nya yang membawa harapan.

Saat engkau mencari harga dirimu dan takut wibawamu merosot turun, engkau sebenarnya telah membungkus kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Padahal Tuhan mau menganugerahkan rahmat kebijaksanaan: menjadi mulia dalam kerendahan hati, namun engkau tidak mau untuk terluka sebentar saja.

Saat engkau membuang muka kepada temanmu yang telah menjengkelkan dirimu, engkau telah membungkus rapat hatimu yang penuh belas kasih dan pengampunan. Padahal Tuhan sudah memberikan kepadamu mandat untuk mengampuni, yakni tidak menghakiminya lagi, melainkan justru memberikan kesempatan kepadanya untuk berubah. Begitu besar cinta Tuhan, sampai pengampunan pun dipercayakan kepada manusia, agar manusia dengan mudah memaafkan sesamanya!

Saat engkau menolak anakmu untuk bersandar pada bahumu, saat itulah juga engkau kehilangan kesempatan untuk merasakan tangisan, detak jantung anakmu yang mempercayakan hidupnya kepadamu. Begitulah anakmu percaya kepadamu, orang tuanya. Anakmu yakin engkau tidak akan menyakiti hatinya, melukai tubuhnya, melainkan anakmu percaya, engkau orangtuanya akan mendidik dan merawatnya penuh kasih! Tuhan pun percaya dan menaruh harapan kepadamu sebagai orang tua.

Saat engkau menyalahgunakan kehendak bebasmu untuk berbuat dosa, di situlah sebenarnya rahmat belas kasih Tuhan yang maharahim berlimpah limpah. Namun rahmat itu tidak akan dirasakan kalau kita masih “hidup”: membela diri terus dengan 1001 alasan yang membenarkan diri sendiri meskipun sudah ditunjukkan kesalahanmu. Kita butuh belajar “mati”: kehilangan harga diri, agar kita mampu menemukan rahmat Tuhan yang berbelas kasih kepada orang berdosa. Itulah ibarat, ikan yang hidup di tengah lautan tidak akan menjadi asin meski air lautnya asin.Namun hanya ikan mati yang dapat diasini karena fungsi “self defense mecanism” ikan itu sudah tidak berjalan lagi. Begitulah diri kita sebenarnya. “Kamu adalah garam dunia”. Mungkinkah kita akan menjadi garam bila kita tidak “mati”? Kita akan menjadi garam kalau berani kehilangan “sikap membela diri”.

Tanah yang subur, mudah dicangkul dan menyerap air apa saja. Tanah itu selalu siap untuk ditanam “biji-bijian” yang menjadi benih tanaman untuk bertunas. Apakah kita ini siap menjadi biji gandum, biji rambutan, biji padi, yang siap ditanam? Tanah itu bisa jadi hidup kita bersama, ada yang tandus, ada yang subur, ada yang dikelilingi semak berduri, atau seperti tanah di atas bebatuan, atau seperti tanah di pinggir jalan? Terhadap orang lain, kita dipanggil menjadi tanah yang subur agar sahabatku, bagaikan biji padi, siap bertunas, tumbuh dan berbuahkan bulir padi yang bermutu. Bagi diri sendiri, kita dipanggil untuk menjadi “biji” yang siap mati untuk ditanam, di manapun kita akan hidup. Tuhanlah yang memberi hidup dan pertumbuhan kepada biji itu…dan kitalah yang dipanggil saling merawat dan memupuk tanah kehidupan bersama.

Semoga hari esok ada banyak kejutan yang membuat hidupmu menjadi tanah yang subur bagi banyak orang! Semoga kita mau menjadi biji padi yang jatuh ke tanah dan mati, agar berlimpah buah padinya saat panen nanti.


Kursus pra-nikah

07/08/2009

Pernahkah anda, wahai para suami dan istri, belajar tentang misalnya:

“Mengapa ya perempuan kok lebih cerewet dari lelaki”

“Mengapa perempuan kurang bisa baca peta”

“Mengapa lelaki enggan bertanya kalau kesasar?”

“Kok bisa ya perempuan menerima telpon sambil memasak sambil momong anak?”

“Kenapa perempuan sering salah omong , ke kiri, padahal maksudnya ke kanan?”

