Saat engkau cemberut, engkau telah membungkus senyuman ramahmu untuk sahabat dan saudaramu! Padahal Tuhan menaruh harapan, melalui dirimu, saudaramu yang sedih akan merasa nyaman tinggal di hatimu!
Saat engkau muram dan memalingkan wajahmu kepada orang yang berada dalam kesulitan hidupnya, engkau sebenarnya telah menyembunyikan cinta Tuhan yang engkau percayakan kepadamu. Padahal kehadiranmu diharapkan menjadi tanda cinta-Nya yang membawa harapan.
Saat engkau mencari harga dirimu dan takut wibawamu merosot turun, engkau sebenarnya telah membungkus kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Padahal Tuhan mau menganugerahkan rahmat kebijaksanaan: menjadi mulia dalam kerendahan hati, namun engkau tidak mau untuk terluka sebentar saja.
Saat engkau membuang muka kepada temanmu yang telah menjengkelkan dirimu, engkau telah membungkus rapat hatimu yang penuh belas kasih dan pengampunan. Padahal Tuhan sudah memberikan kepadamu mandat untuk mengampuni, yakni tidak menghakiminya lagi, melainkan justru memberikan kesempatan kepadanya untuk berubah. Begitu besar cinta Tuhan, sampai pengampunan pun dipercayakan kepada manusia, agar manusia dengan mudah memaafkan sesamanya!
Saat engkau menolak anakmu untuk bersandar pada bahumu, saat itulah juga engkau kehilangan kesempatan untuk merasakan tangisan, detak jantung anakmu yang mempercayakan hidupnya kepadamu. Begitulah anakmu percaya kepadamu, orang tuanya. Anakmu yakin engkau tidak akan menyakiti hatinya, melukai tubuhnya, melainkan anakmu percaya, engkau orangtuanya akan mendidik dan merawatnya penuh kasih! Tuhan pun percaya dan menaruh harapan kepadamu sebagai orang tua.
Saat engkau menyalahgunakan kehendak bebasmu untuk berbuat dosa, di situlah sebenarnya rahmat belas kasih Tuhan yang maharahim berlimpah limpah. Namun rahmat itu tidak akan dirasakan kalau kita masih “hidup”: membela diri terus dengan 1001 alasan yang membenarkan diri sendiri meskipun sudah ditunjukkan kesalahanmu. Kita butuh belajar “mati”: kehilangan harga diri, agar kita mampu menemukan rahmat Tuhan yang berbelas kasih kepada orang berdosa. Itulah ibarat, ikan yang hidup di tengah lautan tidak akan menjadi asin meski air lautnya asin.Namun hanya ikan mati yang dapat diasini karena fungsi “self defense mecanism” ikan itu sudah tidak berjalan lagi. Begitulah diri kita sebenarnya. “Kamu adalah garam dunia”. Mungkinkah kita akan menjadi garam bila kita tidak “mati”? Kita akan menjadi garam kalau berani kehilangan “sikap membela diri”.
Tanah yang subur, mudah dicangkul dan menyerap air apa saja. Tanah itu selalu siap untuk ditanam “biji-bijian” yang menjadi benih tanaman untuk bertunas. Apakah kita ini siap menjadi biji gandum, biji rambutan, biji padi, yang siap ditanam? Tanah itu bisa jadi hidup kita bersama, ada yang tandus, ada yang subur, ada yang dikelilingi semak berduri, atau seperti tanah di atas bebatuan, atau seperti tanah di pinggir jalan? Terhadap orang lain, kita dipanggil menjadi tanah yang subur agar sahabatku, bagaikan biji padi, siap bertunas, tumbuh dan berbuahkan bulir padi yang bermutu. Bagi diri sendiri, kita dipanggil untuk menjadi “biji” yang siap mati untuk ditanam, di manapun kita akan hidup. Tuhanlah yang memberi hidup dan pertumbuhan kepada biji itu…dan kitalah yang dipanggil saling merawat dan memupuk tanah kehidupan bersama.
Semoga hari esok ada banyak kejutan yang membuat hidupmu menjadi tanah yang subur bagi banyak orang! Semoga kita mau menjadi biji padi yang jatuh ke tanah dan mati, agar berlimpah buah padinya saat panen nanti.
Saat engkau cemberut
10/08/2009SMS GRATIS, SMS GRATIS, SMS GRATIS
06/08/2009Bagi penggemar gratisan, ini lho ada fasilitas kirim sms gratis, silahkan coba ya.
www.freesms4us.com
semoga berhasil.
Menyusuri sungai Chao Praya Bangkok
02/08/2009Sungai Chao Praya ini merupakan sungai yang besar, membelah kota Bangkok. Perkembangan kota Bangkok ini diawali dari sungai ini. Di sepanjang sungai ini banyak terdapat candi-candi Budha (mereka sebut Wat). Menyusuri sungai ini, merupakan agenda wajib bagi para turis. Sekali lewat, kita bisa men-scan banyak tempat tujuan wisata. Salah dua yang terkenal adalah Grand Palace dan Wat Pho.
Kebetulan saya menginap di Imperial Queen Park Hotel, sehingga harus naik BTS dua kali (BTS ini sejenis KRL), dari stasiun Pham Prong ke Siam, lalu dari Siam ke Thaksin. Nah di satsiun BTS Thaksin inilah, kita akan mulai banyak ditawari oleh penjaja tour utk menyusuri sungai. Berbagai tawaran menggiurkan disampaikan plus foto-2nya dengan harga yang relatif mahal (lebih dari 1000 baht). Nah ini saatnya anda waspada dan hati-2, saya sarankan anda jangan terpengaruh, dan jangan beli apa-apa disini. Berjalanlah terus sampai ke bawah, keluar dari stasiun, dan langsung ketemu sungai, ketemu dermaga.
Menurut saya ada dua pilihan yang menarik bgmana cara anda menyusuri sungai yang sangat lebar dan berombak cukup besar ini. Pilihan pertama, anda bisa ikut perahu khusus turis, bayar 130 baht/orang., anda harus menyisihkan waktu sekitar 4 jam pp, maka sebaiknya datanglah sebelum jam 11.00 di dermaga ini. Perahu cukup besar, bisa mengangkut sekitar 120 orang, dan ada pemandu berbahasa Inggris. Perahu ini akan menyusuri sungai dan akan berhenti di dermaga dekat Grand Palace dan Wat Pho, tetapi ingat untuk masuk ke kedua tujuan tersebut, anda harus bayar sendiri 50 baht.
