Rabu, 18 Juni 2008 | 20:43 WIB. Kompas.com
JAKARTA, RABU- Menteri Kesehatan menyesalkan makin banyaknya mahasiswa asing yang kuliah di Fakultas Kedokteran di beberapa universitas negeri di Indonesia, sementara probabilitas siswa SMA di Indonesia untuk masuk Fakultas Kedokteran hanya empat persen. Artinya, mahasiswa asing lebih berpeluang masuk Fakultas Kedokteran.
“Bayangkan, probabilitas siswa dari Malaysia untuk masuk Fakultas Kedokteran itu 30 persen. Waktu di RS Sanglah Bali, saya kaget kok banyak mahasiswa berwajah India,” kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam rapat kerja dengan Panitia Ad Hoc III dan IV Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Rabu (18/6).
Menurut Menkes, di FK Universitas Hasanuddin saja ada sekitar 300 mahasiswa asing. Alasan perguruan tinggi negeri menerima mahasiswa asing hanya karena ingin dibilang world class. “Yang saya sedihkan, mereka ini praktik di Rumah Sakit pendidikan yang dananya dibiayai oleh pemerintah,” kata Menkes.
Sementara itu, Indonesia sendiri masih sangat kekurangan tenaga dokter. Jika mahasiswa asing itu nantinya lulus, mereka bisa langsung jadi dokter di Indonesia tanpa adaptasi, sedangkan dokter-dokter kita bisa jadi kuli. “Ini sangat ironi, ” tegas Menkes.

14/01/2009 at 11:16 am
Betul, bos. Jangankan di Bali, di Sarjito Jogja aja banyak yang bertampang India.
28/01/2009 at 2:32 am
Bukankah kita sudah diajarkan, bahwa KESEHATAN adalah keutamaan?
Jangan Panik! Budaya kita mengajarkan,” Ambillah Hikmahnya.”
Jadi, kalau pun sakit dan diharuskan memerlukan penanganan tenaga medis (dokter) maupun rumah sakit, anggaplah itu nahas.
Saya teringat suatu dialog dalam film Ungu Violet ketika “Rima Melati” ditelepon kawannya:
” Rumah Sakit itu tempatnya orang untuk sakit, Jeng.”
“Lho?”
“Iya… Bukan untuk orang karena sakit” “Karena di rumah sakit, orang menjadi sakit. Sakit kepala dan hati dengan tagihan dan pelayanannya. Sakit Jiwa!”
Sekarang yang kita hanya bisa andalkan adalah: Berdoa supaya jangan sakit dan menjaga kesehatan. Karena ternyata sudah banyak orang- orang sakit di republik ini yang tidak tahu dan sadar bahwa dirinya sudah sakit sehingga menganggap bahwa rakyat hidupnya tidak sakit yang padahal adalah semakin sakit.
08/10/2009 at 4:10 am
Tolong bantu diatur Bu Menkes tentang regulasi penerimaan mahasiswa nya.. Brg2 Mendiknas.. Insya Allah kalo semuanya sefaham, permasalahan bisa diselesaikana..^^