PHK Tuesday, Apr 1 2008 

Dulu kalau orang mendengar kata PHK, pasti berpikiran bahwa itu ada sangkutpautnya dengan Pemutusan Hubungan Kerja.  Sebuah singkatan yang populer sejak jatuhnya pemerintahan Eyang Soeharto ytc, bersamaan juga dengan jatuhnya ’saya’.  Saya jatuh miskin bersama-sama berjuta-juta orang seantero Indonesia Raya ini.   ‘Jatuh’ tadi mbuh kepriben, saya tak tahu sebabnya, apa ada hubungannya dengan Mbah Soros, mbuh ra weruh, bukan bidang saya.

Tapi PHK yang satu ini lain.  PHK yang dipopulerkan oleh DIKTI (Direktorat Pendidikan Tinggi).  PHK kependekan dari Program Hibah Kompetisi.  Ini pemerintah punya program untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, program yang luhur!  Jadi para PTN dan PTS boleh berkompetisi untuk mendapatkan dana dari pemerintah (APBN) dengan cara mengajukan proposal dengan aturan main tertentu.  Perlu diingat pemerintah bukan ‘baru’ meluncurkan dana utk PTN/PTS, tetapi sudah lama dan banyak ragamnya dan dari berbagai sumber. (contoh TPSDP dari Bank LN, lupa saya, kalau bukan ADB yang World Bank dll).

 Jadi pemerintah ini menurut saya buuaaiiikkk betul.  Mau memberikan dana utk PTN/PTS.  Pihak PTN/PTS hanya perlu membuat proposal, dengan kata lain ‘menjual persoalan’.  Lha, kan wwuuueenakkk.  Nulis persoalan, diajukan, berkompetisi, menang, dapat dana, kerjakan, laporkan, beres!  Kalau kalah, ya jangan putus asa, mengajukan lagi. (saya hanya gagal sekali dan menang seterusnya, ha ha ha).   Bagi teman-teman yang sering berkecimpung dalam bidang ini tentu punya banyak pengalaman menarik.

Ada PHK yang lain lagi, yaitu Pemburu Harta Karun.  Ketika saya sedang sibuk menulis proposal PHK di ruang khusus  (kebetulan dapat ruangan seperti aquarium, bisa terlihat dari luar), maka teman-teman yang bersliweran dapat dgn mudah melihat saya yg berjumpalitan di dalam ruangan, dan komentar mereka “Itu lho Pemburu Harta Karun”. Maksudnya pemburu dana dikti.  Ada-ada saja teman-teman saya itu.  Kalau dipkir-pikir betul juga, ber milyar-milyar rupiah sudah saya hasilkan dari laptop axioo butut saya itu, utk memajukan pendidikan di negeri ini.  Tapi akibatnya, saya nggak tambah pinter, nggak tambah maju, nggak tambah kaya.  Tetap 3B.  Ah, bodohnya saya.  Istri saya saja dah hampir profesor. Saya masih asisten ahli, enggan meninggalkan ke-’ahli’-an. he he he.  Malu nih.

Panduan INHERENT 2008 Thursday, Mar 27 2008 

Selamat membuat proposal !!!

Panduan K3 2008

Panduan K1 2008

Teleconference Saturday, Mar 15 2008 

Tahukah anda? (pasti tahu ya, he he he). Bahwa fasilitas teleconference sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia? Hampir setiap minggu bahkan kadang-kadang seminggu dua kali diadakan teleconference antar perguruan tinggi di Indonesia.  Pada setiap selasa pertama dalam setiap bulan diadakan teleconf dengan dirjen DIKTI, rutin !  Biasanya pihak perguruan mendapatkan fasilitas ini melalui hibah, khususnya hibah TIK.  Proyek gedenya bernama INHERENT (Indonesia Higher Education Network).  Silakan tengok www.inherent-dikti.net 

Mungkin bagus juga kalau fasilitas ini juga bisa  dipakai di kalangan pemerintahan.  Misalnya rapat para Gubernur, maka tidak perlu para Gubernur ke Jakarta, cukup duduk saja di sofa masing-masing sambil tekan-tekan remote.  Hemat!  Apalagi kalau rapat para Bupati, wah penghematan bisa semakin meningkat.  Biaya ke ‘Jakarta’ bisa diberikan saya, untuk biaya sekolah! (he he he he).

Soal ujian masuk SMA Taruna Nusantara Monday, Feb 11 2008 

COntoh soal ujian masuk SMA TN - Math

Contoh soal ujian masuk SMA TN - BHS

Maaf bagi yg sudah kirim email, file saya cantumkan di sini saja, file inipun saya dapatkan dari internet.
Buat adik-2 yang mau masuk SMU, selamat belajar giat ya, jangan kecewa nanti kalau tidak masuk di SMU favorit, percayalah adik-2 semua lulusan SMP manapun di Indonesia ini adalah hebat. Lihatlah jauh ke depan, ke perguruan tinggi, utk ke sana tak harus masuk SMU favorit. Coba tengok pula kesempatan ke luar negri !!! Siapkanlah kemampuan bhs Inggris, TOEFL atau IELTS. OK? semoga sukses, good luck !!! Allah menyertai anda semua. !!!