Pilihan kedua, nah ini pilihan yang saya ambil, sebagi turis yang berkantong tipis dan suka tantangan (maksudnya bisa ngirit hehehe). Pilihlah naik perahu reguler. Perahu ini melayani rakyat kebanyakan, dan memang sehari-2 untuk transportasi kota, lewat sungai. Banyak masyarakat menggunakannya. Ada beberapa jalur (merah, hijau, kuning dan orange). Pilihlah yang orange, karena jalur ini akan singgah di GRand palace dan Wat Pho. Hati-2 jangan salah naik, karena kalau salah anda akan terbawa ke lain tujuan. Di perahu terlihat benderanya, yang berwarna sama dgn warna jalurnya. Anda bisa salah naik karena pengumuman selalu menggunakan bahasa Thai, bukan bhs Inggris, so hati-2 kawan …
Tiket bisa dibeli di dermaga, bisa juga di atas kapal, ada kondekturnya, persis seperti kalau naik bis kota di Jawa. Kalau pas ramai, anak-2 sekolah pulang, atau orang kantoran pulang, maka bisa saja anda tidak kebagian tempat duduk, berdiri bergelantungan juga pemandangan biasa di sini. Nah, turunlah di dermaga Grand Palace, tiket cuma 20 baht. Murah bukan? Oh ya, jangan pilih duduk di depan, nanti terkena air yang muncrat, karena ombak yang cukup besar.
Turun di Grand Palace, ikut saja arus orang keluar, nanti ketemu Grand Palace, masuknya bayar 50 baht. Dari grand Palace anda bisa ke Wat Pho, itu patung Budha yang tiduran, terbuat dari emas, dan buesaaaarrrr sekali. Dari Grand Palace bisa naik tuk-tuk 40 baht, tidak jauh sih, cuma akan capek kalau jalan kaki. Di Wat Pho ini anda bisa berfoto-foto, lepas sandal dulu kalau masuk. Sayangnya itu patung Budha yg tiduran, tidak bisa di foto utuh, sebab terlindungi oleh bangunan dan dikelilingi rantai dengan pengamanan ketat. Mungkin jaga-jaga siapa tahu ada turis yang mau ‘nyuwil’ jarinya, kan lumayan … berapa gram emas tuh, he he he.
Dari Wat Pho, anda bisa kemana-mana ke Wat Wat yang lain, silahkan lihat peta! Dan pulangnya nanti, silahkan ke dermaga terdekat, dan naik perahu lagi pilih jalur (warna/bendera) yang singgah di dermaga Thaksin. Dar Thaksin ini anda bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan BTS (ini sejenis KRL, tapi dijamin jauh lebih aman dan nyaman ketimbang KRL jabotabek).
OK, ada pertanyaan?
silahkan, saya tunggu.
Hati-2 belanja di Pat Pong – Bangkok
02/08/2009Sama juga dengan belanja di kaki lima Malioboro Yogyakarta Indonesia, atau di Petaling Chinatown KL Malaysia, namanya tempat tujuan wisata, pasti sipenjual pengin ambil untung sebanyak-banyaknya. Siapa tahu ada turis yang lagi pusing dan nggak mikir soal nilai-tukar uang, sehingga benar-2 bisa dikerjain.
Nah, dua hari lalu saya ke Pat Pong, memang ini red-district area, tapi saya bukan mau ‘jajan’ di sana melainkan cuma mau mejeng alias berfoto saja, bukti bahwa sudah sampai Pat Pong he he hehe. Dari hotel Imperial Queen Park tempat saya menginap, saya jalan kaki menuju Phram Phong BTS station (KRL nya Bangkok). Dari Phram Phong ini naik BTS dan turun di Siam Station, ganti BTS menuju ke Sala Daeng. Turun di Sala Daeng (ambil yg kiri sepur, bukan yang kanan), lalu menyusuri pertokoan. Kira-2 75 meter, sampailah di Pat Pong. Berfoto sejenak, hehehe. Dan memang betul itu daerah lampu merah, banyak tempat hiburan malam. Saya anjurkan sebaiknya jangan ke sini kalau memang mau jalan-jalan saja, karena akan banyak gangguan. Banyak orang menjajakan ‘gituan’ tanpa tedeng aling-aling, dan ini mengganggu perjalanan saya yang memang cuma mau jalan-2. Pat Pong ini ada dua jalan, satunya masih mending, karena banyak penjual macam-2 barang seperti halnya di Petaling (KL). Sedang satunya lagi, wow … hati-2 banyak pondan yang cakep-2 dan bisa memaksa anda utk jajan. Nah, ternyata, ketika saya mencoba menawar suatu barang, wah wah wah harganya bukan main mahal, ditawarkan dengan harga setinggi langit saudara-saudara … tas yang seperti di pasar wonokromo saja, ditawarkan 4800 baht, saya pikir dia gila tuh… perkiraan saya 200 ribu rupiah saja lah. Dan, para penjual itu selalu ‘memaksa’ agar kita membeli, kadang dengan cara kasar. Memang boleh menawar, tetapi dengan pasang harga awal setinggi itu, kita mau berani nawar berapa? Seandainya kita menawar separuhnya, maka dia sudah untung berlipat-lipat ganda. Itu tas saya tawar 100 baht, dia muring-2, saya juga muring-2, tetapi dgn bahasa masing-2 …, tak pisuhi … jiannnnnc*k dia nggak ngerti hehehe dan sebaliknya. Jadi kalau tak berani adu urat leher, jangan coba-2 menawar barang di sini.
Singkat kata, sebagai tips utk rekan-2 yang mau belanja di sana, tawarlah dengan harga sepersepuluh dari yang ditawarkan. Dan ini tips jitu, biasanya berhasil, dan dia sudah untung serta kita tidak rugi, ini subyektif lho menurut pengalaman saya. Sebagaimana di Malioboro kalau menawar, tawarlah sekitar seperempat dari yang ditawarkan penjualnya.
Memang begitulah penjual, selalu ingin cari untung besar, namun kalau penawaran awal terlalu tinggi, saya kira sudah tidak bermoral lagi tuh penjual. Mestinya harga dikontrol pemerintah, dan keuntungan juga diatur. Untuk hal seperti ini banyak negara yang belum bisa melakukan.
