Orang hidup itu, harus punya misi, punya ‘goal’. Misi harus dijalankan, jadi memang harus punya rencana jangka puanjaaannng, lalu rencana jangka menengah dan rencana jangka pendek, agak pendek, pendek sekali, sampai harian, bahkan utk setiap menarik nafas, kita harus ‘on the right track’, sesuai misi.
Setiap ganti tahun, harus melihat ke belakang, apa capaian tahun kemarin, dan apa target tahun depan, harus ‘inline’ dengan misi hidup kita.
Secara duniawi, tentu saja kegiatan harian kita sangat terkait dgn profesi kita. Yang jadi mahasiswa, punya target lulus 5 tahun misalnya, maka setiap tahun bahkan semester, harus mentarget berapa jumlah SKS dan IP yg harus dicapai. Bisa juga ditambahi target lain misalnya TOEFL harus 550, harus sudah punya pacar pada saat selesai skripsi, pacarpun harus yang cantik, pintar, kaya, baik hati, religius dan tidak gila. Kalau kita ’setia’ pada target-2 tsb, tentu setiap langkah kita ‘menuju’ target tsb. Targetnya TOEFL 550 tapi latihan soal TOEFL saja nggak pernah, ya jelas susah mannnn. Pengin pacar baik hati dan religius, tapi kluyurannya ke diskotik, ya lamaaa banget baru dapet. Keburu kena bom tuh diskotik.
Pendek kata, hidup ini tak boleh mengalir begitu saja, bisa-bisa kita hanyut tau-tau dipanggil KPK. Bisa-bisa harus bayar fiskal 2,5 juta karena tak punya npwp. Kita harus ‘men-drive’ hidup kita sendiri ke arah misi dan goal kita.
Nah, secara general misi hidup kita ini, semua sama, yaitu untuk ‘mati’. Maka kita harus mempersiapkan kematian kita, yang ’sayang’ nya kita tak tahu pasti kapan saat itu tiba. Mungkin tahun ini, jadi masih ada waktu utk siap-siap, mungkin besok pagi. Nah, telat lu!
Selamat tahun baru evribadi !