“Kenapa lelaki susah mencari barang dalam kulkas?”

“Kenapa sensor cewek lebih bagus ketimbang cowok?”

“Kenapa suami kurang suka menemani istri keluar masuk toko?”

Saudara-saudaraku yang budiman dan budiwati (weh …aneh nih) …

Retaknya hubungan suami-istri bisa disebabkan hal-hal sepele karena kurang pahamnya masing-masing pihak thdp pihak lainnya.

Saya (wah buka rahasia nih), sering mengalami kejengkelan-2 karena hal-hal kecil yang dilakukan pasangan saya.  Misalnya dia salah tunjuk arah,  waktu saya nyetir dia bilang ke kanan, maksudnya ke kiri, ini benar-2 terjadi, dan merepotkan saya.   Lain kali dia masuk toko mengaduk-aduk isi toko, saya nunggu di luar saja bahkan makan-2 sendiri di sebelah.     Atau yang lebih menjengkelkan, menerima telpon kok ya sambil ngerjain pekerjaan lain, seakan-akan tidak menghargai penelpon.     Isi mobilnya bukan main banyaknya, ada bbrapa pasang sandal dan sepatu, belum lagi kotak makanan atau gelas minuman.     Yang membuat saya ketar-ketir, kalau dia sudah mulai membuka tasnya, dan mencari-cari sesuatu ….. wahhhh saya cuma bisa berdoa, semoga ketemu apa yg dicarinya.    Saya betul-2 sport jantung ketika dia mencari-cari passport-nya, ini kejadian minggu lalu di Bangkok.    Untung ketemu!  Kalau tidak …wah bisa panjang urusannya.    Cara berpikirnya-pun aneh menurut saya.  Seringkali kalau berdiskusi malah jadi kacau dan berakhir tidak menyenangkan.

Mungkin atau pasti, saya juga melakukan hal-2 yang tidak menyenangkan pasangan saya.  Mbuh nih, tanya dia saja.

Nah,  dua hari lalu saya menemukan sebuah buku, dan saya baca.  Ternyata ….. selama ini memang saya tidak tahu bagaimana atau apa bedanya lelaki dan perempuan.  He he he …. sungguh sangat terlambat.     Buku yang saya baca adalah buku “Why men don’t listen and women can’t read maps” karya Allan & Barbara Pease.

Buku ini sungguh hebat, bisa saya temukan landasan ilmiahnya, mengapa mahkluk lelaki dan perempuan ini begitu berbeda dalam bersikap.  Dan kemudian membuat saya mengerti dan paham.   Bahwa selama ini saya memang ternyata tidak paham.  He he he he.   Saya jadi sadar selama ini saya benar-benar salah dalam bersikap.

Selama ini saya tidak pernah mempelajari hal ini sejak TK sampai S3, saya yakin pasangan saya juga tidak mempelajari hal ini.

Nah, saya usul nih, sebelum perkawinan dilaksanakan, maka salah satu syaratnya adalah ikut kursus perkawinan yang materinya antara lain adalah buku tersebut.

Demikian saudara-saudara.


Informasi yang (tidak) informatif

07/08/2009

Kadang, penulis di media massa online lupa bahwa tulisannya bisa dibaca oleh orang-2, tak mengenal batas ruang dan waktu.   Kadang, sang penulis cuma menganggap, bahwa pembaca adalah tetangganya sendiri, atau orang-orang yang tinggal sekota dgnnya saja.

Ambil contoh berita ini “Maspion Adventure Carnival (MAC)” yang ditulis oleh jawapos.co.id hari ini, di sana tidak dituliskan di mana letak geografis atau alamat dari MAC tersebut, dianggapnya semua pembaca sudah tahu seluk beluk Surabaya.   Saya yang tertarik ingin ke sanapun menjadi kesulitan.  Harus bertanya dahulu ke pihak lain.

Bukan hanya media massa yang online, yang offlinepun tak jarang memuat tulisan yang kurang informatif.

Satu contoh, coba perhatikan koran-koran daerah, coba baca iklan bioskop, nah di sana hampir semuanya tidak menuliskan alamat bioskop tersebut.  Jadi sebagai turis lokal, saya tidak bisa langsung mengetahui dengan tepat di mana posisi bioskop tersebut.     Coba deh tengok koran ‘KR’ terbitan Jogjakarta, atau koran-2 lain.

