Sate Celup Capitol – Mallaca

24/05/2009

satecelup3
Ini di Mallaca atau orang Melayu bilang Melaka.

Ke kota bersejarah warisan dunia ini, jangan lupa mampir ke Sate Celup Capitol, letaknya di dekat Gereja Katolik St. Francis. Dari gereja tsb jalan saja ke selatan, lalu ada pertigaan belok kiri, nah rumah makan sate celup ada di sana. Tetapi jangan salah masuk, di jalan tersebut ada dua Sate Celup, ambil yang paling ujung.

Sate Celup Capitol ini ramai dikunjungi orang terutama pada saat ‘week-end’, so kalau ke sana pas week-end, maka harus antri dengan sabar, sebab kapasitas meja hanya 8 biji, yang antri bisa 30-an orang. Parkirpun sulit, maka sebaiknya parkir saja di dekat gereja tadi, lalu jalan kaki! Kemarin saya ke sana pas hari Kamis, tidak ramai.
satecelup1
Apa istimewanya?

Di tengah meja bundar itu ada bolongannya, ada kompor gasnya, nah di atas kompor itu diletakkan ‘kuah utk mencelup sate’, yang berbumbu macam-macam. Entah apa saja, katanya itu bumbu ’sulit’ (maksudnya rahasia). Yang jelas, terasa seperti bumbu kacang. (ingat bumbu gado-gado atau bumbu siomay Bandung). Nah, sateya berupa rebusan setengah matang segala macam jenis makanan yang telah ditusuk dalam bentuk sate. Ada kerang, udang, tahu, jamur, kangkung, fish-ball, dan entah apa lagi, kulit sapi (rambak orang Jawa bilang) juga ada. Satu tusuk harganya 70 sen.

Silahkan anda pilih satenya, lalu masukkan ke dalam kuah tadi dan tunggu hingga matang. Harus tahu kapan matang atau masih mentah atau bahkan over-cooking. (saya ingat sewaktu makan yakiniku, nggak tahu kalau masih mentah, saya makan saja, dan akhirnya sakit tenggorokan dua bulan).

Rasanya? Hmmmmm … kata teman saya sih sedap banget. Tapi kata saya sih biasa saja, nggak ada istimewanya, yah soal selera boleh beda kan? he he he he. Saya masih lebih memilih makan di XO Tunjungan Plasa.
satecelup2
Ada yang menarik di sana, yaitu jika anda wanita dan mampu menghabiskan 81 tusuk sate, maka tidak usah bayar, alias gratis!
Hmm, aneh aneh saja promosinya.

Satu lagi, waitress-nya orang Indonesia, saya panggil ‘mbak …mbak ..tolong ambilkan degan’, eh dia noleh dan ngerti, jebul wong Tulungagung!


Resep lima-menitan (2)

17/05/2009

Bingung mau nyiapin sarapan yang cepat saji? Ini salah satu jawabannya.

bahan :
- pisang raja satu sisir yang matang
- margarine
- keju batangan
- susu coklat kental manis

cara:
- kupas pisang, dan buat belahan memanjang, olesi dgn margarine di sekujur tubuhnya
- panaskan wajan datar, olesi dengan margarine, pakai kuas biar rata
- letakkan pisang ke atas wajar datar (utk memanggang)
- balik bila sudah mulai matang
- angkat bila sudah menguning
- letakkan di atas piring datar
- taburi keju parut
- dan beri susu coklat kental manis di atasnya

Siap dihidangkan dan boleh ditemani dengan segelas teh manis panas atau T-O suam :)

(* resep sudah diujicoba di dapur kecil Ayodhya Citra B-7 *)


Sambel Goreng Kerang +

11/05/2009

Bahan:
- tempe 1000 rupiah, potong dadu dgn rusuk 1,2 cm (harga pasar setan jogja)
- tahu 1000 rupiah, potong dadu dgn rusuk 1,2 cm (harga pasar setan jogja)
- kerang 10.000 rp, siram dgn air mendidih. (harga superindo)

Bumbu:
- bawang merah 10 siung, diiris tipis
- bawang putih 4 siung, diiris tipis
- cabe merah besar 5 biji, diiris tipis panjang
- lengkuas (laos) sekerat
- daun salam
- lada
- garam
- kecap manis
- sepotong kecil gula merah
- minyak goreng bimoli (iklan nih)

Cara:
- gerenglah tempe dan tiriskan
- gorenglah tahu dan tiriskan
- tumislah bumbu bawang merah dan putih
- masukkan tempe, lalu tahu, kemudian kerang
- masukkan semua bumbu yang lain
- tunggu sebentar lalu tambahkan air panas
- terakhir masukkan kecap, garam, gula merah
- tunggu sampai air menyusut, tambahkan masako sebungkus.

siap dihidangkan dan rasakan bedanya …..

