Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kemudian jika buah tersebut tumbuh menjadi pohon baru, di bawah pohon induknya, apakah bisa sebesar induknya? Bahkan suatu saat nanti, ketika pohon induk mati, dia dapat menggantikan pohon induknya?
Tanaman atau pohon perlu sinar matahari untuk bertumbuhkembang dengan baik. Kalau dia terlindungi atau terhalangi, sehingga tidak diterpa sinar matahari maka tentu pertumbuhannya akan terganggu. Apalagi kalau induknya tidak mati-mati, maka ketinggian sang anak juga akan mentok terkena cabang-2 atau ranting-2 sang induk. Dan akar merekapun bisa-bisa berebutan makanan sendiri.
Bagusnya kalau si anak ditumbuhkan di lokasi yang (agak) jauh dari induknya, di lahan yang kondusif untuknya, tingkat keasaman yang sesuai dengan speciesnya, dan lain-lain variabel internal dan eksternal.
Tapi bagaimana bisa, si buah jatuh (agak) jauh dari pohonnya?
Tentu harus ada faktor eksternal yang berperan, misalnya terkena angin kencang, ada gempa bumi, atau di bawa oleh makhluk hidup lain misalnya burung atau bahkan campur tangan manusia.
..ooOOoo..
Bayi hewan, kalau kita amati, pasti tingkahnya lucu-lucu, misalnya bayi kucing, bayi anjing atau bayi harimau dll. Bayi-bayi itu bergerak dan bermain dengan lincahnya biasanya juga bersama dengan induknya. (silahkan nonton di beberapa channel TV, atau ASTRO atau yang lain). Mereka bermain bukan tanpa maksud, melainkan berlatih fisik agar kelak mampu berdikari. Dan ketika sudah mulai kuat, maka diajari untuk mencari makan, berburu mencari mangsa bagi yang carnivora. Alamiah. Itulah hebatnya sistem daur ulang kehidupan. Itulah hebatnya Sang Pencipta.
..ooOOoo..
Hmmm, mau ngomong apa sih artikel ini? kok cerita soal beginian?
He he he, sederhana saja, itu lho, saya amati banyak sekali para politikus mengajak anaknya untuk ikut jadi politikus, coba deh hitung sendiri, ada berapa, siapa saja? jangan cuma lihat anak SBY atau anak MSP atau anak AR lho, cari sampai tingkat anggota DPR! nah, kalau sudah anda temukan, silahkan evaluasi sendiri. Apakah mereka benar-2 ‘cocok’ masuk ke bidang itu, bahkan ada yang digosipkan mau dijadikan cawapres segala! Wuihhhh, saya iri lho!
..ooOOoo…
SSSSttttt, ini bisik-2 saja, bapak saya dulu, sampai tiga kali masa jabatan lho jadi anggota DPR. Tapi kok saya tidak jadi politikus ya? jangankan jadi politikus, diajak omong soal politik saja nggak pernah, he he he. Mungkin almarhum bapak saya itu tahu, saya tidak berbakat. Bakat saya justru main sinetron. (beneran lho saya pernah main produksi Indosiar). Hmmm tapi kan sekarang lagi musim artis jadi anggota DPR.
weeeiitttssss pusing saya.