Sepertinya para redaktur sudah harus bekerja lebih giat dan jeli lagi deh, bukan hanya kesalahan ketik (seperti tgl 24 september katanya hari libur natal, ini kata kompas.com nih)  melainkan juga kelengkapan informasinya, jangan hanya setengah-jadi.

Kuwi marak-ke mangkel…

(aku dhewe sing mangkel …, he he he he)


Influenza baru H1N1, swine flu, flu babi

06/08/2009

1. Apa yang disebut dengan influenza baru H1N1?
Influenza baru H1N1 merupakan influenza (flu) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A subtipe H1N1 baru strain Meksiko. Virus ini tidak ada kaitannya dengan virus influenza musiman yang ada selama ini (seasonal influenza).

2. Apa perbedaan influenza baru H1N1 dengan flu biasa dan flu burung?
Influenza baru H1N1 cukup berbahaya, mudah menular dan dapat menimbulkan kematian karena virus strain baru influenza H1N1 ini lebih berbahaya dibanding flu musiman seperti virus flu A H1N1, H2N1, H3N1 dan H3N2 yang biasa terdapat pada sesorang yang
menderita flu musiman. Penyebaran flu baru H1N1 telah menyebar di 99 negara dengan 55.867 kasus yang dilaporkan dan 238 kematian, sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) menaikkan status kewaspadaan pandemi influenza baru A H1N1 dari fase 5 ke fase 6 yang
merupakan fase tertinggi. Mekipun angka kematiannya (Case Fatality Rate/CFR) hanya sekitar 0,5% namun flu baru H1N1 ini mudah menular. Sampai saat ini (24 Juni 2009) di Indonesia sudah dilaporkan 2 kasus positif flu H1N1 dan keduanya merupakan kasus impor
yang artinya mereka tertular dari negara lain. Sedangkan flu burung H5N1 juga sangat berbahaya karena mematikan. Angka
kematiannya lebih dari 80%. Namun saat ini di Indonesia penularan flu burung H5N1 masih sebatas dari unggas ke manusia (fase 3). Sampai saat ini belum ada penularan flu burung H5N1 antar manusia.

3. Bagaimana seseorang dapat tertular influenza baru H1N1?
Virus dapat menular dari manusia ke manusia semudah seperti flu musiman biasa yang dapat ditularkan lewat paparan percikan ludah (droplet) seorang yang terinfeksi melalui batuk atau bersin yang terhirup atau yang mencemari tangan atau permukaan benda.
Untuk mencegah terjadinya penularan, seorang yang menderita flu harus melakukan etika batuk/bersin dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, bila flu berat sebaiknya tinggal di rumah sementara waktu, cuci tangan setelah beraktivitas, dan menjaga
jarak dengan orang yang sehat.

4. Apa gejala seseorang menderita flu baru H1N1?
Gejala flu baru H1N1 yang dapat sama dengan seperti flu biasa (influenza like-illnes), seperti demam (> 38oC), batuk, pilek, letih, lesu, sakit tenggorokan mungkin disertai mual, muntah dan diare, bila semakin berat akan mengakibatkan sesak napas atau napas sesak
yang menyebabkan terjadinya pneumonia yang mengakibatkan kematian.

5. Seberapa besar kita harus waspada terhadap penyebaran flu baru H1N1?
Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini karena pada tanggal 11 Juni 2009, dunia telah dinyatakan Pandemi oleh WHO.  Sebelumnya kita mengenal flu musiman biasa menyerang berbagai lapisan masyarakat. Banyak masyarakat yang memiliki kekebalan terhadap virus flu musiman tersebut sehingga memungkinkan terbatasnya penyebaran infeksi. Namun kasus kematian akibat flu musiman di negara dengan 4 musim masih cukup tinggi (5% -15%). Sedangkan virus influenza baru A H1N1 merupakan virus strain baru (Meksiko) yang sebagian besar orang belum memiliki kekebalan atau mempunyai kekebalan yang lemah kemudian bisa lebih parah dibandingkan flu musiman. Tingkat keparahan penyakit ini mulai dari ringan sampai berat yang mengakibatkan kematian. Sebagian besar orang yang terjangkit virus tersebut mengalami sakit yang ringan dan dapat sembuh tanpa obat antiviral atau tanpa pelayanan medis. Pada kasus yang lebih parah, lebih dari separuh dirawat di rumah sakit akibat minimnya pelayanan medis, tidak tersedianya antiviral yang cukup dan sistem kekebalan yang lemah.

