Pilihlah sekolah favorit !!! Monday, Mar 3 2008 

Musim cari sekolah telah tiba, awal Maret mulailah para siswa kelas akhir (dan orang tuanya) berburu informasi tentang sekolah yang favorit.  Orang tua mana yang tak ingin anaknya masuk sekolah bagus!!!  Yang SD kelas 6 mencari SMP, yang SMP kelas 3 mencari SMA.  Yang SMA kelas 3 mungkin malah sudah diterima di Perguruan TInggi. 

 Segala macam cara dilakukan baik yang legal, ilegal atau mbuh legal apa tidak.  Data-data nilai UAN tahun-2 sebelumnya laris-manis (tahun lalu saya mengumpulkan ribuan kunjungan di blog ini).  Saling mengintip dan bermain-main statistik sampai lupa bahwa ada anomali juga terjadi.  Masih ingatkah tahun lalu, SMAN 1 teladan Jogja memporakporandakan prediksi ?

 Perlukan kita berlomba-lomba cari sekolah favorit?

Mbuh yo, terserah saja.  Kalau menurut pengamatan saya, yang diterima di sekolah favorit adalah siswa-2 yang sudah hebat.  Bayangkan saja misalnya SMAN 3 Jogja, NUAN > 29.  Bukan main, itu berarti siswa-siswa yang sudah terpilih, sudah hebat.  Lha mbok ora usah diajar, mesti wis padha isa.  Bahkan kadang lebih hebat dari gurunya.  (Isa-isa malah ngenyek gurune).  Apalagi biasanya sang siswa sudah terbiasa belajar mandiri (biasanya dari SMP favorit, SD favorit juga).   Tentu sajalah lulusan SMA fav dgn mudah masuk di PT favorit pula.   Apakah kepandaian mereka sepenuhnya diperoleh dari sekolah favorit?  Coba amati saja, apakah siswa-siswa tersebut masih les di luar sekolah? neutron, primagama, ssi, elti, hana, doel, unyil lsp.   Coba saling tanya kepada teman-2, ortu teman, teman ortu, dan hitung sendiri.  Silahkan diteliti para pakar ilmu sos! Hipotesa saya (kayak ilmuwan saja) pasti banyak yg ikut les, walau sudah pinter-ter.  Mengapa? lha mesti takut kalah bersaing dengan temannya.

 Soal lain.

Teman saya, dari keluarga tak punya, IQ ya pas-pasan, sekolah di sekolah tak favorit, SMA pinggir rel-sepur dekat gendeng sana.  Masuk PT ya yang S alias swasta, untung diterima karena prestasi di SMA nya bagus (lha wong saingannya juga pas-pasan).  Tak macem-2 bisa lulus nilai baik, lalu jadi dosen di alamamaternya, lalu S2 ke luar negri, lalu S3 juga di luar negri.  Sekarang rumahnya ya bueesarrr, nyambi jadi dosen di luar negri, bolak-balik naik airasia (untung lagi di jogja dah ada) tiap minggu.  Seperti saya bolak-balik paingan-mrican saja.

Sama spt anak asuh saya, SMA di ndesoooo, nilainya bagus, masuk PTS, nilainya bagus lagi, minggu depan dah mau pendadaran, dan siap dapat beasiswa s2, mau jadi dosen tampaknya, kalau terus bisa-bisa saya dikalahkannya, he he he he.

 OK semua, ini cuma obrolan tak tentu ujungnya, karena saya sedang pusing maka nulis saja di blog ini, silahkan deh dikomentari kalau bersedia.

Kepareng, saya harus ngejar bis nih, paling malam jam 9, habis itu tak ada bis di sini.

Bersepedamotor (3) Tuesday, May 22 2007 

Saya paling jengkel, kalau sedang nyetir mobil kemudian di depan saya ada pesepedamotor yang helm-nya jatuh.  Kok bisa, alat pengaman dipakai secara tidak aman.  Ada lagi, kalau ada pesepedamotor yang keluar dari gang dan menuju jalan besar tanpa tengok kiri-kanan, wah betul-2 menyebalkan. 

Bersepedamotor (2) Saturday, May 19 2007 

Lagi nih cerita ttg. bersepedamotor.  Menurut pengamatan saya, ada satu tipe yang unik, yaitu ibu-ibu yang bersepedamotor terutama di Yogyakarta.  Pada umumnya ibu-ibu menggunakan sepeda motor bebek dan dengan membawa berbagai bawaan, misalnya tas kresek berisi belanjaan digantung di sebelah kiri or kanan bawah.  Lalu dengan menggantungkan lagi tas kerja yg cukup besar di stang kanan or kiri, juga mencangklong tas tangan di salah satu bahu.  Terlihat sekali sangat mengganggu dan membahayakan ketika mengemudikan sepeda motor.  Sering kali tas tangan di bahu merosot ke bawah, tas kresek pontang-panting di sisi bawah.  Belum lagi tas kerja yang juga tidak pada posisi stabil.  Menurut saya hal itu sangat berbahaya apalagi dgn tingkat keruwetan lalu lintas yang cukup tinggi.  Tambahan lagi jika helm yang digunakan helm ciduk yg mudah lepas, juga jaket yang digunakan secara terbaik (bagian depan di belakang, dan sebaliknya), wah, pokoknya dilihat saja sudah nggak enak.  Sekian dulu.

Bersepedamotor (1) Saturday, Feb 17 2007 

Suatu sore, sepulang menjemput anak-2 di ELTI, saya melewati prapatan Tugu. Karena akan belok kiri, maka saya membuntuti becak yg juga akan belok kiri. Tiba-tiba seorang pemuda mengendarai sepedamotor honda tiger dengan kencang, mendahului saya juga becak, kemudian pemuda itu memotong di depan becak utk belok kiri. Tasnya yang bertali panjang dan dicangklong dipundak kiri, nyangkut ke bodi becak. Tak ayal lagi baik pemuda itu maupun becak, terguling mencium aspal. Tukang becak yang sudah tua dan penumpangnya yang cantik luka ringan, juga pemuda itu.  Sementara sepedamotor dan becak juga mengalami kerusakan.

(banyak lho para pesepedamotor yg memakai tas samping bertali panjang dan tutupnya berkibar-kibar)