Plonco dilarang, tapi …. Wednesday, Jul 25 2007 

Dari pengamatan saya di beberapa SMA Negri dan Swasta Di Yogyakarta, ternyata apa yang dikatakan ‘ploncoan’ siswa baru masih ada.  Namanya memang beda yaitu ‘MOS’, dan alasan diadakannya pun tersamar, misalnya utk mencari bibit unggul dalam bidang keagamaan, olahraga, kesenian dll.  “Ploncoan” di sini artinya, siksaan fisik dan mental terhadap siswa baru oleh seniornya.  Menurut saya ini benar-benar suatu hal yang memprihatinkan.  Kegiatan ini sungguh tak dapat dibenarkan dari sisi apapun (yurudis formal, psikologi pendidikan, psikologi anak, psikologi perkembangan, psikologi industri, ilmu kependidikan, paedagogi dll). Hal ini menurut saya harus diberantas, sudah saatnya penyiksaan terhadap anak (dan keluarganya) ini harus dihentikan. Untuk mencapai tujuan yang baik mestinya dengan cara yang baik, cerdas, santun dan religius! 

Coba bapak kepala sekolah ,  ikut MOS di sekolahnya, apa bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan seorang diri? 

Bagaimana pendapat anda?

SMAN 3 Kota Yogyakarta diserbu !!! Thursday, Jul 5 2007 

Bagi yang masih ingin sekolah di SMA favorit di kota Yogyakarta, maka sebaiknya mengarahkan pilihan ke SMAN 1, karena tampaknya persaingan semakin sengit di SMA N 3, entah mengapa kali ini SMAN3 banyak diserbu peminat.  Padahal SMAN1 menurut pengamatan banyak pihak lebih baik dari pada SMAN 3, khususnya dalam bidang pendidikan agama dan soft skill. 

Jadi untuk memperbesar peluang, sebaiknya mendaftar ke SMAN 1.

 Semoga sukses

SMAN 3 Yogyakarta, kurang siap ! Wednesday, Jul 4 2007 

Ketika pukul 08.00 tepat, para petugas sudah siap melayani penjualan formulir.  Para pengantri sudah cukup banyak.  Kesalahan pertama terjadi, nomor map tidak sama dengan nomor formulir pendaftaran, selisih satu angka.  Para pembeli menyadari ketika mengisi formulir dan mempertanyakan hal itu.  Oleh petugas nomor map dicoret dan diganti sesuai dgn nomor formulir.

Kesalahan kedua, terjadi pada formulir, kolom pengisian nomor ujian akhir nasional SMP, tersedia 10 digit, padahal nomor UAN ada sembilan digit, ketika ditanyakan katanya diisi 13 digit seperti yg ada pada ijazah.   Kemudian diralat lagi menjadi nomor UAN SMP, kosongkan bagian belakang (ini aneh, menurut coding theory mestinya bagian depan yg dikosongkan)

Kesalahan ketiga, masih terjadi pada formulir.  Isian tanggal lahir berformat tidak biasa yaitu bulan, tanggal dan tahun.  Biasanya di Indonesia orang menggunakan tanggal-bulan-tahun.

Kesalahan ke-empat, terletak pada operator entry data yang tidak cermat, karena formulirnya tidak biasa.  Urutan pada formulir, nilai yang dimasukkan urutannya adalah B Indonesia, Matematika dan Bhs. Inggris.  Operator memasukkannya sesuai urutan tsb, pdhal di komputernya urutannya adalah B. Indonesia, Bhs. Inggris baru kemudian Matematika.  Jadi antara nilai B.Ing dan Mat tertukar.

Alhasil tanda bukti salah semua, dan besok semua pendaftar harus datang lagi utk mengambil bukti pendaftaran yang benar.

Yah, saya jadi ingat kalau naik haji, apapun syaratnya, pasti kita penuhi tanpa mengeluh.

(para pemantau, anda dimana? ombudsmen? LSM?  sudah siapkah anda?)

SMP Negri 5 Yogyakarta mengecewakan. Wednesday, Jul 4 2007 

Hasil pandangan mata tadi pagi di SMAN 3 Kota Yogyakarta, ketika pendaftaran SMAN dimulai.

Tampak beberapa orangtua sudah mulai mengantri sejak pukul 07.00, ketika saya tanyai mengapa pagi-2 benar? Jawab mereka, memang harus cepat-2, karena kalau nilainya sama, maka nomor urut kedatangan pendaftaran menjadi penting.   Setelah saya cermati peraturannya, ternyata memang benar.  Dan, ternyata banyak pendaftar yang belum memiliki ijazah, karena ijazahnya memang belum keluar, dan itu dari SMP yang ngetop di Yogyakarta, SMPN 5 Kota Yogyakarta. 