6. Bagimana cara untuk mencegah tertular flu baru H1N1?

  1. Biasakan cuci tangan memakai sabun dengan air bersih sesering mungkin. Jagalah kebersihan diri dan lingkungan di sekitar Anda.
  2. Etika batuk/bersin yaitu bila bersin atau batuk, tutup hidung dan mulut dengan tisu dan tisu dibuang di tempat sampah. Jaga jarak atau kontak dengan orang lain terutama jika terlihat sakit flu. Jangan meludah di sembarang tempat.
  3. Bila mengalami gejala flu segera ke dokter, Puskesmas, Rumah Sakit atau klinik terdekat.

7. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa flu baru H1N1 telah
mencapai fase 6 dalam kewaspadaan pandemi, apa yang perlu Anda lakukan untuk
mencegah tertular flu baru H1N1?

  1. Hindari kontak dengan orang yang yang berasal atau baru bepergian dari negaraterjangkit (lihat informasi negara yang terjangkit flu ini yang dikeluarkan oleh WHO).
  2. Apabila sangat diperlukan harus bepergian ke negara terjangkit, lakukan tindakan pencegah yang diperlukan seperti cuci tangan sesering mungkin, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, hindari kontak dengan orang yang sedang flu, dan menggunakan masker yang telah direkomendasikan oleh Pejabat Berwenang Kesehatan setempat.
  3. Bila menderita flu, segeralah periksa ke klinik terdekat, dokter praktek, Puskesmas, atau Rumah Sakit. Sehingga semakin cepat diperiksa kesehatannya akan semakin cepat mendapatkan pelayanan kesehatan.

8. Apakah di Indonesia sudah ada yang terjangkit flu baru H1N1 (strain Meksiko)?
Sampai saat ini di Indonesia sudah dilaporkan adanya 2 (dua) penderita flu baru H1N1. Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K) pada hari Rabu, 24 Juni telah menyatakan bahwa dua kasus positif Influenza A H1N1 tersebut merupakan kasus impor, artinya mereka
tertular dari negara lain. Mereka itu adalah WA (Pria, 37 tahun), warga negara Indonesia (WNI), pekerjaan pilot. Sebelum sakit, WA pada tanggal 14 Juni 2009 terbang ke Perth, Australia dan kemudian tanggal 18 Juni 2009 pergi ke Hongkong. Pada tanggal 19 Juni
2009 yang lalu, WA masuk RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso dengan keluhan demam. Kondisi kesehatan pasien membaik dan saat ini masih diisolasi di rumah sakit tersebut. Kasus kedua adalah BM (wanita, 22 tahun), warga negara Inggris, tinggal di Melbourne
Australia. Ia berkunjung ke Bali tanggal 19 Juni 2009. Tanggal 20 Juni 2009 BM merasa panas dan batuk. Kemudian berobat ke rumah sakit dengan membawa Health Alert Card yang didapat dari Bandara Ngurah Rai dan langsung dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.
Kondisi pasien saat ini baik dan masih diisolasi di rumah sakit tersebut. Departemen Kesehatan telah menetapkan langkah-langkah untuk mengatasi penyakit yang sudah merebak di 99 negara di dunia, dengan:

  1. Meningkatkan kewaspadaan di seluruh jajaran kesehatan serta mengirimkan Surat Edaran baru dari Menkes dan Dirjen P2PL yang menyatakan adanya kasus influenza H1N1 baru di Bali dan Jakarta.
  2. Meningkatkan aktivitas semua fasilitas kesehatan di RS, KKP, Laboratorium dan sarana kesehatan lainnya.
  3. Meningkatkan kesiapan logistik serta kemampuan SDM.
  4. Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat (Jumpa Pers, Iklan Layanan Masyarakat, Talkshow di Radio dan Televisi, Poster dan Leaflet) .
  5. Masyarakat dapat menghubungi Posko Kejadian Luar Biasa (KLB) : Telp. (021) 4257125; Fax : (021) 42877588 ; Email : poskoklbp2pl@yahoo.com ; Call Center: (021) 30413700; Website Depkes :www.depkes.go.id dan www.penyakitmenular.info

