Jalan-jalan ke Genting Highland Saturday, Mar 15 2008 

Dari rumah, saya sudah super-siap, pakai pakaian rapih, bersepatu baru dan mengkilap!  Maksudnya, nanti akan masuk ke casino di Genting Highland, dan akan bertemu dengan cewek-cewek cakep seperti di film James Bond. 

Setelah sempat nyasar di tengah KL metropolitan (ini memang nasib saya, di kota selalu nyasar, maklum sopir ndeso,  di Jakarta juga nyasar-nyasar) maka sampailah di Genting Highland.  Mobil saya parkir di tempat yang seharusnya, kemudian segera menuju gondola.   Ini gondola yang konon terpanjang di Asia.  Saya baru naik yang di TMII saja! Cukup lama, 18 menit-an lah.  Bagi yang takut ketinggian sebaiknya ‘merem’ saja! Turun dari gondola langsung bergegas ke casino, dijaga satpam yang kekar-2.  Dengan lagak super-PD seperti penjudi ulung saya masuk melewati mereka dengan sukses.  Maklumlah, tempat ini terlarang untuk ‘tampang melayu’, dan tampang saya memang ‘mlayu-mlayu’ alias nggak jelas.

Sampai di dalam, saya berputar-putar ke berbagai sudut, dan celakanya, saya nggak ngerti semua apa yang dimainkan di sana. ha ha ha …..  berlagak sok tahu.  Lha wong tahunya cuma main ‘omben’ doang.  Dan celakanya lagi, ternyata tidak ada tuh cewek-cewek cakep di sana, yang saya temui cuma engkong-engkong dan emak-emak yang sudah pada ubanan, ya nasib ……

 Maka keluarlah saya dari arena tersebut, dan makan siang di bagian dalam mall.  Cukup mahal, RM23 hanya dapat nasi goreng. (ini menu putus asa, karena nggak bisa milih yang lain) 

Akhirnya, hanya jalan-jalan dan main-main saja di tempat mainan anak-anak yang seperti di dufan itu :(

yang berkesan ya itu tadi ‘lost in KL’ itu.

Teleconference Saturday, Mar 15 2008 

Tahukah anda? (pasti tahu ya, he he he). Bahwa fasilitas teleconference sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia? Hampir setiap minggu bahkan kadang-kadang seminggu dua kali diadakan teleconference antar perguruan tinggi di Indonesia.  Pada setiap selasa pertama dalam setiap bulan diadakan teleconf dengan dirjen DIKTI, rutin !  Biasanya pihak perguruan mendapatkan fasilitas ini melalui hibah, khususnya hibah TIK.  Proyek gedenya bernama INHERENT (Indonesia Higher Education Network).  Silakan tengok www.inherent-dikti.net 

Mungkin bagus juga kalau fasilitas ini juga bisa  dipakai di kalangan pemerintahan.  Misalnya rapat para Gubernur, maka tidak perlu para Gubernur ke Jakarta, cukup duduk saja di sofa masing-masing sambil tekan-tekan remote.  Hemat!  Apalagi kalau rapat para Bupati, wah penghematan bisa semakin meningkat.  Biaya ke ‘Jakarta’ bisa diberikan saya, untuk biaya sekolah! (he he he he).