Bangkok (dan Pat Pong) ini, kalau tidak dibenahi, maka sektor turisme akan tiarap, dari koran yang saya baca hari itu, ternyata jumlah turis sudah turun sebesar 38% dibanding tahun lalu. Saya jadi teringat, di Jogja dulu juga ada aturan dari pemda agar penjual makanan lesehan (di malioboro) wajib menampilkan daftar harga makanan, agar pengunjung tidak kena ‘thuthuk’ alias bayar muaahhhaaalll.
Salam.
hs
terbalik
16/07/2009kalau anda dihadapkan pada tabel yang berisi misalnya field nama dan nomor KTP, kemudian diminta melakukan pencarian, maka keyword apakah yang anda masukkan? nama atau nomor KTP?
sudah pasti jawaban anda 90% adalah nama, bukan nomor KTP. yang menjawab nomor KTP sebagai keyword, hanya orang iseng saja yang mencari “siapa ya yang bernomor KTP xxx xxx xxx”.
tapi, tunggu dulu, itu semua tergantung kepentingan, misalnya kalau tabel berisi field DNS dan IP Address, maka seringkali justru IP address yang kita jadikan keyword untuk mencari DNS-nya. contoh: blog saya ini ada yang mengakses dari nomor IP 58.139.248.9 , nah siapa tuh atau dari mana sipengakses berada, gitu.
umumnya, keyword adalah yang diketahui, dan berdasarkan keyword itulah field lain pada record yang sama akan ditampilkan (itu yang dicari). jadi, ya tak mungkinlah kita mencari nama kita berdasarkan keyword nomor KTP kita, edan po?
ini hal yang sederhana, tapi masih ada juga pihak-2 yang mengembangkan aplikasi (berbasis web juga), yang masih melakukan kesalahan fatal ini, contohnya di http://nisn.jardiknas.org atau http://npsn.jardiknas.org/
mana ada orang mencari nama sekolah berdasarkan NPSN-nya, mana ada orang mencari nama siswa berdasarkan NISN-nya, itu namanya kebalik. lagi pula utk memasukkan keyword berupa nomor-2 itu, belum tentu kita tahu formatnya, berapa character dlsb. apa anda ingat, format nomor KTP/NISN/No Passport/No apa saja milik anda? paling-2 yang anda ingat cuma nomor pin ATM anda, he he he …. iya nggak?
nomor-nomor itu, angka-angka itu (baca key field) itu tak berarti untuk entitasnya (physical entity), justru sangat berarti untuk ‘mesin’-nya (baca: proses di komputer), karena key-field adalah penentu, penciri dari suatu record.
tapi ya sekali lagi tergantung kepentingan atau kebutuhannya, siapa tahu ada orang yang butuh mengetahui namanya sendiri, karena lupa namanya sendiri, justru dia hanya ingat nomor KTP-nya. tapi berapa persen sih yang edan kayak gini?
nah, anda pengembang perangkat lunak SI, hati-hati soal ini ya …coba cek lagi produk anda …
salam database !!!
Merpati tak pernah (tak) ingkar janji
13/07/2009Ada film, novel dan lagu yang berjudul “Merpati tak pernah ingkar janji”. Merpati ini memang melambangkan ‘kesetiaan’, komitmen!!!
Tetapi penglaman saya dengan “Merpati” yang satu ini, sungguh berbeda.
Begini ceritanya.
Lewat adik saya di WITA-TOUR, saya membeli tiket penerbangan Surabaya-Manokwari dan Manokwari-Sorong. Tiket ini saya beli jauh-2 hari sebelumnya dengan maksud agar perjalanan nyaman dan tepat waktu. Ketika hari ‘H” tiba, saya berangkat ke bandara Juanda, lalu check-in dan masuk dalam ruang-tunggu. Awalnya semua tampak lancar. Namun ketika jam menunjukkan pukul 23.00, tidak ada tanda-tanda apapun, padahal itu adalah jam keberangkatan sesuai dgn yg tercantum dalam tiket. Lalu ada pengumuman, penerbangan ditunda 1 jam. Satu jam berlalu, kemudian ada pengumuman lagi, penerbangan dibatalkan karena alasan teknis. Hanya itu saja pengumuman yang terdengan dari pengeras suara. Maka tak ayal lagi banyak penumpang berkerumun di meja petugas utk meminta penjelasan, suasana menjadi ribut dan hiruk pikuk. Seharusnya diberikan pengumuman dengan jelas, misalnya penumpang diberi penginapan, ditunda utk penerbangan berikutnya, atau tiket dikembalikan dan diberi kompensasi, atau apasajalah yang menenangkan penumpang, bukan dibiarkan begitu saja sehingga terjadi keributan. Kasihan juga petugas darat merpati dikeroyok banyak penumpang! Setelah situasi agak reda, giliran saya yg bertanya pada petugas, “Mas mas, siapa bos-nya di sini, tolong antarkan saya pada beliau, saya mau tanya, mengapa terjadi seperti ini, dan saya yakin Masnya kan tidak tahu dan tidak salah, jadi antarkan saya pada boss anda”. Ehh responnya positif, saya diajak keluar utk ditemukan pada bossnya, ..,…dalam perjalanan saya ngobrol dgn Mas petugas itu, “kenapa sih pengumumannya kok cuma ..dibatalkan begitu saja …” dia menjawab lha memang begitu yg dia dapatkan, dan masih menunggu kepastian ‘hotel/penginapannya”…lalu saya katakan “lha itu yg penting, harus disampaikan kepada penumpang kalau memang harus menunggu..”…lalu saya putuskan utk tidak jadi menemui boss-nya, kita kembali saja, menunggu.
Ketika kembali ke ruang tunggu, ehhhh ada pengumuman lagi, “dipersilahkan naik ke pesawat udara, penerbangan ke Manokwari tidak jadi dibatalkan, kita mendapatkan ijin utk terbang”, jam menunjukkan pukul 00.30. Maka berbondong-bondong penumpang yg masih setia, utk naik pesawat, sebagian lagi sudah ngacir meninggalkan bandara, pulang atau entah kemana.
Kira-kira setengah jam dalam pesawat yang panas bukan main (AC tak hidup), semua penumpang gelisah, pesawat tak bergerak, dan akhirnya ada pengumuman, “penumpang dipersilahkan turun, pesawat tak dapat terbang”. Wow ….amazing ..man.