9. Apakah sudah ada obat atau vaksin yang ampuh untuk flu baru H1N1?
Sampai saat ini belum ada vaksin yang ampuh untuk mencegahanya. Obat antiviral yang masih efektif untuk pengobatan adalah Oseltamifir (Tamiflu), dengan catatan segera mendapatkan pengobatan setelah merasa sakit flu.


SMS GRATIS, SMS GRATIS, SMS GRATIS

06/08/2009

Bagi penggemar gratisan, ini lho ada fasilitas kirim sms gratis, silahkan coba ya.

www.freesms4us.com

semoga berhasil.


Bandara Sorong vs bandara LCCT dan Svarnabhumi

02/08/2009

Anda tahu di mana kota Sorong?  Iya benar … Sorong ada di Papua, tepatnya di daerah kepala burung, silahkan lihat peta atau google earth utk memastikan.    Bagi anda yang sering ke Sorong, tentu hafal benar bagaimana bandara Sorong ini.   Sebenarnya, bandara Sorong dulu terletak di sebuah pulau kecil, Pulau Jefman namanya.  Ini bandara bekas perang jaman Jepun dulu.   Tapi sejak sekitar delapan tahun terakhir Sorong sudah punya bandara sendiri, di daratan, bukan di pulau.   Nama resminya bandara “Domino Edward Osok”.    Terakhir saya ke sana, bulan lalu, kondisi bandara sudah lumayan dibanding tahun 2004.    Sudah ada tempat parkir yang luas.  Sudah ada gedung ruang tunggu.  Walaupun kecil namun sudah lumayanlah.   Daripada dulu, cuma ada atap seng saja, utk kitorang tunggu pesawat, terlalu sederhana.

Yang menarik, di bandara Sorong ‘Eduard Domino Osok’ ini adalah, adanya dua buah bus, yang mondar-mandir mengantar penumpang dari ruang tunggu ke pesawat atau sebaliknya.    Dan anda tahu berapa jarak dari ruang tunggu ke pesawat?   tak lebih dari 100 meter saja.    he he he, saya pernah ketinggalan bus ini, dan saya jalan kaki saja sampai di pintu pesawat, dan saya tidak tertinggal.

Nah bandingkan sekarang dengan bandara Svarnabhumi, Bangkok atau LCCT Kuala Lumpur.   Jumat kemarin, saya di Svarnbhumi, bener-2 merasa dikerjain oleh bandara,  bayangkan turun dari taxi, harus berjalan arah balik sekitar 200 meteran ke tempat check-in, setelah check-in, balik lagi ke arah imigrasi, sama jauhnya, lalu ke ruang tunggu, kira-2 ada kalau 1 km, jalan kaki bung, ke ruang tunggu E7 ! Sebagian memang ada eskalator-datarnya.  Dengan menyeret dua koper besar, sakit rasanya bahu dan kaki ini.   Saya jadi teringat bandara Osok di Sorong tadi yang begitu nyaman, naik bus utk jarak 100 meter saja.

Ehhhh penderitaan belum berakhir, mendarat di LCCT (Kuala Lumpur), entah apa sebabnya atau memang aturannya, itu pesawat parkir di pojok yang paling jauh dari pintu keluar.   Dan kembali saya berjalan kaki, kira-2 hampir 1 km juga tuh.  Belum pernah saya jalan di bandara sejauh ini.    Dari pintu keluar, ke arah bus, ehhh jauh juga, 250 an meterlah.    Kembali saya teringat bandara ‘Osok’ di kampung halamanku di Sorong sana.

Enak betul lho di ‘Osok’, turun pesawat langsung naik bus, di atas bus tak sampai 2 menit, masuk di ruang pengambilan bagasi, ambil bagasi langung keluar, dan mobil penjemput sudah terlihat di depan hidung.  Kalau mau naik ojeg, yach tinggal melambaikan tangan saja. Beres deh.

