Pakai tissue atau air ?

Maaf nih ya, mau ngomong jorok!

Sejak kecil, kalau ke belakang, saya selalu menggunakan WC model jongkok, karena adanya ya cuma jenis itu. Maka sudah terbiasa bagi saya untuk menggunakan WC jongkok dan, membilasnya pakai air. Itupun bukan model semprotan taman spt sekarang, melainkan pakai gayung dan bak air. Jadi, pembersihan dilakukan dengan menggunakan air. Bukan yang lain.

Sekarang ini, di rumah saya, ada dua WC yang satu WC jongkok yang satunya lagi WC duduk. Entah sejak kapan saya sudah lupa, kapan saya mulai pakai WC duduk. Yang jelas, sungguh sulit bagi saya berubah dari gaya jongkok ke gaya duduk. Beneran nih, suwer wer wer. Ketika pakai gaya duduk, wah …nggak bisa berlangsung dengan lancar. Bahkan dulu sering, WC model duduk, saya pakai dengan jongkok style, nangkring di atasnya, walhasil, itu WC jadi ‘uglak-uglik’ alias nyaris copot, he he he.

Perlu waktu yang sangat lama bagi saya utk mengubah style dari jongkok ke duduk. Sekarang, sudah biasa….., sudah bisa …. bisa karena biasa …begitu. Tapi ada kebiasaan yang tidak bisa saya tinggalkan, yaitu baca koran sambil nongkrong di WC. Yang ini masih berlangsung sampai sekarang.

Tapi masih ada satu masalah besar bagi saya, ketika dengan terpaksa menggunakan WC yang duduk style, dan tidak tersedia air tapi hanya tersedia tissue. Wah ini betul-betul problem besar buat saya. Bagaimana cara memakai tissue pun tidak pernah ada yang mengajari. Wis jaaaan, semprul tenan. Jadi ya makai tissue sebisa-bisanya, dan walau habis segulung, tetap saja merasa belum bersih. Aneh memang menurut saya. Bagaimana membersihkan ‘itu’ kok pakai tissue. Biasanya, saya tetap mencari air (dan sabun tentunya) walau sudah memakai tissue tadi.

Untungnya, kini di beberapa tempat ada dua pilihan, WC pakai air, atau WC pakai tissue. Di beberapa bandara sudah tersedia dua pilihan ini (luar negri maksud saya). Termasuk di kantor saya sekarang ini, sudah ada dua jenis WC. Semua boleh pilih sesuai selera. Jadi, ….sudah tidak masalah.

Saya paling takut kalau sampai ada fatwa yang mengharuskan ke WC harus pakai tissue, dan tidak tersedia alternatif pakai air.

Hmm bisa gaswat saya.
bagaimana dengan anda?

2 Responses to “Pakai tissue atau air ?”

  1. Sigit peteka Says:

    Wah tetep enak yg jongkok deh….Dan membersihkannya pun enk pk air lebih nyaman….Wah repotnya nich kalo ga ada air n BAB nya pun duduk…Ya mau gak mau hrs dipakai…Masak mau nahan sampe drmh…

  2. lewo-lewo Says:

    Ikut nimbrung ya….
    Sejujurnya saya ungkapkan di sini, sejorok2nya saya tak akan membersihkan sesuatu yg ada unsur “air”nya tanpa menggunakan zat yang sejenis yaitu air yg bersih.
    Misal saja lantai kena tahi ayam terus cuman dibersihkan dengan tisu, dibandingkan dengan yang dipel dengan air…wuiiiih jelas bedaaaa…yang cuman pake tisu tetep slenthang-slenthing. Untuk masalah ini saya setuju ama MUI (andai saja aturannya ada), bahwa cebok dengan tisu haraaaaaaammmmmm.

Leave a Reply