prakata:
biasanya saya nulis dulu, lalu diikuti oleh Metro-TV, he he he, one step a head than Metro-TV
—————-
Ada hajat besar lain lagi di negri Indonesia ini, yaitu Ujian Nasional atau UNAS. Hajat besar satu ini nyaris luput dari perhatian masyarakat karena tertelan oleh berita hiruk-pikuk dan carut-marut Pemilu. Padahal UNAS ini juga melibatkan masa yang demikian besar, seluruh siswa dari SD sampai SMA di seluruh Indonesia. Nyaris tak terdengar bagaimana distribusi logistiknya sampai ke daerah-daerah terpencil, misalnya ke kabupaten Tambrauw (dimana tuh ayo tebak). Sampai hari ini (H-3) masih belum ada kabar berita tentang distribusi logistik ini, semoga saja tidak ada masalah.
Belum lagi content-nya, yang lebih rumit daripada Pemilu. Dan yang lebih penting lagi ‘kerahasiaannya’. Kalau lembar suara boleh dibuka-buka sebelum hari-H berlangsung, sedangkan lembar soal UNAS ini, harus terkunci sampai pada hari-H, jam-J, detik-D baru boleh dibuka untuk dikerjakan. Demikian pula bila sudah dilaksanakan, maka lembar jawab harus terjamin tidak akan berubah, sesuai dengan apa yang dikerjakan siswa.
Wow, kelihatan lebih rumit dari Pemilu ya? tapi kok tenang-tenang saja ya?…
UNAS ini menyangkut standard performance indicator dari siswa lho, mestinya juga mendapat perhatian yang tinggi dari berbagai pihak. Semoga saja berjalan lancar, mengingat yang terlibat adalah orang-2 berpendidikan atau yang berkecimpung di bidang pendidikan. Bahkan saya dengar sekarang ini Perguruan Tinggi juga dilibatkan utk menjaga ujian dan evaluasi. Bisa jadi ini indikasi kemerosotan moral di tingkat SMA, dimana guru sudah tidak bisa dipercaya untuk menjaga ujian. (mungkin kasus membantu siswa mengerjakan ujian dan yg serupa itu).
halo para teman-2 guru, bagaimana nih?
— ooo —
Boleh dipercaya boleh tidak, diberbagai tingkatan penddikan, kalau ada even ujian seperti ini, maka ada sebagian pihak yang melihat peluang dengan jeli. Misalnya jadi joki. Ada juga yang menawarkan kunci jawaban kepada para siswa dengan harga yang setinggi langit-langit eh langit ding. Bahkan ada juga yang menawarkan ‘bocoran soal’. Hmmm luar biasa. Dan ternyata ada juga (banyak) konsumennya. Boleh diteliti lebih lanjut mengapa konsumennya banyak. Hipotesa saya sih, terutama karena nilai standard kelulusan yang semakin tinggi, membuat para siswa (dan ortu) keder juga menghadapinya. Apalagi banyak siswa berkemampuan rata-rata saja atau bahkan di bawah rata-rata. Lebih-lebih lagi kalau punya satu nilai 3, wow nggak bakalan lulus. Mbuh wis, sudah banyak pro-kontra ttg adanya UNAS ini.
–000—
Saya cuma mau berpesan kepada para siswa, belajarlah baik-baik, percayalah anda semua bisa mengerjakan kalau selama ini rajin belajar dan sekolah, karena materi UNAS tidak akan meleset dari kurikulum. Soal-soal UNAS ini jauh lebih mudah dari pada soal UM UGM misalnya. Jadi percaya diri lah. Tidak usah ribut-2 mencari bocoran soal, mencari kunci dlsb. Apalagi kebenarannya tidak dapat dijamin. Itu buang-buang waktu saja, mending belajar giat.
Kepada para pelaksana UNAS, saya harap melaksanakan tugas sesuai dengan SOP yang ada, dan harus cermat benar dalam melaksanakan tugas. Jangan seperti KPU (KPUD) yang membaca aturan dengan multi-tafsir, tidak mengerti SOP, dan berkreasi sendiri-sendiri. Jangan sampai anda melakukan kecurangan, jangan sekali-2 berpikir ke arah sana, percayalah, anda akan susah seumur hidup bila anda melakukannya. Akan saya pajang foto anda di berbagai situs di internet, he he he he.
–000–
OK selamat belajar buat adik-2, dan jangan lupa berdoa.