Jadi, ternyata bandara ‘Osok’ lebih sip deh ketimbang ‘LCCT’ di KL maupun Svarnabhumi di Bangkok.

(* cuman yaitu, pilotnya harus ekstra hati2, kadang-2 ojeg juga melintas di run-way, dan tampaknya ruang tunggu sudah tak muat, harus dibesarkan lagi … heheheheh *)

Salam utk Pak Walikota Sorong (mantan teman SMA-ku).


Menyusuri sungai Chao Praya Bangkok

02/08/2009

Sungai Chao Praya ini merupakan sungai yang besar, membelah kota Bangkok.   Perkembangan kota Bangkok ini diawali dari sungai ini.  Di sepanjang sungai ini banyak terdapat candi-candi Budha (mereka sebut Wat).    Menyusuri sungai ini, merupakan agenda wajib bagi para turis.   Sekali lewat, kita bisa men-scan banyak tempat tujuan wisata.   Salah dua yang terkenal adalah Grand Palace dan Wat Pho.

Kebetulan saya menginap di Imperial Queen Park Hotel,  sehingga harus naik BTS dua kali (BTS ini sejenis KRL), dari stasiun Pham Prong ke Siam, lalu dari Siam ke Thaksin.  Nah di satsiun BTS Thaksin inilah, kita akan mulai banyak ditawari oleh penjaja tour utk menyusuri sungai.  Berbagai tawaran menggiurkan disampaikan plus foto-2nya dengan harga yang relatif mahal (lebih dari 1000 baht).  Nah ini saatnya anda waspada dan hati-2, saya sarankan anda jangan terpengaruh, dan jangan beli apa-apa disini.   Berjalanlah terus sampai ke bawah, keluar dari stasiun, dan langsung ketemu sungai, ketemu dermaga.

Menurut saya ada dua pilihan yang menarik bgmana cara anda menyusuri sungai yang sangat lebar dan berombak cukup besar ini.  Pilihan pertama, anda bisa ikut perahu khusus turis, bayar 130 baht/orang., anda harus menyisihkan waktu sekitar 4 jam pp, maka sebaiknya datanglah sebelum jam 11.00 di dermaga ini.    Perahu cukup besar, bisa mengangkut sekitar 120 orang, dan ada pemandu berbahasa Inggris.    Perahu ini akan menyusuri sungai dan akan berhenti di dermaga dekat Grand Palace dan Wat Pho, tetapi ingat untuk masuk ke kedua tujuan tersebut, anda harus bayar sendiri 50 baht.

Pilihan kedua, nah ini pilihan yang saya ambil, sebagi turis yang berkantong tipis dan suka tantangan (maksudnya bisa ngirit hehehe).  Pilihlah naik perahu reguler.  Perahu ini melayani rakyat kebanyakan, dan memang sehari-2 untuk transportasi kota, lewat sungai.   Banyak masyarakat menggunakannya.   Ada beberapa jalur (merah, hijau, kuning dan orange).  Pilihlah yang orange,  karena jalur ini akan singgah di GRand palace dan Wat Pho.  Hati-2 jangan salah naik, karena kalau salah anda akan terbawa ke lain tujuan.   Di perahu terlihat benderanya, yang berwarna sama dgn warna jalurnya.  Anda bisa salah naik karena pengumuman selalu menggunakan bahasa Thai, bukan bhs Inggris, so hati-2 kawan …

Tiket bisa dibeli di dermaga, bisa juga di atas kapal, ada kondekturnya, persis seperti kalau naik bis kota di Jawa.   Kalau pas ramai, anak-2 sekolah pulang, atau orang kantoran pulang, maka bisa saja anda tidak kebagian tempat duduk, berdiri bergelantungan juga pemandangan biasa di sini.    Nah, turunlah di dermaga Grand Palace, tiket cuma 20 baht.  Murah bukan?   Oh ya, jangan pilih duduk di depan, nanti terkena air yang muncrat, karena ombak yang cukup besar.