(* resep ini sudah diujicoba di dapur Ayodhya Citra B-7 *)


Resep lima-menitan (1)

02/05/2009

Siapkan bahan-2 sbb:
- sosis sapi 2 buah
- kentang 6 biji
- bawang bombay 1 biji (jangan gede-gede sedang saja)
- bawah putih 2 siung
- lada halus, garam halus
- paprika 1 biji (merah dan atau hijau boleh)
- margarine satu sendok

caranya sbb:
- rebus kentang sampai matang, tiriskan.
- potong kentang rebus menjadi bentuk dadu ukuran rusuk 0.925″
- iris sosis setebal eh setipis 0,12″
- potong paprika jadi kecil-2, terserah deh besarnya, pokoknya pantes dan bagus
- bawang bombay, dibelah dua, sebelah dirajang kuecil-kuecil, sebelahnya diiris gede-2
- bawang putih dihancurkan saja sampai remuk lalu buang kulitnya
(ingat jangan dikupas, akan makan waktu)

lalu ..ambil napas sebentar, minum dulu …

- panaskan sesendok margarine di atas wajan
- masukan bawang putih dan bawang bombay yg kecil-2 tadi, tumis sampai harum, jangan gosong
- lalu masukan sosis
- masukan bawang bombay besar dan potongan paprika
- masukan kentang
- tambahkan garam, merica.
- aduk-aduk sewajarnya jangan sampai hancur!

jadi deh, hitung waktunya, pasti 5 menit!
kalau lebih, berarti anda perlu latihan lagi!

selamat makan!

oh ya boleh dilengkapi dengan saus sambal botol merek indofood.


Oseng-oseng Mercon

17/10/2008

Entah kapan mulai munculnya judul masakan ini saya tidak tahu persis. Yang jelas, Oseng-oseng mercon van Yogyakarta ini sudah kadung terkenal, bahkan pernah masuk TV.

Nah, anda yang ke Yogyakarta, silahkan mampir di warung tenda Oseng-oseng Mercon, di jalan KH Ahmad Dahlan, itu lho prapatan kantor pos besar ke arah barat, terus saja melewati bangjo PKU, masih terus ke barat, sampai di dekat sekolahan Muhammadyah, terus saja, nah kalau di kiri ada toko daging Lestari siap-siaplah menyebrang ke kanan. Warung Oseng-oseng Mercon ini terletak di sebelah utara jalan.

Seperti namanya, maka Oseng-oseng Mercon ini memang oseng-oseng, yang materi utamanya adalah daging sapi plus cabe rawit dgn bobot perbandingan yang sama. I kg daging + 1 kg cabe rawit = menu pedas bukan main, makanya disebut mercon.

Bagi pecinta masakan yang sangat pedas, wajib hukumnya untuk mencoba menu ini. Dijamin deh, puaaaasssss.


Esplanade Food Court

14/10/2008

Wis, jan, menjengkelkan tenan!

Weteng wis luwe, sikil wis kesel, lha mau makan di tempat yang direkomendasikan ‘visitor center’, kok ya malah kacau balau amburadul.

Betapa tidak? Sejak memasuki area tersebut dari ujung utara, di sepanjang jalan tersebut memang ada warung-2 berbagai menu dari berbagai negara, tapi, hampir semua ada pelayannya yang menarik-narik pengunjung, physically lho, sambil bilang ada diskon up to 30%. Wis wis wis ….. membuat selera saya hilang seketika.

Belajar dari mana mereka itu? kok ‘menarik’ pengunjung dengan cara seperti itu.
Masih lebih sopan angkringan nasi kucing utara stasiun Tugu.
Ini Singapore mannnnnnn.

