Ponari oh Ponari

ponari
Fenomena Ponari, membuat mata terbuka. Bahwa ternyata banyak rakyat (kecil) memang membutuhkan fasilitas layanan kesehatan. Dulu (entah jaman apa), pernah dibuat ribuan puskesmas di Indonesia, dan puluhan ribu posyandu dengan biaya terjangkau. Sekarang ‘nyaris tak terdengar’ gaungnya (pelayanannya). Yang muncul adalah ‘rumah sakit’ yang fungsinya sesuai namanya yaitu membuat orang menjadi semakin sakit (bukan sembuh). Rumah sakit bukan bersifat sosial lagi melainkan sudah murni bisnis, percayalah! Bahkan yang berkedok agama sekalipun.

Rakyat, membutuhkan layanan kesehatan yang murah. Ponari, Slamet, Andy, Rudhi dlsb itu salah satu buktinya.

Masalah kesehatan ini bagaikan lingkaran setan ular yang tak tahu mana kepala dan ekornya. Pasien-rumah sakit-dokter-farmasi benar-2 benang kusut yang memang sengaja dikusutkan, sehingga menguntungkan semua pihak kecuali pasien tadi.

Sekian dulu…

Leave a Reply