Turun di Grand Palace, ikut saja arus orang keluar, nanti ketemu Grand Palace, masuknya bayar 50 baht.  Dari grand Palace anda bisa ke Wat Pho, itu patung Budha yang tiduran, terbuat dari emas, dan buesaaaarrrr sekali.   Dari Grand Palace bisa naik tuk-tuk 40 baht, tidak jauh sih, cuma akan capek kalau jalan kaki.     Di Wat Pho ini anda bisa berfoto-foto, lepas sandal dulu kalau masuk.  Sayangnya itu patung Budha yg tiduran, tidak bisa di foto utuh, sebab terlindungi oleh bangunan dan dikelilingi rantai dengan pengamanan ketat.  Mungkin jaga-jaga siapa tahu ada turis yang mau ‘nyuwil’ jarinya, kan lumayan … berapa gram emas tuh, he he he.

Dari Wat Pho, anda bisa kemana-mana ke Wat Wat yang lain, silahkan lihat peta!  Dan pulangnya nanti, silahkan ke dermaga terdekat, dan naik perahu lagi pilih jalur (warna/bendera) yang singgah di dermaga  Thaksin.  Dar Thaksin ini anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan BTS (ini sejenis KRL, tapi dijamin jauh lebih aman dan nyaman ketimbang  KRL jabotabek).

OK, ada pertanyaan?

silahkan, saya tunggu.


Hati-2 belanja di Pat Pong – Bangkok

02/08/2009

Sama juga dengan belanja di kaki lima Malioboro Yogyakarta Indonesia, atau di Petaling Chinatown KL Malaysia, namanya tempat tujuan wisata,  pasti sipenjual pengin ambil untung sebanyak-banyaknya.   Siapa tahu ada turis yang lagi pusing dan nggak mikir soal nilai-tukar uang, sehingga benar-2 bisa dikerjain.

Nah, dua hari lalu saya ke Pat Pong,  memang ini red-district area, tapi saya bukan mau ‘jajan’ di sana melainkan cuma mau mejeng alias berfoto saja, bukti bahwa sudah sampai Pat Pong he he hehe.   Dari hotel Imperial Queen Park tempat saya menginap, saya jalan kaki menuju Phram Phong BTS station (KRL nya Bangkok).  Dari Phram Phong ini naik BTS dan turun di Siam Station, ganti BTS menuju ke Sala Daeng.  Turun di Sala Daeng (ambil yg kiri sepur, bukan yang kanan), lalu menyusuri pertokoan.  Kira-2 75 meter, sampailah di Pat Pong.   Berfoto sejenak, hehehe.  Dan memang betul itu daerah lampu merah, banyak tempat hiburan malam.   Saya anjurkan sebaiknya jangan ke sini kalau memang mau jalan-jalan saja, karena akan banyak gangguan.   Banyak orang menjajakan ‘gituan’ tanpa tedeng aling-aling, dan ini mengganggu perjalanan saya yang memang cuma mau jalan-2.    Pat Pong ini ada dua jalan, satunya masih mending, karena banyak penjual macam-2 barang seperti halnya di Petaling (KL).   Sedang satunya lagi, wow … hati-2 banyak pondan yang cakep-2 dan bisa memaksa anda utk jajan.  Nah, ternyata, ketika saya mencoba menawar suatu barang, wah wah wah harganya bukan main mahal, ditawarkan dengan harga setinggi langit saudara-saudara …  tas yang seperti di pasar wonokromo saja, ditawarkan 4800 baht, saya pikir dia gila tuh… perkiraan saya 200 ribu rupiah saja lah.     Dan, para penjual itu selalu ‘memaksa’ agar kita membeli, kadang dengan cara kasar.  Memang boleh menawar, tetapi dengan pasang harga awal setinggi itu, kita mau berani nawar berapa?   Seandainya kita menawar separuhnya, maka dia sudah untung berlipat-lipat ganda.  Itu tas saya tawar 100 baht, dia muring-2, saya juga muring-2, tetapi dgn bahasa masing-2 …, tak pisuhi … jiannnnnc*k dia nggak ngerti hehehe dan sebaliknya.   Jadi kalau tak berani adu urat leher, jangan coba-2 menawar barang di sini.

Singkat kata, sebagai tips utk rekan-2 yang mau belanja di sana, tawarlah dengan harga sepersepuluh dari yang ditawarkan.   Dan ini tips jitu, biasanya berhasil, dan dia sudah untung serta kita tidak rugi, ini subyektif lho menurut pengalaman saya.   Sebagaimana di Malioboro kalau menawar, tawarlah sekitar seperempat dari yang ditawarkan penjualnya.