Kami semua kembali turun ke ruang tunggu, dan diumumkan bahwa penerbangan ke Manokwari ditunda dua hari lagi. Sekali lagi dua hari (DUA HARI) saudara-saudara. Dipersilahkan mengambil bagasi dan menuju hotel yang telah disediakan.
Maka setengah mengemis dan memasang tampang memelas, saya mohon utk dipindah ke penerbangan lain, dan menurut petugas darat saya diminta kembali ke bandara pukul 05.00 pagi. Setelah tidur sebentar di hotel, maka kam 05.00 saya sudah berada di bandara kembali, dan menemui petugas. Dan Alhamdulillah, saya dapat tiket pesawat lain pagi itu, yaitu pesawat “express air’, tanpa dipungut biaya apapun, thanks banget Merpati, walau saya tertunda sehari.
Singkat kata, acara di Manokwari sukses walau harus sedikit ‘akrobat’ dgn jadwal. Nah, giliran terbang ke Sorong nih. Ketika tiba di manokwari saya segera konfirmasi tiket saya ke Sorong, dan dijawab merpati status OK, ini terjadi hari Senin. Dan jadwal saya ke Sorong hari Jumat. Pada hari Kamis sore, iseng-2 saja saya mampir ke kantor merpati, menanyakan lagi status tiket saya, bagai disambar petir saya terima berita bahwa “besok tidak ada pesawat ke Sorong”, kata petugas, “kenapa?” tanya saya,” memang di jadwalnya tidak ada, uang tiket dapat dikembalikan dan dipersilahkan mencari sendiri penerbangan pengganti”
WOWWWW…. ini dia nih, terjadi juga hal-2 yg saya khawatirkan. Bayangkan saudara-saudara, uang dikembalikan sebesar yang tertera di tiket, dan diminta mencari penerbangan pengganti sendiri. Atau kalau masih beruntung bisa ikut penerbangan merpati berikutnya di hari minggu (artinya dua hari lagi). Saya tidak mau beradu argumen, sudah jelas masalahnya bahwa merpati sudah angkat tangan, maka dengan senyum manis dan ramah saya minta uang saya sebesar 670ribu, dan kemudian mencari tiket lain yaitu “express air”, seharga 1,2jt, beruntung saya dapat ‘katut’ di express air, maklum lewat jalur amat khusus yaitu jalur ‘intel’ (thanks to aparat intel Manokwari, thanks buat Mr. X yang ganteng dan gondrong padahal polisi, yg mengantarkan saya kemana-mana dgn rush or innova hitam). Saya naik express-air hanya berbekal boarding-pass, tanpa tiket, entah apa jadinya jika pesawat itu lenyap, nama saya pasti tak tercantum dalam daftar, hehehhe.
Sampai di Sorong dgn selamat, dan pada hari minggu, keponakan saya yang anggota KPU itu menelpon dari bandara “Edward Osok Sorong”, “Om tolong jemput saya ya, saya dari manokwari mau ke jakarta pakai Merpati, tapi pesawatnya olinya bocor, jadi tidak bisa terbang, tadi landingnya kasar sekali, pesawat ditunda senin katanya”. walah …. itu kan pesawat yang ditawarkan kepada saya tempo hari, ternyata bermasalah juga. Lalu saya tancap gas Kuda Mitsubishi hitam ke bandara, dan kita tertawa ngakak bersama, akhirnya besok senin kita berangkat bareng, saya ke SBY dia ke JKT, tapi saya naik express-air, dan dia naik ‘Merpati”. Sempat bertemu ketika transit di makasar, dua hari berikutnya kita bertemu di jogja, dorong-2 karimun biru yg mogok kerena tali alternator putus.
Ketika di Manokwari, saya diberitahu oleh teman-2 yang sering mondar-mandir naik pesawat, pesannya adalah, “jangan naik merpati, letakkan merpati pada pilihan terakhir, karena merpati seringkali ingkar janji”. dan ternyata memang benar apa kata teman-teman saya tersebut.
Cerita masih berlanjut.
Di Surabaya, setelah membereskan acara ‘bedol-desa’, alias pindah rumah dari Jogja ke Surabaya, adik saya yang sedang bertugas di Malang memberitahu saya, mau mampir ke rumah, dan menginap, karena akan ke Sorong pada hari Senin pakai merpati. NAIK MERPATI? walah …walah timbul kekhawatiran saya. Singkat kata, adik saya itu nyangkut di makasar sehari, pesawat rusak katanya.
Masih ada cerita yang terselip lho.
Waktu di Manokwari, sehari setelah saya tiba, keesokan harinya teman saya (Rektor Unipa) juga nyangkut di Makasar, naik merpati juga, hal itu membuat acara teman saya juga berantakan.
–ooOoo–
Itu secuil kisah saya bersama Merpati. Mungkin ada baiknya jika pihak Merpati mulai mengevaluasi diri, dan menetapkan langkah-langkah kongkrit untuk meningkatkan performancenya. Bagaimanapun transportasi di papua banyak mengandalkan penerbangan.
Selain itu utk pemerintah (daerah?), kiranya baik kalau ijin penerbangan juga diberikan dengan mudah ke berbagai maskapai penerbangan lain, sehingga akan banyak alternatif, dan dapat menurunkan harga, serta pada gilirannya kelak dapat memajukan tanah Papua (ini tanah tempat saya dibesarkan lho). Juga, saya kira baik sekali kalau mulai dipikirkan pembuatan infrastruktur (misalnya jaringan jalan raya) antar kabupaten di Papua.
Dan akhirnya buat saudara-saudara saya di Papua, baik di pemda atau non-pemda, tetaplah semangat dan selalu meningkatkan kinerja anda dengan meletakkan kepentingan umum (masyarakat luas) di atas kepentingan pribadi atau golongan demi memajukan tanah Papua.
Bravo Papua.
Amoke.
Pakai tissue atau air ?
29/05/2009Maaf nih ya, mau ngomong jorok!
Sejak kecil, kalau ke belakang, saya selalu menggunakan WC model jongkok, karena adanya ya cuma jenis itu. Maka sudah terbiasa bagi saya untuk menggunakan WC jongkok dan, membilasnya pakai air. Itupun bukan model semprotan taman spt sekarang, melainkan pakai gayung dan bak air. Jadi, pembersihan dilakukan dengan menggunakan air. Bukan yang lain.