Ketika saya berpindah ke SMP Negri 5, saya jumpai pemandangan yang menghebohkan, para orangtua marah-marah, mencak-mencak, emosional, ingin agar segera ijazah dibagikan.  Inti persoalannya, ternyata SMPN 5 memang tidak mampu menyiapkan ijazah sebelum  pendaftaran SMAN dibuka.  Ini memang masalah serius, dan pihak SMP Negri 5 harus mempertanggungjawabkannya pada publik.   Jika nanti ada siswa yang tidak diterima karena telat mendaftar karena menunggu ijazah ini, maka hal ini bisa dan HARUS dipersoalkan lebih lanjut.  Artinya SMPN 5 menghambat kesempatan lulusannya utk masuk ke SMA pilihan sang lulusan.   Hal ini sangat mungkin terjadi karena pemilik nilai >28,5 sebanyak 476 anak se-kota Yogya, dan pemilik nilai 28,5 < NUN < 28,75 sebanyak 155 anak.  Padahal NUN dalam rentang tersebut hanya ada dua jenis yaitu 28,6 dan 28,67 ada sebagian kecil yg agak beda misalnya 28,7 hasil tambahan prestasi.  Artinya utk masuk SMAN 3, anak-2 dalam range tsb harus ‘dulu-duluan’ mendaftar, mereka harus menyingkirkan sekitar 53 anak yg bernilai dalam range tsb. 

Ketika saya kembali ke SMA N 3, saya temukan bahwa yang sudah mendaftar (sekitar 90-an org) memang BUKAN dari SMP N 5, karena baru pukul 11-an SMPN 5 mengeluarkan ijazah, itupun harus bersitegang karena para pengambil harus membawa persyaratan yg tidak diumumkan sebelumnya.

Ternyata ada lagi masalah ‘SMPN5 ini’, ijazah, SKHUN, fotocopynya, semrawut, cukup banyak yang tak lengkap dan tertukar, satu katut lainnya.  Selain itu kesalahan yang mencengangkan adalah cap legalisir SMPN 5 justru diberikan kepada pihak fotocopy di luar sekolah.  Ini, masalah yg amat sangat serius!!!

Nah, buat SMPN5, ke depan harus lebih bijak dan teliti dan saksama, masak pada saat genting begini guru-guru malah ke Kaliurang (apapun alasannya ini adalah hal yang amat sangat tidak tepat),  ini aneh tapi nyata, dan perlu diusut.  Masak sih Pak Kepsek yang sudah MPd bertindak gegabah? atau memang sengaja akan merugikan anak didiknya?  Atau kesalahan Dinas Pendidikan Kota? Walahualam !!!

Buat para pengamat, anda berada di mana? Ombudsmen? sapurata? coba cermati pula yang terjadi di SMAN.

PREDIKSI PENDAFTAR 2007 SMAN fave Kota Yogyakarta Tuesday, Jul 3 2007 

Wawancara dengan Mr. X yang tak mau disebut namanya (takut dikira dukun).

Tanya: Bagaimana prediksi Mr. X pendaftar tahun ini di SMA 1 dan 3?

Mr. X: Sulit diprediksi karena para pendaftar sudah semakin pintar, dan pandai mencermati angka.

Tanya: Maksud Mr.?

Mr. X: Begini, angka-2 NUN SMP sudah terbuka, data tahun lalu juga ada, artinya yang benar-2 yakin diterima saja yg berani mendaftar, misalnya ke SMAN 1 harus lebih dari 28,33.  Para pendaftar tak mau ambil resiko, karena tak bisa pindah pilihan.   Tinggal tgt minat calon siswa saja ke SMA mana maunya, artinya ‘daya pikat’ SMA menjadi penting. 

Tanya: wah kok mbulet Mr. ?

Mr. X : Begini, kalau ingin mau jadi orang hebat mendaftarlah ke SMAN 1, kalau ingin jadi orang nyleneh ndaftarlah ke SMAN 3.  Begitu he he he he.  Kalau mau jadi orang nyleneh dan hebat masuklah ‘JD’ tapi sudah tutup ding.  Maksud saya tiap SMA punya kelebihan.  Dan setiap calon sudah tahu itu, jadi jumlah pendaftar akan dekat dengan jumlah kapasitasnya, begitu prediksi saya.  Perlu diingat juga kapasitas SMAN1 lebih besar dari SMAN3.  Jadi kira-kira jumlah pendaftarnya kelebihan sekitar 10-20 persen dari kapasitasnya.  Begitu :)

Tanya : OK deh Mr. X, terimakasih. 

Nilai UAN SMP 2007 Gunung Kidul Tuesday, Jul 3 2007 

uan_gk.jpg

Next Page »