Suatu hari, mobil karimun biru mungilku yang tiada duanya di Jogja ini susah di-start. Jelas sudah batere-nya bermasalah, pikirku. Maka supaya ‘hidup’, terpaksa harus dipancing dengan batere lain. Sukses. Menurut teori, kalau sudah dipakai muter-muter, maka batere sudah ‘ngisi’ lagi, recharge maksudnya.
Keesokan harinya kejadian yang sama berulang. Bingunglah saya, ini akinya atau sistem pengisian akinya yang nggak beres. Maka aki saya bawa ke toko aki, sekalian mau diperiksakan dan kalau memang jelek mau beli baru. Setelah ke beberapa toko di seantero Jogja, sampailah saya ke sebuat toko aki yang sayang sekali saya lupa namanya. Lokasinya di kranggan, kira-kira di depan gedung primagama, jalan diponegoro, menghadap ke selatan, tugu ke barat, … dong?
Nah, di toko tersebut, aki saya turunkan dan diperiksa oleh karyawan toko tersebut. Sambil saya bertanya, kira-kira berapa harga aki kering seperti itu, setelah melihat tabel, ternyata harganya hampir satu setengah jeti. Busyet dah, mahal amat ….. Ketika aki sudah selesai diperiksa, dengan sopan dan informatif, sang karyawan memberitahu saya, “Pak aki bapak masih bagus, tidak perlu diganti, tidak perlu beli baru, kemungkinan masih bisa tahan 6 bulan lagi. Tadi kami cek dan masih bisa direcharge dengan baik. Kalau aki ini lemas lagi, pasti mobil bapak yang kurang beres, mohon dibawa ke bengkel saja pak mobilnya”.
Woiiii …., senangnya hati saya, satu setengah jeti tidak jadi melayang. Maka segera saya pamit dan mau membayar, ternyata, saya tidak perlu membayar ongkos periksa aki tadi. Heran dua kali saya dibuatnya. Tapi tetap saya selipkan 10ribuan ke tangannya ketika sang karyawan yang baik tadi menaikkan kembali aki saya ke bagasi mobil saya.
–ooOoo–
Berikutnya, masalah yang sama masih terjadi. Tapi tetap nekat, mobil saya pakai ke surabaya, maklum terpaksa sih. Perjalanan lancar, aki tak ngadat. Sampai di Surabaya, setiap pagi pasti aki mlempem lagi. Maka mobil saya bawa ke bengkel resmi Suzuki, di sana dinyatakan akinya jelek, dan langsung diganti. Untung diganti aki basah, tak sampai 500 rb.
–ooOoo–
Ternyata, masalah yang sama masih timbul. Aki barupun mlempem juga (soak bahasa papuanya). Jelas sudah bengkel resmi suzuki pun tak bisa dipercaya. Maka saya panggilkan Pak Jales, ini orang bengkel yang sudah tidak punya bengkel karena kapusan. Saya suruh periksa seluruh kelistrikannya, dan memang ditemukan beberapa tempat yang ‘konlset’, dibetulkan dan beres. Aki lama dipasang lagi, dan sampai hari ini (8 bulan) masih berjalan dengan baik.
Jadi, saya punya aki baru, yang nganggur, ada yang mau beli? Yuasa 60.
–oo0oo–
saran saya, silahkan periksakan aki dan beli aki di jalan diponegoro tadi …pelayanan amat sangat memuaskan, mereka jujur dan tidak memaksa anda beli aki ….buktikan!
Jogja lho ini
Posted by harisxyz
Posted by harisxyz
Posted by harisxyz 