Memang begitulah penjual, selalu ingin cari untung besar, namun kalau penawaran awal terlalu tinggi, saya kira sudah tidak bermoral lagi tuh penjual.   Mestinya harga dikontrol pemerintah, dan keuntungan juga diatur.   Untuk hal seperti ini banyak negara yang belum bisa melakukan.

Bangkok (dan Pat Pong) ini, kalau tidak dibenahi, maka sektor turisme akan tiarap, dari koran yang saya baca hari itu, ternyata jumlah turis sudah turun sebesar 38% dibanding tahun lalu.    Saya jadi teringat, di Jogja dulu juga ada aturan dari pemda agar penjual makanan lesehan (di malioboro) wajib menampilkan daftar harga makanan, agar pengunjung tidak kena ‘thuthuk’ alias bayar muaahhhaaalll.

Salam.

hs


Suramadu : usulan

20/07/2009

Saya mau usul berkaitan dgn telah beroperasinya jembatan suramadu:

1. Petunjuk arah ke jembatan Suramadu dari sisi Surabaya, sebaiknya ditambah, bisa dimulai sejak dari masuk kota Surabaya dari arah Selatan (Sidoarjo – Wonokromo) dan Barat (Gresik). Dan yang penting, jangan sampai setelah pengemudi memilih jalan, baru ketahuan kalau salah jalan, karena petunjuk jalan terlihat setelah pengemudi memilih jalan. Ini masalah serius, hampir semua petunjuk arah jalan di Indonesia seperti ini, hanya pengemudi yang pernah lewat saja yang tidak nyasar, silahkan buktikan!

2. Di sepanjang jembatan harus dilengkapi dengan CCTV, untuk memonitor para pengendara nakal yang berhenti di tengah jembatan. Jadi bisa dicatat dan didenda ketika keluar dari jembatan. Para berhenti-wan ini biasanya mau mejeng dan foto-foto, hal ini bisa dicarikan jalan keluarnya.

3. Pemasangan CCTV tidak hanya di atas, tetapi juga di kolong jembatan utk memonitoring ‘pencurian’ komponen jembatan. Saya khawatir tahun depan komponennya sudah pada hilang. Kemarin saja ada 3 ton besi yang amblas!

4. Untuk sepeda-motor, dilarang utk berboncengan melebihi kapasitas, harus sesuai dgn UU Lalu-lintas tahun 1994, mbuh nomor berapa saya sudah lupa.

5. Setiap saat harus ada petugas yang patroli baik dengan menggunakan sepeda-motor maupun mobil, utk monitoring dan mengatasi gangguan pada jembatan.

6. Jembatan Suramadu dan sekitarnya harus dapat menjadi obyek wisata yang dapat meningkatkan pendapatan (pemerintah dan masyarakat) secara signifikan! a.l dgn cara:
a. Memasang lampu (lighting) pada jembatan suramadu sehingga terlihat artistik di waktu malam.
b. Membuat sarana wisata di sisi Madura beberapa kilo meter dari tol jembatan, mulai dari rest-area, taman, mini zoo, taman bermain anak-anak, circuit go-kart, toko-2 souvenir, panggung terbuka, pentas ludruk, wisata air/pantai lengkap dengan perahu, water world, dermolen gede (apa nih namanya seperti Singapoe Flyer itu lho), buat event mingguan yg menarik misalnya pentas musik SMA/mhs, jenis musik tradisional dll dll.
c. Menyediakan ferry wisata, yang khusus utk ‘berfoto dgn latar belakang jembatan suramadu’, bukan utk menyeberang.
d. Membangun wisata pantai malam hari, seperti Song of The Sea -nya Spore, misalnya dgn cerita ‘Suro-Boyo’, kisah ikan Sura dan Buaya, pasti menarik, di buat di sisi Madura, sisi Surabaya sudah padat sekali, dan juga utk mengambil keuntungan dari tiket jembatan.

Nah, sekian dulu, usul usil saya, atau kalau mau ekstrim, dibangun Pusat Listrik Tenaga Nuklir di Pulau Madura.

salam hangat,

hxyz