Akhirnya kami cuma berputar, dan masuk ke resto Mak Di (maksud saya Mac-D), dipojokan. Harga jelas, menu pilih sendiri. Take away, makan dipinggir kali sambil lihat boat mondar-mandir di kali, hmmmm lebih nikmat. Tanpa gangguan.

Kalau tak segera diperbaiki, saya jamin deh …. saya tak datang lagi ke sana.
Mending ke Pasar Tulungagung saja, he he he he he.


Masakan Suroboyo di Jogjakarta

14/10/2008

.
.
Mau makan masakan Surabaya di Jogja?

Salah satu tempatnya di Jalan Gejayan (sekarang namanya jalan Affandi, itu nama pelukis yg saya tdk pernah ‘dong’ lukisannya). Nama rumah makannya adalah ‘Arek-Arek’, di sisi barat jalan, sebelum selokan Mataram. Interior/eksterior rumah makan ini bernuansa ‘bambu’, pring, gedhek! Diplitur mengkilap. Masakannya, menurut saya sih ….mmmm lumayanlah utk menghilangkan rasa kangen masakan Surabaya. Ada rawon (menu wajib nih), rujak cingur, krengsengan …. hmmmm ini masakan serba hitam, entah kenapa arek suroboyo seneng sing ireng-ireng. Dan lain-lain menu, saya tidak hafal.

Dulunya, warung ini ada di Terban, waktu saya pacaran dulu, habis kuliah di Sekip, biasanya ngajak pacar makan di warung ini, dulu namanya warung ‘SQ’, nggak tahu kok sekarang jadi ‘Arek-arek’. Dan harganya juga bergeser, dari jangkauan kantong mahasiswa menjadi kantong karyawan. Menggeser ‘target market’ kayaknya.

Nah, arek Suroboyo, yang kangen masakan Suroboyo, silahkan mampir ke sini. Kalau ada Karimun biru mencolok warnanya, dan plat ‘D’ parkir di sana, nah, pasti saya sedang makan rawon di situ. Silahkan menyapa saya ya. He he he.


Daftar kandungan kolesterol

13/10/2008

.
Kandungan Kolesterol dari per 10 gr makanan
Nama makanan (per 10 gr) Kolesterol (Mg) Kategori
1 Putih telor ayam 0 Sehat
2 Teripang (haisom) 0 Sehat
3 Ubur-ubur 0 Sehat
4 Susu sapi non fat 0 Sehat
5 Daging ayam pilihan tanpa kulit 50 Sehat
6 Daging bebek pilihan tanpa kulit 50 Sehat
7 Ikan sungai biasa 55 Sehat
8 Daging sapi pilihan tanpa lemak 60 Sehat
9 Daging babi pilihan tanpa lemak 60 Sehat
10 Daging kelinci 65 Sehat
11 Daging kambing tanpa lemak 70 Sehat
12 Ikan ekor kuning 85 Sehat
13 Daging asap (ham) 98 Sekali-sekali
14 Iga sapi 100 Sekali-sekali
15 Iga babi 105 Sekali-sekali
16 Daging sapi 105 Sekali-sekali
17 Burung dara 110 Sekali-sekali
18 Ikan bawal 120 Sekali-sekali
19 Daging sapi berlemak 125 Sekali-sekali
20 Gajih sapi 130 Hati-hati
21 Gajih kambing 130 Hati-hati
22 Daging babi berlemak 130 Hati-hati
23 Keju 140 Hati-hati
24 Sosis daging 150 Hati-hati
25 Kepiting 150 Hati-hati
26 Udang 160 Hati-hati
27 Kerang/Siput 160 Hati-hati
28 Belut 185 Hati-hati
29 Santan kelapa 185 Berbahaya
30 Gajih babi 200 Berbahaya
31 Susu Sapi 250 Berbahaya
32 Susu Sapi Cream 280 Berbahaya
33 Coklat/Cacao 290 Berbahaya
34 Mentega/Margarin 300 Berbahaya
35 Jeroan sapi 380 Berbahaya
36 Jeroan babi 420 Berbahaya
37 Kerang putih/remis/Tiram 450 Berbahaya
38 Telor Ayam 500 Berbahaya
39 Jeroan Kambing 610 Berbahaya
40 Cumi-cumi 1170 Pantang
41 Kuning telor ayam 2000 Pantang
42 Otak Sapi 2300 Pantang
43 Otak babi 3100 Pantang
44 Telor burung puyuh 3640 Pantang


Soto Kadipiro

13/10/2008

Ini di Yogyakarta.