Sekarang ini, di rumah saya, ada dua WC yang satu WC jongkok yang satunya lagi WC duduk. Entah sejak kapan saya sudah lupa, kapan saya mulai pakai WC duduk. Yang jelas, sungguh sulit bagi saya berubah dari gaya jongkok ke gaya duduk. Beneran nih, suwer wer wer. Ketika pakai gaya duduk, wah …nggak bisa berlangsung dengan lancar. Bahkan dulu sering, WC model duduk, saya pakai dengan jongkok style, nangkring di atasnya, walhasil, itu WC jadi ‘uglak-uglik’ alias nyaris copot, he he he.
Perlu waktu yang sangat lama bagi saya utk mengubah style dari jongkok ke duduk. Sekarang, sudah biasa….., sudah bisa …. bisa karena biasa …begitu. Tapi ada kebiasaan yang tidak bisa saya tinggalkan, yaitu baca koran sambil nongkrong di WC. Yang ini masih berlangsung sampai sekarang.
Tapi masih ada satu masalah besar bagi saya, ketika dengan terpaksa menggunakan WC yang duduk style, dan tidak tersedia air tapi hanya tersedia tissue. Wah ini betul-betul problem besar buat saya. Bagaimana cara memakai tissue pun tidak pernah ada yang mengajari. Wis jaaaan, semprul tenan. Jadi ya makai tissue sebisa-bisanya, dan walau habis segulung, tetap saja merasa belum bersih. Aneh memang menurut saya. Bagaimana membersihkan ‘itu’ kok pakai tissue. Biasanya, saya tetap mencari air (dan sabun tentunya) walau sudah memakai tissue tadi.
Untungnya, kini di beberapa tempat ada dua pilihan, WC pakai air, atau WC pakai tissue. Di beberapa bandara sudah tersedia dua pilihan ini (luar negri maksud saya). Termasuk di kantor saya sekarang ini, sudah ada dua jenis WC. Semua boleh pilih sesuai selera. Jadi, ….sudah tidak masalah.
Saya paling takut kalau sampai ada fatwa yang mengharuskan ke WC harus pakai tissue, dan tidak tersedia alternatif pakai air.
Hmm bisa gaswat saya.
bagaimana dengan anda?
Dress Code
29/05/2009Ouggghhhhh, mata ini tak bisa menghindar, ketika melewati sekelompok mahasiswi yang duduk-duduk di tepi taman. Kebetulan mereka duduk membelakangi jalan – di mana saya lewat -, sehingga nampak oleh saya punggung mereka yang mulus-mulus, sampai celana dalamnya- yang aneka warna – juga kelihatan, mengintip dari ujung atas celana jean. T-shirt yang dikenakan kependekan, sehingga mau tidak mau (opsss mau ding …), itu sebagian punggung dan sebagian CD nongol. “Ini mode …Om, jangan ketinggalan mode, kunoooo”, sebagian hati berbisik begitu.
Saya amati, sebagian besar, mahasiswi di sini (universitas ‘XYZ’ tidak saya sebutkan ya, japri aja kalo mo tahu) berpakaian model begitu. Celana jean, dan T-shirt ketat yg (agak) kekecilan. Sehingga body-body yang aduhai semlohay itu semakin mantap dilihat. Wow… Saya tunggu-tunggu kok belum ada ya mahasiswi yang pakai bikini ke kampus, he he heh, atau minimal pakai rok mini atau hotpant, atau tank-top atau ‘you can see everything’. Belum ada …belum nemu…. (kalau di OZ atau UK bagaimana Bu Soe Tjen?)
Belum ada penelitian, berpakaian seperti itu (jean + T-Shirt tadi) apakah akan menimbulkan gangguan poleksosbudhankamnas. Tetapi ada beberapa universitas yang menuliskan aturan cara berpakaian di kampusnya. Ini contohnya (http://library.utem.edu.my/index.php?option=com_content&task=view&id=24&Itemid=63).
Saya pernah diundang oleh perusahaan gede, dalam rangka peluncuran produknya (saya lupa Intel atau Microsoft) waktu itu. Dalam undangan disebutkan ‘dress code’ – nya, yaitu pakai pakaian tradisional. Wah …celaka tiga belas setengah nih. Betapa tidak …..masak saya harus pakai koteka? bisa ditangkap satpol pepe ntar. Saya telpon panitianya dan saya menawar, akhirnya saya datang berbaju batik! Beres dah …
–ooOOoo–
Ke TP atau ke GM, wah …cuci mata nih. Bisa lihat dan mengamati perkembangan mode di Surabaya. Yang saya harapkan tadi terlihat di kampus, sebagian bisa dilihat di sini. Berbagai macam gaya berbusana bisa ditemui di sini, tapi tetap yang berbikini tak ada bahkan tank-top pun tak kutemukan. Edan po, ke mall pakai bikini? he he hehe.
Ternyata, saya menemukan cewek-2 berpakaian seksi, tak jauh-jauh dari apartemen tempat saya tinggal. He he he … tiwas mencari kemana-mana. Jebulnya (opo iki rek?), setiap malam ketika saya pulang sekitar pukul 12.00 tengah malam, mereka baru keluar rumah he he he, seksi semua. Biasanya berpapasan di gate depan, saya masuk mereka keluar jalan kaki. FYI, apartemen saya terletak di tengah kota, dikelilingi oleh berbagai tempat hiburan malam, tak kurang dari 8 buah bar dan diskotik, yang berjarak selemparan granat dari apartemen saya.
–ooOOoo–
Bu Megawati, beberapa hari lalu mengatakan, “saya tidak akan latah memakai jilbab, saya akan menunjukkan jati diri saya sesuai dengan kemauan saya sendiri”. Nah !!! (http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/29/08160377/Megawati.Tak.Ingin.Latah.Berjilbab). Selama ini saya lihat, Bu Mega sudah berpakaian sopan dan bagus. Nggak pernah terlihat pakai UcanC, he he he. Sementara teman saya yang dulu di seberang meja saya si Farah (hallo ayo cepetan S3-nya, ntar disalib anak saya lho heheh), yang berjilbab itu, menurut saya juga cantik dan modis. Memang susah kalau dress-code dihubungkan dengan politik dan kampanye. Bisa kalah telak tuh pasangan Ono-Ono wae dibanding pasangan KLA-WIR. Opsss kok ngomong politik …
–ooOOoo–
Menurut saya sih, orang berpakaian itu memang untuk menunjukkan jati dirinya, untuk menegaskan siapa dia. Jangan sampai ngajar di depan kelas pakai baju yang bolong-bolong, bersandal, tidak sikat gigi lagi, wahhhh. Mestinya kan ya mandi dulu, sikat gigi, sedikit wangi (jangan berlebihan kayak bu Guru SMA 8 itu, bikin pilek), pakai baju yang rapih dan bersih. Jangan yang habis ketumpahan tinta pulpen! … harus tampil prima …supaya menarik perhatian siswa, tampil menyenangkan dan menyegarkan !
