Hari ini, tanggal 28 Agustus, saya ingat ini hari ulang tahun mantan pacar saya yang pertama. Selamat Ulang Tahun ya Mbak, semoga panjang usia dan banyak rejeki.
Kenapa saya panggil Mbak? karena memang usianya dua tahun lebih di atas saya. Kok bisa? Ya bisa, lha wong saya dulu nekat dan bandel, he he he. Pokoknya ada cewek cakep, pasti deh saya tertarik he he he. Maksud saya, ‘ini tantangan’. Si Mbak ‘S’ ini memang cakep kok, menurut saya satu sekolahan bahkan satu kabupaten dialah yang paling cakep (sekali lagi menurut saya). Dia kakak kelas saya di SMA. Makanya saya selalu datang pagi-pagi kesekolah walaupun saya masuk siang. Alhasil saya seharian di sekolah. Adiknya, sekelas dengan saya. Jadi, tahu sendirilah alasan klasik apa yang saya pakai untuk berkunjung ke rumahnya, hehehe.
Mbak ‘S’ ini banyak yang naksir, dari teman-2 satu sekolah, orang-2 kantoran sampai guru-pun ada. Dengan jurus ‘jisamsu’, saya ‘berhasil’ memenangkan persaingan. He he he. Eiiitttt sebentar, kata berhasil tadi dalam tanda petik lho.
Akhir cerita, saya ditinggal kawin. Saya masih SMA, tapi tak apa, saya mengerti akan alasannya. Dan saya mampu mengatasinya, bahkan di tahun yang sama saya menggondol predikat ‘Pelajar Teladan’ (mode sombong ‘on’).
Menurut saya, semua orang sebaiknya punya pengalaman ‘patah-hati’. Bagus untuk latihan mental. Supaya tangguh dan tidak cepat frustrasi apalagi sampai bunuh diri atau jadi narkobais. Dalam kamus saya tak ada tuh kata ‘frustrasi, putus-asa’ ,he he e, soalnya tak lengkap sih kamus saya.
Sekali lagi selamat ya Mbak, dan terimakasih, Mbak sudah mengajari saya untuk menjadi orang yang ‘tangguh’.
—-
Catatan:
Mbak = sebutan hormat untuk wanita (Jawa) yang lebih tua (bukan sebutan untuk pembantu)