Soto Kadipiro, yang asli yang mana ya? Menurut saya, yang asli tuh di Jalan RE Martadinata, atau orang lebih kenal dgn jalan Wates, jalan ke arah Wates. Kira-kira 1 Km dari prapatan Wirobrajan ke arah barat, sebelum pom bensin, sebelah utara jalan, pintunya kayu bercat hijau, itulah Soto Kadipiro yang asli. Di sekitarnya banyak juga Soto berlabel Kadipiro juga. Tapi sekali lagi, menurut saya yang asli ya yang itu tadi :)

Soto ini khas, termasuk jenis Soto Ayam yang tak bersantan. Kuahnya agak bening, nikmat dan sedap. Komponennya antara lain suwiran daging ayam sedikit, perkedel juga sedikit, mungkin cuma separo, menurut saya ukurannya serba ‘mini’, deh. Satu mangkuk, pasti kurang (hmmm ukuran saya lho). Mesti nambah lagi. Dan ayamnya, hmmm juga kurang, mesti nambah sepotong ayam goreng.

Peringatan untuk anda, yang namanya ‘Soto’, di Indonesia sangat beragam. Jadi jangan coba-coba mengajak teman/saudara yang tidak ‘open minded’ terhadap soto utk makan Soto Kadipiro ini. Orang Surabaya membayangkan Soto ini seperti Soto Ayam Lamongan, padahal jauh berbeda.

Nah, silahkan dikunjungi ya, menurut saya Soto Kadipiro ini wueeenaakkk tenan.

(* biasane aku isin lho, makan di sini, sebabe aku mung numpak motor bebek, lha pengunjung liyane numpak sedan mercy *)


Kikil wuuuenakkk tenan …

24/09/2008

Iki nduk suroboyo..

Nek sampeyan kepingin jajan kikil sapi, sing wueenak tenan ki neng jalan Kutai, pas prapatan kae, teko jalan Diponegoro, sebelah kanan. Kikile empuk, tur kuah-e yo pancen kentel tenan. Ditambahi ijo-ijo daun bawang. Plus lontong sing pada empuk-e. Wis jan, iso lali anak bojo, tonggo teparo tenan.

Warung kikil iki, wis suwe, jaman aku sih kerja neng LPKIA/LBMK pas ngarepe, kikil kuwi wis ana. Sampek LPKIA/LBMK ne tutup, kikil iki malah dadi gede warunge.

Wis, ndang dijajal nggih para kanca, dijamin, pasti wuueeeenakkk tenan.


Warung Jula-Juli

20/09/2008

Dari tempat yang sering saya kunjungi, bisa ketahuan seberapa tebal dompet saya, he he he, kelas kaki lima.

Ini di Surabaya, perempatan Kertajaya Indah dan Galaxy, kalau dari arah ITS belok kanan, langsung segera menepi ke kiri. Nah di situ ada warung, ‘Jula-Juli’ namanya. Menu yang tersedia adalah masakan rumahan Jawa Timuran, ada sayur asem, rawon, lodeh, pecel beserta lauk-pauknya, tempe tahu goreng, empal, kerupuk juga ada. Harganya sesuai kantong saya (seporsi rata-rata Rp. 10.000). Dulu, sewaktu jadi mandor bangunan di seputar daerah tersebut, pasti saya makan siang di sana, nikmat.

Jangan lewat jam 14.30 kalau ke sana, sudah habis !


Nasi kucing!

10/09/2008

Ke Jogja? jangan lupa lesehan, makan nasi kucing di utara stasiun Tugu.

Awalnya saya sering lewat jalan Sitisewu. Tahu nggak dimana tuh? Itu lho jalan dari bunderan samsat ke arah jalan mangkubumi/malioboro. Sebelum keluar ke jalan mangubumi, sebelah kanan, ada deretan warung angkringan, kalau malam ramai sekali, pembeli pada lesehan sambil makan nasi kucing.

