Menurut Kompas 22/5/07 realisasi APBN sampai dengan April 07 masih kecil sekali, padahal sudah disetujui, tinggal dipakai saja sesuai dengan peruntukannya. 

 Menurut saya, salah satu sebabnya, memang ’sang penguasa duit’ belum rela melepaskan untuk direalisasikan, mungkin belum takut terhadap KPK.  Akibatnya, banyak rencana kerja di tingkat pelaksana menjadi amburadul, pekerjaan tidak sesuai yang direncanakan, apalagi yang menyangkut pengadaan barang-jasa yg harus melalui mekanisme lelang terbuka.  Lebih celaka lagi kalau pekerjaan harus selesai tuntas bulan desember 2007, bisa dibayangkan akan terjad bbrp kemungkinan, pertama laporan yg dibuat palsu karena pekerjaan belum selesai, atau laporan asli tetapi pekerjaan yang dibuat tidak sesuai dengan yg seharusnya.

Padahal, kalau APBN turun sesuai jadwal, maka pelaksana di bawah akan melaksanakan pekerjaannya sesuai jadwal dan sesuai aturan dengan baik.  Selain itu kehidupan dunia usaha akan menjadi lebih merata dalam range tahun 2007, tidak mengumpul di akhir tahun saja.  (coba cermati iklan pengadaan barang & jasa di surat kabar 2006, terkonsentrasi di akhir tahun)

Percaya atau tidak, pernah terjadi teman saya melaporkan pekerjaannya sesuai yang diharapkan yaitu pada akhir tahun 2006, tetapi duitnya baru turun awal tahun 2007.   

Pada tahun ini, sebagai contoh, silahkan tengok teman-teman yang memperoleh dana hibah (PHK) dari DIKTI, sudahkah mereka menerima dana dari DIKTI?  Bagaimana dengan program kerja mereka?

so what, who care?

Mestinya pemerintah yang ‘care’ dan ‘do something’, supaya program-2 pemerintah berjalan mulus. Juga badan yang mengawasi pemerintah harus menjalankan tugasnya (wah sopo iki yo? DPR kali)