Para siswa/i (mahasiswa/i) juga begitu, harus rapi dan bersih, jangan bersandal jepit, rambut gondrong tak terurus penuh kutu dan bau. Saya pernah kaget ketika ke jogja dulu (10 tahun yg lalu), lha kok para mahasiswa tampilannya lusuh, baju dekil, sandalan, rambut gondrong. Mending kalau prestasinya bagus, jeblok lagi. wah wis jan nggilani tenan!
Kalau ke mall, pakai baju sing ketok wudel-e, ya terserahlah, tapi kalau ke kampus kayaknya kok belum sesuai, nanti mengganggu keamanan lingkungan belajar. Maklum para cowok ‘belum terbiasa’ dengan pemandangan spt itu. Prestasi mereka bisa merosot (he he he, ayo diteliti para pengamat soksial . betul nggak nih.)
Jadi, berpakaian dapat mencitrakan kita seperti apa dan harus lihat-lihat mau kemana. Kalau pakai hot-pant dan tank top kayak tetangga saya tadi, ya sudah jelaslah, wong kerjanya di bar n diskotik. Pergi ke kampus tentu harus beda dengan pergi ke mall atau ke pantai. Apalagi ke gereja, atau tempat ibadah lainnya. Teman saya yang pastor itu, mati-matian harus konsentrasi ketika membagikan hosti, kalau umatnya cewek cakep berpakaian leher rendaaahhh.
Wis, mikir DWDW, gimana kita harus berpakaian !!!
Resep lima-menitan (2)
17/05/2009Bingung mau nyiapin sarapan yang cepat saji? Ini salah satu jawabannya.
bahan :
- pisang raja satu sisir yang matang
- margarine
- keju batangan
- susu coklat kental manis
cara:
- kupas pisang, dan buat belahan memanjang, olesi dgn margarine di sekujur tubuhnya
- panaskan wajan datar, olesi dengan margarine, pakai kuas biar rata
- letakkan pisang ke atas wajar datar (utk memanggang)
- balik bila sudah mulai matang
- angkat bila sudah menguning
- letakkan di atas piring datar
- taburi keju parut
- dan beri susu coklat kental manis di atasnya
Siap dihidangkan dan boleh ditemani dengan segelas teh manis panas atau T-O suam
(* resep sudah diujicoba di dapur kecil Ayodhya Citra B-7 *)
Pasangan terakhir
15/05/2009Sampai jam 11 malam waktu sini, kok belum ada juga pengumuman dari Bu Mega ttg deklarasi capres-cawapres ya.
Mungkin yang sulit adalah mencari singkatan yang nanti bisa dipakai dengan pas utk kampanye.
(* tadi pagi saya usul Ono-Ono ternyata tidak dipakai oleh Pak SBY *)
Apa ya?
Coba saya usul beberapa:
Megawati Soekarnoputri – Prabowo Subianto
Mega – Pro (hmmm kok seperti iklan honda)
Gawa – Bowo (membawa wibawa)
Wa – Wo (ini artinya positif lho yaitu berkoalisi – bhs jawa)
Ti – To ( ati-ati menata negara)
Soe – Su (walah ….jangan pakai ini, walau su artinya bagus)
Putri – Prabu (nah …. bagus nih, putri raja)
apalagi ya, cukup susah nih …
ada lagi …
GAWAT – BRO (jangan dipakai ahhh)
coba kalau dibalik:
Prabowo Subianto – Megawati Soekarnoputri
Pro – Mega (bagus nih, berpihak pada Mega)
Bowo – Wati (bagus juga nih, berwibawa wanita, wanita berwibawa)
Prabu – Mega (bagus juga )
Prabu – Wati (bagus lho)
Prabu – Karno (wah kayak cerita wayang)
Pra – Meg (wah …nggak nyambung, nyaingi prameks)
Prasasti (Nah ini bagus …)
Wah, saya nggak nemukan lagi, dan rasanya masih belum ketemu yang memuaskan.
Kita tunggu saja nanti malam atau besok pagi, apa yang keluar …
Lagu pemilu yang membuat pilu
14/05/2009Sebetulnya semuanya ini diawali oleh Mubarok yang menyanyikan lagu “I started a joke”. Hal itulah yang kemudian membuat JK tersinggung dan bersenandung “Ada apaaa denganmu”. Di jawab oleh SBY dengan lagu dari grup band kesayangannya “Kapan kapan ..kita bersama lagi”.
Maka JK masih tak percaya, lalu melantunkan:
“jujurlah padaku bila kau tak lagi cinta, tinggalkanlah aku bila tak mungkin bersama, jauhi diriku, lupakanlah aku .. ..selamanya.”
Sementara itu, Mas-mas di PAN, PKB dan PKS koor bersama “Willingly I’ll be yours …”.
Tapi ternyata SBY benar-benar punya pilihan sendiri:
“aku sudah ada yang punya …”
Kontan saja PKS menyanyikan “Kucing Garong”, dan PKB “Blue …blue …my life is blue …”, dan PAN masih celingak-celinguk cari lagu yang cocok, he he he.
Tak lama berkumandanglah lagu maju “Mau tak gentar” dari kubu JK-WIN, dibawah pohon beringin yang mulai rontok daunnya diterpa lesus. Di tengah ramainya orang-2 Golkar mennyanyikan lagu anak-anak “Diobok-obok partaiku diobok-obok …..sampai anggotanya pada mabok …”
Dengan kalem sebelumnya pak Wir menyanyikan lagu sentimentil “Aku masih …seperti yang dulu ….”.