Suatu saat ‘cewekku’ ngotot minta berhenti di sana, beli nasi kucing, bawa pulang. Ok lah. Dan kami makan di parkiran basement Malioboro Mall. Waktu itu mau belanja dan kelaparan. Eh ternyata rasanya enak, lumayan. Nasinya pulen, dan lauknya aneka ragam. Sebungkus nasi kucing (Rp. 1000) memang sedikit (menurut saya), pas utk ukuran seekor kucing! Maka biasanya saya makan dua bungkus. Lumayan utk mengganjal perut, ekonomis lagi.

Sejak itu, kalau pas lewat dan lapar, pasti beli nasi kucing. Sayangnya, kalau bawa mobil tidak ada tempat parkirnya, lebih baik naik sepeda motor saja. Duduk di sana, lesehan, sambil ngobrol-2 dgn teman-2, asyikkkk.


Jenuh

10/09/2008

Catatan harian tapi tak diisi tiap hari, tak sesuai judul. Biarin deh. Sak sela-ne wae. Pokoknya kalau lagi jenuh, suntuk, maka blog ini jadi sasaran. Mau ngobrol tak ada teman, teman seperjuangan sibuk dengan urusannya sendiri, mau main juga aneh lha wis tuwek kok dolan, dan lagi costly.

Iseng-iseng browsing cari resep masakan favorit, itu lho ‘rawon’, maklum lidah suroboyo sih. Ternyata resep rawon ada banyak, dan beda semua. Wah bingung saya. Konon rawon punya komponen khusus yaitu ‘kluwek’ (buah antik yang nggak habis-2nya dipanen). Tapi ada resep rawon yang tanpa ‘kluwek’, aneh memang, kok berani ngaku resep rawon ya. Singkat kata, saya tak berani mengambil satupun resep rawon, nanti saja pulang kampung tanya ‘orang-2′ suroboyo (rawon setan, rawon nguling, rawon taman bungkul)

Dari kesuntukan ini, maka saya buat kategori baru di blog ini: kuliner! … mak nyuuuussssss…


Ikan Tenggiri Bumbu Bali

08/09/2008

Bahan:
250 gr ikan tenggiri
1 sdt air jeruk nipis
1 sdt garam
3 sdm minyak untuk menumis
1 btg serai, memarkan
1 sdm kecap manis
minyak untuk menggoreng

Haluskan:
3 bh cabai merah
6 bh bawang merah
3 siung bawang putih
4 bh kemiri
1 cm jahe
1 sdt garam

Cara Membuat:
1. Lumuri ikan dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan 30 menit.
2. Goreng ikan dalam minyak panas sedang sampai matang, sisihkan.
3. Tumis bumbu halus dan serai sampai harum. Tambahkan kecap, aduk hingga matang.
4. Tata ikan goreng di piring, siram dengan tumisan bumbu, hidangkan.

Untuk 4 orang

(nyontek dari kompas.com)


Ayam Pop

08/09/2008

Bahan:
1 ekor ayam kampung (jangan yang tua atau terlalu muda), bersihkan, lepas kulitnya, potong-potong
6 siung bawang putih, haluskan
1 sdm merica bubuk
garam secukupnya
2 sdm mentega/margarin untuk menumis
2 ltr air kelapa
minyak utk menggoreng

Cara membuat:
1. Cairkan mentega, tumis bawang putih sampai harum, masukkan merica, garam dan air kelapa.
2. Masukkan ayam, ungkep sampai ayam empuk.
3. Panaskan minyak goreng, masukkan ayam, goreng sebentar.
4. Sajikan dengan rebusan daun singkong dan sambal ijo/merah pete.

Sambal Ijo Pete
Bahan:
10 buah cabai hijau
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah tomat hijau
minyak goreng secukupnya (lebih enak lagi minyak kelapa atau minyak bekas menggoreng ayam di atas)
1 papan pete, kukus, kupas dan belah dua

Cara membuat:
1. Kukus semua bahan sampai empuk, angkat.
2. Giling kasar cabai dan bawang, kecuali tomat, haluskan dengan menambah garam dan gula secukupnya.
3. Tempatkan dalam wadah, masukkan pete dan tambahkan minyak goreng secukupnya, aduk rata.

Dewi Anwar
Sumber : Natural Cooking Club