Suatu sore, sepulang menjemput anak-2 di ELTI, saya melewati prapatan Tugu. Karena akan belok kiri, maka saya membuntuti becak yg juga akan belok kiri. Tiba-tiba seorang pemuda mengendarai sepedamotor honda tiger dengan kencang, mendahului saya juga becak, kemudian pemuda itu memotong di depan becak utk belok kiri. Tasnya yang bertali panjang dan dicangklong dipundak kiri, nyangkut ke bodi becak. Tak ayal lagi baik pemuda itu maupun becak, terguling mencium aspal. Tukang becak yang sudah tua dan penumpangnya yang cantik luka ringan, juga pemuda itu. Sementara sepedamotor dan becak juga mengalami kerusakan.
(banyak lho para pesepedamotor yg memakai tas samping bertali panjang dan tutupnya berkibar-kibar)

23/02/2007 at 1:26 am
Yeah…I agree with you!!!
Aku pernah ngalamin kejadian itu. Pada saat itu tasnya terkibar-kibar sampai kelihatan isinya. Nggak tahunya aku & pengendara lain kelempar buku-buku. Kena muka deh. Tapi bayarannya bukunya terlindas semua. Rasain tuh orang
18/05/2007 at 6:43 am
Wah..
Bener banget tuh!!
Bagusnya sih pake tas yang gak ribet
dan yang jelas nggak boleh membahayakan orang lain.
Kalo udah kejadian kayak gitu kan repot
hehehe
.gaby.
26/09/2007 at 3:23 am
saya juga pernah mengalami hal yang seperti itu pak!!swear,kronologisnya begini pak(waktu itu saya kebetulan berada tepat dibelakang,sepeda motor yang dikendarai oleh seorang bapak2 dengan barang yang tersangkut hampir diseluruh body motor!tanpa saya sadari,gak taunya,salah satu properti berupa sayur mayur terjatuh dan tertumpah(bayam,kol,pare,bahkan sebuah batok kelapa),akhirnya batok kelapa terlindas ban saya,karuan motor saya oleng kiri-kanan,untung gak amp terjatuh!!saya bilang,kira2 dunk pak kalo bawa barang pake motor!!kalo ada korban,contohnya hampir saya,bapak mau tggngjwa(moril,materiil)DASAAR
05/04/2008 at 12:19 am
Pengendara sepeda motor yang membawa seabreg bawaan, kalau kita gunakan empati, saya cenderung untuk memaklumi. Mungkin saja itu karena dia tidak punya mobil. Bukan berarti membenarkan tindakan yang dilakukannya. Dalam perekenomian seperti sekarang ini, banyak orang antara hidup dan mati. Kalau tidak bawa barang banyak dengan sepeda motor sekaligus… ya, bisa-bisa perekonomiannya mati. Sayangnya dia mengambil cara yang tidak hanya mengancam keselamatannya sendiri (yang mungkin sudah tidak diperdulikan lagi lantaran merasa antara hidup dan mati), juga mengancam keselamatan pengendara lainnya.
Yang menjengkelkan dari pengendara sepeda motor di Jawa adalah sikap cuek terhadap pengguna jalan raya lainnya, apalagi terhadap penyeberang jalan. Persis seperti -maaf- anjing di jalan raya Papua. Ini serius.