Tak ketinggalan, Prabowo Subianto melagukan “Soldier of fortune” (prajurit ra iso mati). Mencari bala kemana-mana, sampai ke kubu Bu Mega. Bu Mega sendiri sak jan-jane tidak menderita PDIP (Penurununan Daya Ingat Permanen), beliau masih ingat kudatuli. Makanya agak enggan berteman dengan Gerindra. Tapi akhirnya menyanyikan juga lagu bossas “Ingin aku …membencimu, ingin aku menjauh darimu …, namun semakin lama, aku mencobaa, kau ternyata …makin mempesona …”
Tapi ada seorang duduk sendirian di pojok sana menyanyikan lagu Bimbo “Sendiri ….kini daku sendiri lagi …”, itu Bang Yos, ora sida jadi capres.
Menjelang hari-hari terakhir pendafaran SBY terpaksa menyanyikan lagu “Pleasee .. don’t you ever go … please don’t desert me, cause I just to want yo ..so please don’t ever goooo” …
Endingnya, SBY menyanyikan lagu “we are the champion …”, unggul tipis dari JK-Win.
Dan rakyat tetep saja dangdutan :
“kau yang mulai kau yang mengakhiri kau yang berjanji kau yang mengingkari … ya nasib ya nasib …. ..”
Eh ada yang tertinggal, itu Rizal Ramli ternyata dengan gembira bernyanyi “I am single an very happy ….”.
he he he …
Wanita cantik, pengin pria kaya
07/05/2009Seorang gadis muda n cantik, mengirimkan surat ke sebuah majalah
terkenal, dengan judul:
“Apa yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”
Saya jujur ttg apa yang saya katakan di sini. tahun ini saya berumur
25 th saya sangat cantik, mempunyai selera fashion yg bagus. saya
ingin menikahi pria dgn penghasilan min $500ribu/th. anda mungkin
berpikir saya matre, tapi penghasilan $1juta/th hanya dianggap sebagai
kelas menengah di New York. persyaratan saya tidak tinggi. apakah ada
di forum ini mempunyai penghasilan $500ribu/tahun? apa kalian semua
sudah menikah? yang saya ingin tanyakan: apa yang harus saya lakukan
untuk menikahi orang kaya seperti anda?
dengan kerendahan hati, saya ingin menanyakan: imana para lajang2 kaya hang out?
kisaran umur berapa yang harus saya cari? mengapa kebanyakan istri dari
orang2 kaya hanya berpenampilan standar? saya pernah bertemu dgn
beberapa wanita yang memiliki penampilan tidak menarik, tapi mereka
bisa menikahi pria kaya?
bagaimana, anda memutuskan, siapa yang bisa menjadi istrimu, dan siapa
yang hanya bisa menjadi pacar?
ttd.
Si Cantik
Inilah balasan dari seorang pria yang bekerja di Financial Wall Street:
saya telah membaca surat mu dengan semangat. saya rasa banyak gadis2
di luar sana yang mempunyai pertanyaan yang sama. ijinkan saya untuk
menganalisa situasi mu sbg seorang profesional.
pendapatan tahunan saya>$500rb, sesuai syaratmu, jadi saya harap
semuanya tidak berpikir saya main2 disini. dari sisi seorang bisnis,
merupakan keputusan salah untuk menikahimu. jawabannya mudah saja,
saya coba jelaskan, coba tempatkan “kecantikan” dan “uang” bersisian,
dimana anda mencoba menukar kecantikan dgn uang: pihak A menyediakan
kecantikan, dan pihak B membayar untuk itu, hal yg masuk akal. tapi
ada masalah disini, kecantikan anda akan menghilang, tapi uang saya
tidak akan hilang tanpa ada alasan yang bagus. faktanya, pendapatan
saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun, tapi anda tidak akan
bertambah cantik tahun demi tahun.
Karena itu, dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset yang akan
meningkat, dan anda adalah aset yang akan menyusut. bukan hanya
penyusutan normal, tapi penyusutan eksponensial.
jika hanya (kecantikan) itu aset anda, nilai anda akan sangat
mengkhawatirkan 10 tahun mendatang. dari aturan yg kita gunakan di
Wall Street, setiap pertukaran memiliki posisi, kencan dengan anda
juga merupakan posisi tukar. jika nilai tukar turun, kita akan
menjualnya dan adalah ide buruk untuk menyimpan dalam jangka lama,
seperti pernikahan yang anda inginkan. mungkin terdengar kasar, tapi
untuk membuat keputusan bijaksana, setiap aset dengan nilai depresiasi
besar akan di jual atau “disewakan.. ” siapa saja dengan penghasilan
tahunan $500rb, bukan orang bodoh, kami hanya berkencan dengan anda,
tapi tidak akan menikahi anda.
Saya menyarankan agar anda lupakan saja untuk mencari cara menikahi
orang kaya. lebih baik anda menjadikan diri anda orang kaya dengan
pendapatan $500rb/tahun. ini kesempatan lebih bagus daripada mencari
orang kaya bodoh. mudah2an balasan ini dapat membantu. Jika anda
tertarik untuk servis “sewa pinjam,” hubungi saya.
ttd,
carlo
Aji mumpung !
03/05/2009Judul ini pasti kurang sesuai dengan isi tulisan ini. He he he .. kok bisa ya? lihat eh baca saja …
Rani, si kambing hitam, waduh …. kasihan cantik-cantik kok dikatakan kambing, hitam lagi. Dia ini mahasiswi dari STMIK Raharja yang menggemparkan berita di tanah air Indonesia. Popularitasnya nyaris menyamai para tokoh parpol yang sedang pusing dua puluh tujuh setengah keliling.
Tadinya sih, si mahasiswi ini hanya dikenal sebatas lingkungan orang-2 penggemar kegiatan memasukkan bola ke lubang yang diameternya 10 cm lebih dikit di seputar modern-land sana. Namanya jadi terkenal setelah Pak Nasrudin tewas tertembak, dan Pak Antasari Ashar terseret dalam kasus tersebut. Dan si mbak Rani ini konon terkait dengan kedua orang besar ini.
–ooOoo–
STMIK Raharja, tempat kuliah Mbak Rani, barusan saya cek di www.evaluasi.or.id , jumlah mahasiswanya 855 orang, sekarang berkurang satu karena dipecat. Sebelumnya saya memang tidak pernah mendengar ada STMIK Raharja, kalau Gunadarma atau Binus tentu saya kenal dengan baik. Informasi yang ada sebatas yang ada di situsnya saja (www.raharja.ac.id) , …. hmm apa benar situs itu ya.
