Kadang, penulis di media massa online lupa bahwa tulisannya bisa dibaca oleh orang-2, tak mengenal batas ruang dan waktu. Kadang, sang penulis cuma menganggap, bahwa pembaca adalah tetangganya sendiri, atau orang-orang yang tinggal sekota dgnnya saja.
Ambil contoh berita ini “Maspion Adventure Carnival (MAC)” yang ditulis oleh jawapos.co.id hari ini, di sana tidak dituliskan di mana letak geografis atau alamat dari MAC tersebut, dianggapnya semua pembaca sudah tahu seluk beluk Surabaya. Saya yang tertarik ingin ke sanapun menjadi kesulitan. Harus bertanya dahulu ke pihak lain.
Bukan hanya media massa yang online, yang offlinepun tak jarang memuat tulisan yang kurang informatif.
Satu contoh, coba perhatikan koran-koran daerah, coba baca iklan bioskop, nah di sana hampir semuanya tidak menuliskan alamat bioskop tersebut. Jadi sebagai turis lokal, saya tidak bisa langsung mengetahui dengan tepat di mana posisi bioskop tersebut. Coba deh tengok koran ‘KR’ terbitan Jogjakarta, atau koran-2 lain.
Sepertinya para redaktur sudah harus bekerja lebih giat dan jeli lagi deh, bukan hanya kesalahan ketik (seperti tgl 24 september katanya hari libur natal, ini kata kompas.com nih) melainkan juga kelengkapan informasinya, jangan hanya setengah-jadi.
Kuwi marak-ke mangkel…
(aku dhewe sing mangkel …, he he he he)

