Singkatan

Saya bukannya mau membahas bahasa Indonesia. Melainkan cuma mau ‘nggumun’ saja soal singkatan, khususnya tentang penerimaan siswa baru, yang sekarang lagi musim.

Baru saja saya tengok di situs kompas, eh ada singkatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Ndak tahu itu singkatan siapa yang buat. Kok nggak pakai saja yang sebelumhya yaitu Penerimaan Siswa Baru atau disingkat PSB, ini kan lebih mudah lebih singkat dan sudah diketahui orang banyak. Bedanya kan cuma ’siswa’ dan ‘peserta didik’. Saya tidak mau berdebat soal arti kata dalam kamus, tetapi kita coba yang gampang dan benar sajalah. Menurut saya kata ’siswa’ sudah betul, atau pakai kata ‘murid’ juga betul, dan artinya sudah jelas. Jadi pakai saja PSB atau PMB. Begitu. Atau takut kacau M=Mahasiswa, ya sudah pakai PSB, gitu aja kok repot. Oppsss. Bukannya repot, tapi menjadi beban kalau melihat singkatan baru PPDB. kasihan kan memori kita dibebani dengan hal-hal yang seharusnya tidak membebani, pemborosan, dan pemborosan itu dosa!

Masih ada lagi, coba lihat SNMPTN, dulu namanya SPMB, dulu lagi UMPTN, dulu lagi mbuh apa, jaman saya dulu malah aneh lagi disebut PP-1, sebelumnya lagi SKALU. Padahal untuk menyatakan hal yang sama. Jadi coba saja pakai UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negri), gitu kan enak. Masak singkatan kok berubah-ubah terus, padahal maksudnya sama.

Kalau masing-2 PT bikin ujian masuk sendiri-2, dan istilahnya buatan sendiri ya tak apalah, misalnya UM-UGM, nah itu khusus Ujian Masuk UGM. Tapi untuk ujian masuk utk PTN yang secara bersama-sama, mbok ya pakai istilah/singkatan yang sudah terkenal dan betul. Makan ongkos mengubah-2 singkatan, paling tidak utk bikin kop surat, bikin cap, papan nama dlsb.

Atau memang sengaja utk membuka peluang korupsi baru?

(* hmmm memang aneh-2 saja, yang harusnya dikerjakan malah tidak dikerjakan, singkatan yang sudah jamak malah diubah, dasar edan tenan *)

One Response to “Singkatan”

  1. chacha Says:

    Hehehehe..siapa yg mikir jauh2 soal biaya perubahan.Tak semua org secerdas koe man,apalagi biaya bkn biaya kantong sendiri..mbuh lah di pikirin..wkwkwkw

Leave a Reply