Ada hal yang menarik, ketika kasus Mbak Rani ini mencuat, yaitu STMIK Raharja ini langsung memecat Mbak Rani setelah diketahui tidak aktif kuliah selama dua bulan (berita TV-ONE). Kenapa menarik? karena, STIMIK ini luar biasa peraturannya (?), ada mahasiswa tidak aktif dua bulan saja langsung dipecat (entah dgn hormat atau tidak). Di beberapa PT lain yang saya ketahui, keaktifan mahasiswa ditentukan awalnya dari registrasi di awal semester, sehinggal selama dalam semester tersebut si mahasiswa terdaftar. Entah masuk atau mbolos, statusnya tetap terdaftar. Kalau banyak bolos (misalnya lebih dari 25%) maka konsekwensinya biasanya tidak boleh ikut UAS, bukan dipecat. Nah, bila tiba saatnya semester baru, si mahasiswa harus daftar ulang, kalau tidak mendaftar maka statusnya ya tidak terdaftar pada semester tersebut. Berikutnya bisa ada peraturan lanjutan, misalnya bila dua kali berturut-turut si mahasiswa tidak daftar-ulang maka dianggap mengundurkan diri, misalnya begitu. Jadi menurut saya bila baru dua bulan tidak hadir lalu dipecat, maka sangsi itu terlalu keras. Apalagi belum diketahui kesalahannya (mestinya pakai asas praduga tak bersalah). Belum tentu dia pembunuhnya, salah apa dia? kawin siri? wah itu bukan kejahatan, banyak orang kawin ketika kuliah dan boleh-boleh saja.
Nah, jadi, judul tulisan ini memang tak sesuai isinya bukan?
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya
02/05/2009Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Kemudian jika buah tersebut tumbuh menjadi pohon baru, di bawah pohon induknya, apakah bisa sebesar induknya? Bahkan suatu saat nanti, ketika pohon induk mati, dia dapat menggantikan pohon induknya?
Tanaman atau pohon perlu sinar matahari untuk bertumbuhkembang dengan baik. Kalau dia terlindungi atau terhalangi, sehingga tidak diterpa sinar matahari maka tentu pertumbuhannya akan terganggu. Apalagi kalau induknya tidak mati-mati, maka ketinggian sang anak juga akan mentok terkena cabang-2 atau ranting-2 sang induk. Dan akar merekapun bisa-bisa berebutan makanan sendiri.
Bagusnya kalau si anak ditumbuhkan di lokasi yang (agak) jauh dari induknya, di lahan yang kondusif untuknya, tingkat keasaman yang sesuai dengan speciesnya, dan lain-lain variabel internal dan eksternal.
Tapi bagaimana bisa, si buah jatuh (agak) jauh dari pohonnya?
Tentu harus ada faktor eksternal yang berperan, misalnya terkena angin kencang, ada gempa bumi, atau di bawa oleh makhluk hidup lain misalnya burung atau bahkan campur tangan manusia.
..ooOOoo..
Bayi hewan, kalau kita amati, pasti tingkahnya lucu-lucu, misalnya bayi kucing, bayi anjing atau bayi harimau dll. Bayi-bayi itu bergerak dan bermain dengan lincahnya biasanya juga bersama dengan induknya. (silahkan nonton di beberapa channel TV, atau ASTRO atau yang lain). Mereka bermain bukan tanpa maksud, melainkan berlatih fisik agar kelak mampu berdikari. Dan ketika sudah mulai kuat, maka diajari untuk mencari makan, berburu mencari mangsa bagi yang carnivora. Alamiah. Itulah hebatnya sistem daur ulang kehidupan. Itulah hebatnya Sang Pencipta.
..ooOOoo..
Hmmm, mau ngomong apa sih artikel ini? kok cerita soal beginian?
He he he, sederhana saja, itu lho, saya amati banyak sekali para politikus mengajak anaknya untuk ikut jadi politikus, coba deh hitung sendiri, ada berapa, siapa saja? jangan cuma lihat anak SBY atau anak MSP atau anak AR lho, cari sampai tingkat anggota DPR! nah, kalau sudah anda temukan, silahkan evaluasi sendiri. Apakah mereka benar-2 ‘cocok’ masuk ke bidang itu, bahkan ada yang digosipkan mau dijadikan cawapres segala! Wuihhhh, saya iri lho!
..ooOOoo…
SSSSttttt, ini bisik-2 saja, bapak saya dulu, sampai tiga kali masa jabatan lho jadi anggota DPR. Tapi kok saya tidak jadi politikus ya? jangankan jadi politikus, diajak omong soal politik saja nggak pernah, he he he. Mungkin almarhum bapak saya itu tahu, saya tidak berbakat. Bakat saya justru main sinetron. (beneran lho saya pernah main produksi Indosiar). Hmmm tapi kan sekarang lagi musim artis jadi anggota DPR.
weeeiitttssss pusing saya.
Resep lima-menitan (1)
02/05/2009Siapkan bahan-2 sbb:
- sosis sapi 2 buah
- kentang 6 biji
- bawang bombay 1 biji (jangan gede-gede sedang saja)
- bawah putih 2 siung
- lada halus, garam halus
- paprika 1 biji (merah dan atau hijau boleh)
- margarine satu sendok
caranya sbb:
- rebus kentang sampai matang, tiriskan.
- potong kentang rebus menjadi bentuk dadu ukuran rusuk 0.925″
- iris sosis setebal eh setipis 0,12″
- potong paprika jadi kecil-2, terserah deh besarnya, pokoknya pantes dan bagus
- bawang bombay, dibelah dua, sebelah dirajang kuecil-kuecil, sebelahnya diiris gede-2
- bawang putih dihancurkan saja sampai remuk lalu buang kulitnya
(ingat jangan dikupas, akan makan waktu)
lalu ..ambil napas sebentar, minum dulu …
- panaskan sesendok margarine di atas wajan
- masukan bawang putih dan bawang bombay yg kecil-2 tadi, tumis sampai harum, jangan gosong
- lalu masukan sosis
- masukan bawang bombay besar dan potongan paprika
- masukan kentang
- tambahkan garam, merica.
- aduk-aduk sewajarnya jangan sampai hancur!
jadi deh, hitung waktunya, pasti 5 menit!
kalau lebih, berarti anda perlu latihan lagi!
selamat makan!
oh ya boleh dilengkapi dengan saus sambal botol merek indofood.
Posted by harisxyz
Posted by harisxyz
Posted by harisxyz 
